Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gara-gara Cemberut, Perempuan di Pekanbaru Dipukul Kekasihnya hingga Tewas

Kompas.com - 06/06/2024, 20:48 WIB
Idon Tanjung,
Reni Susanti

Tim Redaksi

PEKANBARU, KOMPAS.com - Polisi menangkap pria bernama Fajri Abdul Rahman Satianhar (34). Ia memukul kekasihnya, TN (43), hingga tewas di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra mengatakan, pelaku memukul korban menggunakan selembar papan.

"Korban dipukuli dengan menggunakan papan di bagian kepala belakang. Korban meninggal dunia tiga hari setelah diopname di rumah sakit. Sementara pelaku sudah kami tangkap dan ditetapkan sebagai tersangka serta ditahan," kata Bery saat diwawancara wartawan di Pekanbaru, Kamis (6/6/2024).

Baca juga: Ditabrak dari Belakang, Ibu di Sumsel Tewas Dilintas Truk

Bery menjelaskan, peristiwa itu terjadi 31 Mei 2024. Berdasarkan pengakuan pelaku, korban adalah wanita selingkuhannya. Mereka juga memiliki satu anak dari perselingkuhan tersebut.

Kasus ini berawal ketika korban datang ke rumah pelaku untuk memberitahu anak mereka yang berusia 12 tahun sedang sakit.

"Pada saat korban memberitahu anak mereka sakit, pelaku tidak menjawab. Pelaku bilang ke korban tidak ada yang perlu dibicarakan lagi dan tidak usah diurus lagi. Kemudian, pelaku mengusir korban dari rumahnya," ujar Bery.

Baca juga: Ada Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Pekanbaru sampai Agustus 2024

Setelah diusir, korban tidak mau pergi dan tetap masuk ke rumah pelaku sambil duduk main ponsel.

Lalu, pelaku marah sambil memecahkan pot bunga yang ada di depan rumahnya agar korban pergi. Namun, korban tetap tidak mau pergi.

Bahkan, ibu pelaku, Leli Marlina, maju dan menyuruh korban angkat kaki dari rumahnya. Korban akhirnya pergi dengan wajah cemberut sambil mengomel ketika lewat depan pelaku.

"Pelaku mengaku marah ke korban karena tidak sopan dan tidak ada pamit kepada pelaku ketika mau pulang. Lalu, pelaku mengambil selembar papan di gubuk depan rumahnya dan langsung mengejar korban."

"Pelaku memukulkan kayu tersebut ke bagian belakang kepala korban hingga terjatuh ke aspal dan tak sadarkan diri," kata Bery.

Melihat itu, adik ipar pelaku, Syahrul, meredam amarah pelaku dan membawanya menjauh dari korban.

Setelah itu, adik pelaku, Sinta, membangunkan korban, namun korban pingsan.

"Korban dibawa oleh adik ipar pelaku ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Sementara pelaku langsung kabur," kata Bery.

Setelah diopname di rumah sakit selama tiga hari, korban akhirnya meninggal dunia.

Usai melakukan penyelidikan, polisi menangkap pelaku pada Senin (3/6/2024), sekitar pukul 22.00 WIB di Desa Kubang Jaya, Kabupaten Kampar.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 atau Pasal 351 ayat (3) KUHPidana.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bocah 13 Tahun Dicabuli Ayah Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tahu Perbuatan Pelaku

Bocah 13 Tahun Dicabuli Ayah Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tahu Perbuatan Pelaku

Regional
Takut Dimarahi, Seorang Pelajar Minta Tolong Damkar Ambilkan Rapor

Takut Dimarahi, Seorang Pelajar Minta Tolong Damkar Ambilkan Rapor

Regional
Cerita Tatik, Dua Dekade Jualan Gerabah Saat Grebeg Besar Demak

Cerita Tatik, Dua Dekade Jualan Gerabah Saat Grebeg Besar Demak

Regional
BNPB Pasang EWS dengan CCTV di Sungai Berhulu dari Gunung Marapi

BNPB Pasang EWS dengan CCTV di Sungai Berhulu dari Gunung Marapi

Regional
PPDB SMA/SMK Dibuka Malam Ini, Pj Gubernur Banten Ultimatum Tak Ada Titip Menitip Siswa

PPDB SMA/SMK Dibuka Malam Ini, Pj Gubernur Banten Ultimatum Tak Ada Titip Menitip Siswa

Regional
Kasus Ayah Bunuh Anak di Serang, Warga Lihat Pelaku Kabur Bawa Golok dengan Bercak Darah

Kasus Ayah Bunuh Anak di Serang, Warga Lihat Pelaku Kabur Bawa Golok dengan Bercak Darah

Regional
4 Orang Tewas Ditabrak Mobil Elf di Aceh Timur, Ini Kronologinya

4 Orang Tewas Ditabrak Mobil Elf di Aceh Timur, Ini Kronologinya

Regional
Pilkada Salatiga Rawan Politik Uang, Gerindra Sebut Elektabilitas Tinggi Tak Jaminan Terpilih

Pilkada Salatiga Rawan Politik Uang, Gerindra Sebut Elektabilitas Tinggi Tak Jaminan Terpilih

Regional
Sebelum Bunuh Anaknya, Pria di Serang Banten Sempat Minta Dibunuh

Sebelum Bunuh Anaknya, Pria di Serang Banten Sempat Minta Dibunuh

Regional
Berantas Judi Online, Ponsel Aparat di Polres Bengkulu Utara Diperiksa

Berantas Judi Online, Ponsel Aparat di Polres Bengkulu Utara Diperiksa

Regional
KAI Tanjungkarang Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Martapura

KAI Tanjungkarang Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Martapura

Regional
Ayah di Serang Bunuh Balitanya yang Tidur Pulas, Ada Sang Ibu dan Kakak di TKP

Ayah di Serang Bunuh Balitanya yang Tidur Pulas, Ada Sang Ibu dan Kakak di TKP

Regional
Butuh Uang untuk Judi Online, Remaja 14 Tahun Curi Sepeda Motor

Butuh Uang untuk Judi Online, Remaja 14 Tahun Curi Sepeda Motor

Regional
Mengintip Persiapan Warga Kalibeji Semarang untuk Sambut Jokowi, Lembur Kerja Bakti Selama 4 Hari

Mengintip Persiapan Warga Kalibeji Semarang untuk Sambut Jokowi, Lembur Kerja Bakti Selama 4 Hari

Regional
Santri Tewas Terseret Arus Sungai Saat Bersihkan Alat Potong Hewan

Santri Tewas Terseret Arus Sungai Saat Bersihkan Alat Potong Hewan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com