Pingsan dan Wajah Menghitam karena Minyak Panas, Rachel Sempat Dikira Meninggal - Kompas.com

Pingsan dan Wajah Menghitam karena Minyak Panas, Rachel Sempat Dikira Meninggal

Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani
Kompas.com - 10/10/2017, 17:20 WIB
Dengan wajah dibalut perban, Rachel Heriani (11) asyik membaca buku saat ditemui di RSHS Bandung, Senin (9/10/2017) sore. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Dengan wajah dibalut perban, Rachel Heriani (11) asyik membaca buku saat ditemui di RSHS Bandung, Senin (9/10/2017) sore.

BANDUNG, KOMPAS.com - Rachel Heriani (11) sempat dikira meninggal setelah pingsan dengan wajah menghitam akibat terkena minyak goreng panas pada 29 September 2017.

Ebah (50) jadi saksi saat Rachel tergeletak tak sadarkan diri di sebuah rumah milik anak Kosiah (69), nenek tiri Rachel di Kampung Sukamenang, Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat.

Ebah menceritakan, Jumat sore menjelang Maghrib, ia sedang di dapur. Rumah Ebah hanya sepelemparan batu dari tempat kejadian. Saat itu, kampung sepi karena warga biasa masuk rumah menjelang Maghrib. Namun keheningan itu pecah oleh teriakan Kosiah. 

"Awalnya saya dengar orang minta tolong. Saat itu saya sedang di dapur, ternyata Ibu Kosiah yang minta tolong. Pas saya lihat Rachel sudah tergeletak di dekat pintu dapur," ucap Ebah, saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Selasa (10/10/2017).

(Baca juga: Wajah Bocah Melepuh, Diduga Diceburkan ke Minyak Panas oleh Neneknya)

Ebah mengatakan, saat kejadian, posisi badan Rachel telungkup dengan minyak panas yang sudah berceceran di lantai dapur. Saat membalikan badan Rachel, ia terkejut melihat wajahnya yang sudah menghitam.

"Wajahnya hitam, saya sempat mengira dia sudah meninggal. Saya gotong dia ke ruang tengah. Neneknya saat itu panik. Warga mulai banyak yang datang," ungkapnya.

Kosiah Dikenal Pemarah

Amid (60), Ketua RW 09 Desa Celak mengatakan, Kosiah memang tercatat sebagai warganya. Namun, ia kerap mengisi rumah anak tirinya yang kosong bersama Rachel yang terletak di RW 05.

"Sehari-hari mah Ibu Kosiah tinggal di RW saya. Tapi suka ngisi rumah anak tirinya yang kosong," ucap Amid.

Saat kejadian, sambung Amid, warga langsung berdatangan. Suasana kampung mendadak riuh. Ia bersama pihak keluarga membawa Rachel ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

"Pas saya bawa dari Puskesmas, wajah Rachel sangat parah. Bahkan matanya gak bisa dibuka," ucap Amid.

(Baca juga: Kesaksian Rachel, Bocah yang Wajahnya Dibenamkan ke Minyak Panas oleh Neneknya)

Menurut Amid, Kosiah memang punya sifat pemarah. Perlakuan kasar Kosiah terhadap Rachel pun sudah diketahui warga lain.

"Sehari-hari memang suka marah-marah sama Rachel. Jadi diurus dari kecil tapi sering dimarahin, kasihan," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Celak, Komarudin menjelaskan, sifat tempramen Kosiah memang sudah diketahui warga. Emosi Kosiah kerap tak terkendali sepeninggal suaminya yang baru meninggal sebulan lalu.

"Menurut keterangan warga, dia suka kebiasaan, kalau ada kesal suka melampiaskan ke kepala anak itu, mendorong kepala Rachel," tuturnya.

Setelah berita soal Rachel ramai diberitakan, Komarudin sempat menginterogasi Kosiah. Namun dia menampik seluruh tudingan itu.

"Saya interogasi tapi dia menyangkal. Kata si nenek Rachel itu jatuh," jelasnya. 

Kompas TV Anwari ditahan karena ulahnya melakukan penganiayaan terhadap petugas parkir di Mal Gandaria City.

PenulisKontributor Bandung, Dendi Ramdhani
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM