Ketika Pelajar Kritik Cara Pemberantasan Narkoba di Indonesia - Kompas.com

Ketika Pelajar Kritik Cara Pemberantasan Narkoba di Indonesia

Kompas.com - 11/11/2017, 19:00 WIB
Riska, salah seorang penulis dalam buku Negeriku Tanah Surga? berbicara dalam acara peluncuran buku tersebut di SMA Sukma, Lhokseumawe, Sabtu (11/11/2017)KOMPAS.com/Masriadi Riska, salah seorang penulis dalam buku Negeriku Tanah Surga? berbicara dalam acara peluncuran buku tersebut di SMA Sukma, Lhokseumawe, Sabtu (11/11/2017)

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Sebanyak 33 pelajar dari berbagai kelas SMA Swasta Sukma Bangsa, Kota Lhokseumawe meluncurkan buku kumpulan esai yang diberi judul “Negeriku Tanah Surga?”, Sabtu (11/11/2017) di gedung perpustakaan sekolah tersebut.

Buku setebal 179 halaman itu diterbitkan Yayasan Sukma Bangsa itu berisi 33 gagasan dari pelajar itu untuk memberantas tindak pidana narkotika dan obat terlarang ( Narkoba) di Indonesia.

Salah seorang penulis, Riska Niar Maulida, menyebutkan buku itu berawal saat DPR RI membuat program parlemen muda tahun lalu. Seluruh esai dalam buku itu diikutsertakan dalam lomba parlemen tersebut.

“Dari situ, daripada sekadar naskah begitu saja, kita putuskan menerbitkannya menjadi buku. Ini akan kita bagikan ke sekolah-sekolah dan lembaga pemerintah,” kata Riska.

Baca juga : Istri Wakil Ketua DPRD Bali Ikut Jadi Pengedar dan Pemakai Narkoba

Dia juga menyebutkan umumnya buku itu berisi harapan pelajar agar Badan Narkotika Nasional (BNN), polisi di seluruh tanah air memburu pelaku pengedaran narkoba hingga ke akar-akarnya.

“Jangan sampai ada ruang untuk mereka mengedarkan narkoba. Generasi sampai generasi kita rusak gara-gara barang haram itu,” katanya.

Sebagian tulisan, kata Riska juga mengajak masyarakat agar tidak mengucilkan mereka yang sudah taubat dari bisnis narkoba. Selain itu, Riska dan pelajar lainnya berharap penegakan hukum tidak pandang bulu dalam kasus narkoba.

Kepala SMA Sukma Bangsa, Zubir, menyebutkan program penulisan memang menjadi ekstrakurikuler di sekolah tersebut. Program ini, kata Zubir sebagai literasi pada pelajar.

“Agar mereka terbiasa memberikan saran, kritik dan masukan untuk pembangunan Indonesia ini dalam bentuk tulisan. Saya berbahagia mereka bisa menyelesaikan tulisan itu dengan baik,” pungkasnya.

Kompas TV 11 orang ditangkap di Jayapura karena memiliki ganja seberat 3 Kilogram


EditorAprillia Ika

Komentar

Close Ads X