Dituding Lakukan Plagiat, Rektor Universitas Halu Oleo Kendari "No Comment" - Kompas.com

Dituding Lakukan Plagiat, Rektor Universitas Halu Oleo Kendari "No Comment"

Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati
Kompas.com - 13/07/2017, 17:00 WIB
IlustrasiKOMPAS/HANDINING Ilustrasi

KENDARI, KOMPAS.com - Rektor terpilih Universitas Halu Oleo ( UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr Muhammad Zamrun, enggan menanggapi tudingan sejumlah guru besar UHO yang menyebutkan bahwa dirinya telah melakukan plagiat karya ilmiah pada sejumlah jurnalnya.

Dihubungi via telepon selulernya, Zamrun mengatakan dirinya tidak akan berkomentar soal tudingan itu.

"Saya ditanya tentang itu saya tidak ada tanggapan. Intinya saya tidak ada tanggapan atau komentar, no comment ya," ucapnya singkat saat dihubungi, Kamis (13/7/2017).

Baca juga berita terkait: Sejumlah Guru Besar UHO Tuding Rektor Terpilih Lakukan Plagiat

Sebelumnya, sejumlah guru guru besar di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menuding rektor terpilih, Dr Muhammad Zamrun melakukan plagiat karya ilmiah pada sejumlah jurnalnya.

Salah satu karya Zamrun yang diduga plagiat berjudul "Microwaves Enhanced Sintering Mechanisms in Alumina Ceramic Sintering Experiments (2016)", dimuat di Jurnal Comtemporary Engineering Sciences Vol 9, 2016 no 5, 237-247 Hikari Ltd.

Karya yang diduga jiplakan itu merupakan hasil karya Joel D Ketz dan Roger D Biake yang dimuat di jurnal Proceeding of the Microwave Symposium, ACS Spring 1991 Meeting America Ceramics Socienty dengan Microwave Annanced Diffusion (1991).

Salah seorang guru besar UHO yang juga mantan wakil rektor 1 UHO, Prof La Rianda mendesak rektor terpilih untuk segera melakukan klarifikasi atas dugaan plagiat tersebut.

"Kami suarakan ini untuk mempertahan citra UHO sebagai lembaga pendidikan. Tidak ada alasan plagiat itu dilakukan sengaja atau tidak, yang nama plagiat harus diberikan sanksi karena sudah melanggar Permendiknas nomor 17 tahun 2010," ungkap La Rianda, Rabu (12/7/2017).

Dikatakannya, protes para guru besar tidak ada kaitannya dengan masalah pelantikan rektor terpilih.

"Siapapun dia itu tidak tercemar namanya karena plagitsme, karena dialah panutan seluruh warga UHO, sebagai contoh teladan," tegasnya.

Baca juga: Musuh Bersama Itu adalah Plagiat...

Wakil Rektor II UHO, Hilaluddin Hanafi mengatakan, pihaknya tengah melakukan proses verifikasi terkait laporan dugaan plagiat yang diduga dilakukan rektor terpilih.

"Laporannya sudah masuk di meja rektor beberapa waktu lalu. Setelah menerima itu, kami langsung diinstruksikan melakukan penelusuran. Jadi tidak ada yang kami sembunyikan," ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap semua pihak menunggu hasil penelusuran dugaan plagiat yang dilakukan tim pemeriksaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kompas TV Dia menegaskan tidak melakukan hal yang dituduhkan tersebut.

PenulisKontributor Kendari, Kiki Andi Pati
EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM