Kajati Jatim: Hukuman untuk Dahlan Iskan Terlalu Ringan - Kompas.com

Kajati Jatim: Hukuman untuk Dahlan Iskan Terlalu Ringan

Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Kompas.com - 21/04/2017, 16:37 WIB
KOMPAS.com/Achmad Faizal Dahlan Iskan menghadiri sidang vonis di pengadilan Tipikor Surabaya

SIDOARJO, KOMPAS.com - Hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta untuk Dahlan Iskan dalam kasus pelepasan aset BUMD Jawa Timur dinilai terlalu ringan, karena lebih dari separuh di bawah tuntutan jaksa.

Karena itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Maruli Hutagalung, memastikan akan melakukan banding atas vonis yang diberikan majelis hakim pengadilan Tipikor Surabaya dalam sidang vonis Jumat (21/4/2017).

"Pasti kita akan banding," kata Maruli di kantor Kejati Jawa Timur.

Baca juga: Canda Dahlan Iskan soal Kemeja Kotak-Kotak Usai Sidang Vonis

Menurut Maruli, vonis terhadap Dahlan seharusnya sama dengan tuntutan. Karena dalam persidangan, jaksa mampu membuktikan bahwa Dahlan melanggar dakwaan primer.

"Tapi Kejati tetap menghormati putusan hakim," tambahnya.

Oleh jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, sebelumnya Dahlan Iskan dituntut 6 tahun penjara dan denda Rp 750 juta, subsidair enam bulan kurungan, serta membayar ganti rugi negara Rp 8,3 miliar.

Baca juga: Kasus Pelepasan Aset BUMD, Dahlan Iskan Divonis 2 Tahun Penjara

Dalam sidang vonis pagi tadi, Dahlan dibebaskan dari dakwaan primer pasal 2 ayat (1) Undang-undang Pembarantasan Tindak Pidana Korupsi. Tapi menghukum Dahlan dari dakwaan subsider pasal 3 undang-undang yang sama.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Surabaya, Achmad Faizal
EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

RUU Terorisme dan Perppu Ormas Dinilai Bentuk Negara Ambil Jalan Pintas

RUU Terorisme dan Perppu Ormas Dinilai Bentuk Negara Ambil Jalan Pintas

Nasional
Bersama Empat Organisasi Keagamaan, Juru Bicara FPI Gugat Perppu Ormas

Bersama Empat Organisasi Keagamaan, Juru Bicara FPI Gugat Perppu Ormas

Nasional
KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

Megapolitan
Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan 'Feeder' Lewati Jalan Ini

Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan "Feeder" Lewati Jalan Ini

Megapolitan
Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Regional
Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Megapolitan
Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Nasional
Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Nasional
Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Regional
Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Megapolitan
Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Regional
Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Regional
Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Internasional
Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Nasional
Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Megapolitan