Banjir Sebabkan Trans Sulawesi Macet, Warga Turun Atur Lalu Lintas - Kompas.com

Banjir Sebabkan Trans Sulawesi Macet, Warga Turun Atur Lalu Lintas

Kontributor Polewali, Junaedi
Kompas.com - 15/11/2017, 09:40 WIB
Lantaran terendam banjir hingga setinggi lutut orang dewasa, jalan Trans Sulawesi macet hingga kendaraan antre satu kilometer lebih.KOMPAS.com/Junaedi Lantaran terendam banjir hingga setinggi lutut orang dewasa, jalan Trans Sulawesi macet hingga kendaraan antre satu kilometer lebih.

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Polewali, Sulawesi Barat, sejak Selasa (14/11/2017) mengakibatkan jalur Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Rea Timur, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, banjir. Ketinggian air mencapai 50 cm.

Banjir tersebut menggenangi seluruh badan jalan dari dua arah. Akibatnya, jalur Trans Sulbar macet hingga satu kilometer lebih. Sejumlah kendaraan yang mencoba menerobos banjir mengalami mogok lantaran mesin mati terendam banjir. 

Untuk mengurai kemacetan, warga turun tangan mengatur arus lalulintas dengan cara memberlakukan sistem buka tutup jalur.

Menurut Beta, warga sekitar, banjir disebabkan proyek tugu pintu gerbang selamat datang. Sejumlah drainase dan kanal tertutup akibat tertimbun material proyek hingga menyebabkan arus air tersendat.

"Saluran airnya tidak bagus pak, jadi banjir. Sejak sudah ditimbun sama proyek," ucapnya.

(Baca juga : Siswa SMPN 28 Batam Dipulangkan akibat Sekolah Terendam Banjir )

Sejumlah pengendara motor yang tak ingin kendarannya mogok terjebak banjir memanfaatkan trotoar jalan yang sedang dibangun sebagai jalur perlintasan. Sejumlah kendaraan lainnya yang tak ingin terjebak macet memilih putar haluan atau mebatalkan perjalanan mereka.

Sejumlah pengendara yang terjebak banjir mengaku lega karena ada sejumlah warga yang secara suka rela turun tangan mebanntu mengurai kemacetan. Warga memandu pengendara agar tidak terperosok ke dalam selokan atau kedalaman banjir.

Warga berharap, dinas terkait segera mengevaluasi pelaksanaan proyek untuk mencarikan solusi banjir. Sebab ke depan, diperkirakan proyek ini akan memicu banjir lebih besar lantaran puncak musim hujan baru akan terjadi bebertapa pekan ini. 

PenulisKontributor Polewali, Junaedi
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM