Hujan Semalaman, Cilacap Diterjang Banjir dan Tanah Longsor - Kompas.com

Hujan Semalaman, Cilacap Diterjang Banjir dan Tanah Longsor

Kompas.com - 14/11/2017, 16:28 WIB
Anak-anak sebuah sekolah dasar di Dusun Bugel, Desa Panikel, Kecamatan Kampung, Cilacap, Jawa Tengah belajar ditengah kepungan banjir yang terjadi Selasa (14/11/2017)KOMPAS.com/Iqbal Fahmi Anak-anak sebuah sekolah dasar di Dusun Bugel, Desa Panikel, Kecamatan Kampung, Cilacap, Jawa Tengah belajar ditengah kepungan banjir yang terjadi Selasa (14/11/2017)

CILACAP, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Cilacap dan sekitarnya mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah titik.

Dari data yang dihimpun Kompas.com, Selasa (14/11/2017), sedikitnya dua kecamatan, yakni Sidareja dan Kampung Laut, terendam banjir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Martono mengatakan, empat desa di Kecamatan Sidareja terendam banjir dengan ketinggian antara 50 centimeter hingga 1 meter. Akibatnya, 210 rumah, 5 sekolah, dan 3,5 hektar sawah terendam air.

“2.137 jiwa warga desa setempat terisolir dan kegiatan pelayanan publik hingga belajar mengajar di sekolah lumpuh,” katanya.

Hingga saat ini, petugas memutuskan untuk mengevakuasi 106 jiwa di Kecamatan Sidareja karena debit air cenderung naik.

Di Kampunglaut, banjir setinggi 30-50 centimeter juga merendam Dusun Bugel, Desa Panikel. Banjir ini telah tiga kali terjadi di wilayah tersebut dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Baca juga : Runway Banjir, Semua Penerbangan di Bandara Supadio Dijadwal Ulang

Diduga, banjir terjadi karena belum selesainya pembangunan tanggul di Sungai Cimeneng saat masuk musim penghujan.

“Kami mohon petugas dari Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Cilacap untuk meninjau lokasi dan memberikan solusi sementara, karena menurut informasi dari BMKG, hujan masih akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan,” ujar Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Kampunglaut, Ali Basuki.

Sementara itu, pada Senin (13/11/2017), sebuah tebing setinggi 30 meter longsor dan menimpa dua rumah di RT 1 RW 5 Desa Mandala, Kecamatan Cimanggu.

Material berupa tanah dan batu menerjang tembok, dan batang pohon yang terbawa menimpa rumah milik Mizar dan Wartopo.

Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Pemilik rumah untuk sementara diungsikan ke rumah sanak saudara yang tidak jauh dari lokasi.

Martono mengungkapkan, pihaknya belum menaksir kerugian dalam peristiwa ini. Namun, warga sekitar dan forum komunikasi pimpinan kecamatan telah melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsor dan memotong pohon kelapa yang tumbang.

“Kami telah mengirim logistik berupa bahan makanan untuk kerja bakti dan material untuk memperbaiki bangunan yang rusak,” ujarnya.

Baca juga : Longsor di Kompleks Sekolah Teologia, 1 Tewas 2 Luka Berat

Di hari yang sama, gerakan tanah juga mengakibatkan badan jalan di Desa Karanggintung, Kecamatan Gandrungmangu retak dan ambles. Sedikitnya ada enam titik retakan di sepanjang ruas jalan tersebut. Keretakan jalan berbentuk melintang dengan panjang rata-rata 6 meter dengan lebar retakan 50 centimeter.

“Akibatnya, jalan utama penghubung antar desa tersebut tidak dapat dilewati oleh kendaraan roda empat. Dikhawatirkan, jika hujan terus-menerus terjadi dapat mengakibatkan jalan terputus,” ujarnya.

Kompas TV Gempa bermagnitudo 7,3 mengguncang perbatasan. Puluhan ribu warga mengungsi.


EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X