Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanggapan Bupati Tapanuli Utara soal APBD Rp 223 Miliar yang Mengendap di Bank

Kompas.com - 20/09/2021, 21:37 WIB
Oryza Pasaribu,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

TAPANULI UTARA, KOMPAS.com - Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan menanggapi teguran Presiden Joko Widodo soal penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang rendah.

Nikson menyebutkan, untuk Kabupaten Tapanuli Utara, realisasi anggaran sudah mencapai 52,15 persen.

"APBD Kabupaten Tapanuli Utara tahun anggaran 2021 sebesar Rp 1,4 triliun, dengan realisasi Rp 776 miliar, atau 52,15 persen," ujar Nikson saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (20/9/2021).

Baca juga: Jokowi Tegur Kepala Daerah di Sumut, Termasuk Bobby Nasution

Nikson mengakui bahwa masih ada APBD yang mengendap di bank.

Namun, jumlahnya tidak seperti yang dipaparkan Presiden Jokowi pada saat kunjungan kerja ke Kota Medan pada 16 September 2021.

"Hingga 17 September 2021, dana (APBD) yang masih tersimpan di bank adalah sebesar Rp 223,3 miliar yang terdiri dari giro sebesar Rp 123,3 miliar dan deposito sebesar Rp 100 miliar," ujar Nikson.

Baca juga: Jokowi Singgung APBD di Sumut yang Banyak Mengendap di Bank

Mengenai kendala penyerapan, menurut Nikson, sebagian besar APBD merupakan anggaran kas untuk triwulan 3 dan 4, khususnya belanja modal.

"Kami dari Pemkab Tapanuli Utara tetap menindaklanjuti apa yang menjadi atensi dan arahan dari Presiden Jokowi," ujar Nikson.

Nikson menyebut, tindak lanjut yang dilakukan dengan memberikan uang muka sebesar 30 persen dan dilanjutkan pembayaran dari setiap progres pekerjaan sesuai dengan kondisi pelaksanaan di lapangan.

"Serta mempercepat proses pekerjaan fisik di lapangan, dan menginstruksikan ke seluruh OPD untuk mempercepat pengajuan pencairan dana yang didukung dengan pertanggungjawaban yang sesuai dengan regulasi yang berlaku," kata Nikson.

Sebelumnya, Jokowi menegur semua kepala daerah di Sumatera Utara terkait serapan APBD yang masih rendah.

Menurut Jokowi, APBD pemerintah daerah di Sumut malah lebih banyak yang mengendap di bank.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Wilayah Lumajang

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Wilayah Lumajang

Regional
Wilayah Rawan Banjir Kiriman Malaysia Jadi Sasaran TMMD, Kodim 0911/NNK Siapkan Lahan Pangan

Wilayah Rawan Banjir Kiriman Malaysia Jadi Sasaran TMMD, Kodim 0911/NNK Siapkan Lahan Pangan

Regional
6 WNI Jadi Tersangka Penyelundupan WN China ke Australia

6 WNI Jadi Tersangka Penyelundupan WN China ke Australia

Regional
Korban Tungku Meledak di Lampung Bertambah Jadi 4 Orang, Polisi Selidiki Penyebabnya

Korban Tungku Meledak di Lampung Bertambah Jadi 4 Orang, Polisi Selidiki Penyebabnya

Regional
Pilkada Demak: Dua Orang Mendaftar ke Gerindra, Ada yang Diantar Klub Sepak Bola

Pilkada Demak: Dua Orang Mendaftar ke Gerindra, Ada yang Diantar Klub Sepak Bola

Regional
Nekat Rebut Kalung Emas Lansia, Jambret di Brebes Babak Belur Dihakimi Massa

Nekat Rebut Kalung Emas Lansia, Jambret di Brebes Babak Belur Dihakimi Massa

Regional
Mawar Camp Gunung Ungaran di Semarang: Daya Tarik, Aturan, dan Harga Tiket

Mawar Camp Gunung Ungaran di Semarang: Daya Tarik, Aturan, dan Harga Tiket

Regional
Tak Hafal Lagu Indonesia Raya Saat Bikin KTP, Gadis di Nunukan Mengaku Dilecehkan ASN Disdukcapil

Tak Hafal Lagu Indonesia Raya Saat Bikin KTP, Gadis di Nunukan Mengaku Dilecehkan ASN Disdukcapil

Regional
Sabtu, Wali Kota Semarang Bakal Daftar Pilkada 2024 di DPC PDI-P

Sabtu, Wali Kota Semarang Bakal Daftar Pilkada 2024 di DPC PDI-P

Regional
Polisi Tangkap Preman yang Acak-acak Salon Kecantikan di Serang Banten

Polisi Tangkap Preman yang Acak-acak Salon Kecantikan di Serang Banten

Regional
Rumah Pembunuh Pelajar SMK Diserang Puluhan Massa Bersenjata Parang

Rumah Pembunuh Pelajar SMK Diserang Puluhan Massa Bersenjata Parang

Regional
Maju Bakal Calon Wakil Wali Kota Semarang, Ade Bhakti Mendaftar ke PDI-P

Maju Bakal Calon Wakil Wali Kota Semarang, Ade Bhakti Mendaftar ke PDI-P

Regional
Teka-teki Pria Ditemukan Terikat dan Berlumpur di Semarang, Korban Belum Sadarkan Diri

Teka-teki Pria Ditemukan Terikat dan Berlumpur di Semarang, Korban Belum Sadarkan Diri

Regional
Menikah Lagi, Pria di Sumsel Luka Bakar Disiram Air Keras oleh Istrinya

Menikah Lagi, Pria di Sumsel Luka Bakar Disiram Air Keras oleh Istrinya

Regional
Duduk Perkara Rektor Unri Laporkan Mahasiswa yang Kritik Soal UKT

Duduk Perkara Rektor Unri Laporkan Mahasiswa yang Kritik Soal UKT

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com