Kekeringan, Warga Desa Mlinjon Trenggalek Simpan Ember di Pinggir Jalan - Kompas.com

Kekeringan, Warga Desa Mlinjon Trenggalek Simpan Ember di Pinggir Jalan

Kontributor Trenggalek, Slamet Widodo
Kompas.com - 14/09/2017, 12:19 WIB
Warga sedang antri untuk mendapatkan air bersih yang didistribusikan oleh petugas badan penanggulangan bencana daerah Trenggalek, di dusun Selorejo desa Mlinjon Kecamatan Suruh (14/09/2017)Kompas.com/ Slamet Widodo Warga sedang antri untuk mendapatkan air bersih yang didistribusikan oleh petugas badan penanggulangan bencana daerah Trenggalek, di dusun Selorejo desa Mlinjon Kecamatan Suruh (14/09/2017)

TRENGGALEK, KOMPAS.com - Sejumlah warga yang berada di empat RT Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (14/09/2017) mengalami kekeringan hingga kesulitan air bersih.

Kurang lebih sekitar empat bulan terakhir, warga menggantungkan distribusi air bersih dari pemerintah.

Kekeringan yang terjadi di wilayah kami sudah berlangsung sekitar empat bulan,” kata Salah satu warga, Katini (57).

Ratusan kepala keluarga yang berada di empat RT di lingkungan RW 07 Desa Mlinjon, mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau tahun ini. Untuk mendapatkan air bersih, setiap hari warga menaruh wadah berupa juriken, bak plastik dan ember di pinggir jalan agar mudah dijangkau oleh mobil suplai air bersih.

“Pagi ember kami antrekan di pinggir jalan, setelah terisi dari mobil tangki suplai air kami ambil, kemudian kami antrekan lagi,” ujar Katini.

Baca juga: Kekeringan, Warga Tubansari Magelang Mandi di Sungai yang Keruh

Letak permukiman yang mengalami kekeringan berada di daerah ketinggian, sehingga apabila musim kemarau warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Sebelumnya, warga mengambil air dari sumber mata air yang letaknya cukup jauh, yakni sekitar satu kilometer dari permukiman.

“Setiap musim kemarau sumber air di dekat sini habis. Meski ada tapi jauh, itupun jumlahnya sedikit. Sumur juga sedikit airnya. Itupun kotor campur lumpur,” kata Katini.

Untuk sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, setiap hari menyuplai air bersih di wilayah ini sebanyak sekitar 12.000 liter hingga 16.000 liter air bersih. Namun untuk kebutuhan mandi, terkadang masih kurang karena tempat air yang dimiliki warga terbatas.

“Kami tidak membatasi jumlah air yang dibutuhkan setiap warga," ujar Gihir Tagara, salah satu petugas dari BPBD Trenggalek.

Baca juga: Kekeringan, Warga Dua Desa Antre di Mata Air hingga Tengah Malam

Kompas TV Alami Kekeringan, Sejumlah Lahan Pertanian Gagal Panen

PenulisKontributor Trenggalek, Slamet Widodo
EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM