Jika Maju Pilkada Jatim, Khofifah Bakal Dipasangkan dengan Non-NU - Kompas.com

Jika Maju Pilkada Jatim, Khofifah Bakal Dipasangkan dengan Non-NU

Kompas.com - 14/08/2017, 11:12 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Salahudin Wahid atau Gus Sholah dan Ketua KPK Agus Rahardjo di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/7/2017).Dokumentasi KPK Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Salahudin Wahid atau Gus Sholah dan Ketua KPK Agus Rahardjo di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/7/2017).

JOMBANG, KOMPAS.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa diperkirakan akan dipasangkan dengan kader di luar Nahdlatul Ulama (NU) jika dia ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2018. Demikian disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Salahudin Wahid,

"Nanti harus mengacu pada survei. Jika tidak keliru, Januari 2018 (Jadwal penetapan pasangan calon), jadi penentuan pasti mendekati itu, tidak mungkin sekarang, dan saya pikir di luar kader NU," kata pria yang akrtab di sapa Gus Sholah itu,  di Jombang, Minggu (13/8/2017).

Menurut dia, dukungan pada Khofifah untuk kembali berlaga di Pilkada Jatim memang cukup besar. Namun, karena Khofifah seorang menteri, maka dia harus mendapatkan izin dari Presiden Joko Widodo bila maju Pilkada Jatim.

"Ini menampung dari bawah dan permintaan kuat tidak bisa diabaikan. Tinggal sekarang apakah Presiden mengizinkan atau tidak. Tidak mungkin maju jika tidak dapat izin dari Presiden," katanya.

Baca juga: Ditanya Isu Reshuffle, Khofifah Jawab: Gilaaa...

Pada kesempatan itu, Gus Sholah juga membantah bahwa dirinya merupakan ketua tim pemenangan Khofifah. Ia hanya mengatakan, jika memang Khofifah maju, yang menjadi ketua tim tentunya anak muda. Hal itu juga terkait dengan pasangan yang akan digandeng dalam Pilkada Jatim 2018.

Dia mengatakan, hasil survei saat ini belum tentu menjadi penentu pemenang Pilkada Jatim 2018. Sejumlah daerah, dari hasil survei ternyata belum tentu menang. Salah satunya Pilkada DKI Jakarta, yang ternyata tidak sesuai dengan hasil survei awal.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa tidak menjawab dengan tegas dirinya ikut berlaga dalam Pilkada Jatim 2018. Ia hanya mengatakan, saat ini masih berupaya menyamakan frekuensi agar semuanya kondusif.

"Jadi, saya sedang menyamakan frekuensi, ada FM, AM. Jika sudah sama, sudah kondusif, baru saya melapor," katanya.

Sejumlah calon bersiap ikut dalam Pilkada Jatim 2018. Salah satunya adalah Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf.

Sejumlah partai juga sudah membuka pendaftaran, termasuk DPD Partai Golkar Jawa Timur mulai yang membuka pendaftaran bakal calon Gubernur untuk Pilkada Jatim 2018, Senin (7/8). Di partai berlambang pohon beringin itu, Saifullah Yusuf juga yang pertama mengambil formulir pendaftaran, namun hingga kini belum dikembalikan.

Kompas TV Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam waktu dekat akan menghadap Presiden Joko Widodo, untuk menyatakan niatnya maju di Pilkada Jatim 2018.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErlangga Djumena
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM