Satu Warga Bima Hilang Terseret Banjir - Kompas.com

Satu Warga Bima Hilang Terseret Banjir

Kontributor Bima, Syarifudin
Kompas.com - 14/01/2018, 19:09 WIB
Warga memadati jembatan di bendungan Desa Soki, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, saat tim gabungan melakukan pencarian korban hilang terseret banjir, Minggu (14/01/2018) KOMPAS.com/Syarifudin Warga memadati jembatan di bendungan Desa Soki, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, saat tim gabungan melakukan pencarian korban hilang terseret banjir, Minggu (14/01/2018)

BIMA, KOMPAS.com - Seorang warga Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dikabarkan hilang terseret banjir bandang.

Korban diketahui bernama Abdul Hamid (60), warga Desa Soki, Kecamatan Belo.

Kakek tersebut diduga terseret banjir luapan sungai yang merendam Desa Soki dan beberapa desa di wilayah Kecamatan Belo, Sabtu (13/1/2018) malam.

Kabar hilangnya korban banjir ini diketahui setelah pihak keluarga melaporkan ke Tim SAR dan BPBD setempat, Minggu (14/1/2018) siang.

“Iya, tadi siang kita mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada satu korban terbawa banjir. Setelah kita telusuri ke pihak keluarga, memang benar korban hilang waktu banjir di Desa Soki,” ujar Irwan, anggota Tim Reaksi Cepat kepada wartawan.

Setelah memastikan korban hilang, petugas gabungan terdiri dari Tim SAR, BPBD, polisi dan TNI diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Baca juga : Terseret Banjir, Sopir Angkot Ditemukan Tewas

Pencarian dilakukan dengan menyisir bendungan Soki dan aliran sungai.

Namun setelah satu jam dilakukan pencarian hingga bendungan Desa Ncera, hasilnya nihil. Pencarian pun terus dilakukan.

“Belum ada informasi korban ditemukan, sampai saat ini masih dicari. Tapi kita terus berkoordinasi dengan Tim SAR,” ujar Irwan.

Baca juga : Dua Bocah Tewas Terseret Banjir di Kota Medan

Sementara itu, BPBD belum bisa menyimpulkan kronologi hilangnya korban yang diduga ikut terseret banjir saat melanda desa setempat.

“Untuk informasi kronologinya kita belum tahu kepastian. Tetapi, perkiraan umur sekitar 60 tahun,” kata Irwan.

Kompas TV Dua pelajar yang terseret arus di Magetan, tewas.

PenulisKontributor Bima, Syarifudin
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM