Kronologi Penembakan Mobil Satu Keluarga oleh Polisi di Lubuklinggau - Kompas.com

Kronologi Penembakan Mobil Satu Keluarga oleh Polisi di Lubuklinggau

Kontributor Bengkulu, Firmansyah
Kompas.com - 18/04/2017, 22:31 WIB
Tribun Sumsel/Eko Hepronis Mobil berisi satu rombongan keluarga yang sedang melintas yang ditembaki oleh oknum diduga polisi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017).

BENGKULU, KOMPAS.com - Kapolres Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, AKBP Hajat Mabrur menjelaskan, penembakan satu keluarga yang menewaskan Surani (55), warga Desa Blitar, Kecamatan Sindang Kelingi, Provinsi Bengkulu, berawal dari kegiatan razia kendaraan yang dilakukan jajarannya.

Kepada Kompas.com, Kapolres menjelaskan, kegiatan razia kendaraan bermotor dilakukan awalnya berjalan normal dan lancar. Tiba-tiba melintas satu mobil sedan ke lokasi razia.

"Saat dicoba dihentikan anggota polisi, pengemudi mobil justru hendak menabrak anggota polisi dan melarikan diri," jelas Kapolres.

Baca juga: Ini Alasan Polisi Tembaki Mobil Satu Keluarga di Lubuklinggau

Aksi kejar-kejaran antara polisi dan pengemudi mobil sedan berlangsung sepanjang dua kilometer. Polisi sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara, namun tak digubris.

"Polisi menembak ban mobil, dan peluru memantul (rekoset) ke badan mobil hingga mengenai penumpang di dalam mobil," jelasnya.

Peristiwa ini membuat gempar warga Kota Lubuklinggau dan Kota Bengkulu. Saat ini, kata Kapolres, pihaknya sedang memeriksa satu orang anggotanya yang terlibat dalam penembakan tersebut.

"Penembakan itu dilakukan karena mobil melarikan diri dari razia, polisi telah memberikan tembakan peringatan tapi tidak digubris," katanya.

Sebelumnya, satu rombongan keluarga yang sedang melintas dengan mobil Honda City berwarna hitam BG 1488 ON ditembaki, Selasa (18/4/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.

Rombongan yang terdiri dari seorang ibu, anak-anak dan cucu-cucu dengan total tujuh orang ini ditembaki saat melintas di Kota Lubuklinggau. Akibat peristiwa ini, satu orang, yaitu Surini (55) meninggal dunia karena luka tembakan di beberapa bagian tubuhnya.

Sementara itu, beberapa anaknya mengalami luka tembak, Diki (29) di bagian punggung, Indra (32) di tangan bagian kiri, Novianti (31) di lengan sebelah kanan dan Dewi Arlina (35) di lengan sebelah kiri.

Baca juga: Mobil Berisi Satu Keluarga Ditembaki, Kapolres Tak Bisa Dihubungi, Wakilnya Bungkam

Cucu Surini, Genta Wicaksono (3) mengalami luka di atas telinga sebelah kiri karena diduga terserempet peluru.

Seorang anak lainnya, Galih (6), tidak mengalami luka. Rombongan keluarga ini berasal dari Desa Blitar, Kecamatan Sindang Beliti, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Kompas TV Otak Pembunuhan Satu Keluarga di Medan Ini Diringkus

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Bengkulu, Firmansyah
EditorFarid Assifa
Komentar
Terkini Lainnya
'Skytrain' Mulai Dipasang di Bandara Soekarno-Hatta
"Skytrain" Mulai Dipasang di Bandara Soekarno-Hatta
Megapolitan
Hari Kerja Pertama di Bulan Ramadhan, Pengaduan di Balai Kota Sepi
Hari Kerja Pertama di Bulan Ramadhan, Pengaduan di Balai Kota Sepi
Megapolitan
Polisi Bongkar Praktik Pengoplosan Beras dengan Sabun di Gresik
Polisi Bongkar Praktik Pengoplosan Beras dengan Sabun di Gresik
Regional
Trump Bantah Menantunya Rancang Komunikasi Rahasia dengan Rusia
Trump Bantah Menantunya Rancang Komunikasi Rahasia dengan Rusia
Internasional
Sehari, Polres Nunukan Gerebek 2 Bandar Sabu Jaringan Malaysia
Sehari, Polres Nunukan Gerebek 2 Bandar Sabu Jaringan Malaysia
Regional
5 Berita Populer Nusantara: Di Balik Viralnya Foto 2 Mobil 'Berebut' Jalur hingga Ibu Nuril yang Terjerat UU ITE karena Telepon Atasan
5 Berita Populer Nusantara: Di Balik Viralnya Foto 2 Mobil "Berebut" Jalur hingga Ibu Nuril yang Terjerat UU ITE karena Telepon Atasan
Regional
Misteri Komplotan Teroris Kampung Melayu
Misteri Komplotan Teroris Kampung Melayu
Nasional
Andi Narogong Bersaksi dalam Sidang ke-17 Kasus E-KTP
Andi Narogong Bersaksi dalam Sidang ke-17 Kasus E-KTP
Nasional
Umat Muslim Kota Marawi Lindungi Warga Kristen dari Militan Maute
Umat Muslim Kota Marawi Lindungi Warga Kristen dari Militan Maute
Internasional
Jabodetabek Diprediksi Diguyur Hujan Sepanjang Hari Ini
Jabodetabek Diprediksi Diguyur Hujan Sepanjang Hari Ini
Megapolitan
Masjid Subulussalam, Jejak Kesultanan Demak Bintoro di Lereng Gunung Ungaran
Masjid Subulussalam, Jejak Kesultanan Demak Bintoro di Lereng Gunung Ungaran
Regional
Diawali Pertengkaran dengan Istri, Pria Ini Mengamuk dan Bunuh 8 Orang
Diawali Pertengkaran dengan Istri, Pria Ini Mengamuk dan Bunuh 8 Orang
Internasional
Cegah Masuknya Militan ISIS, TNI dan Polri Perketat Pengamanan Perbatasan
Cegah Masuknya Militan ISIS, TNI dan Polri Perketat Pengamanan Perbatasan
Nasional
Menikmati Takjil Bubur Lodeh, Tradisi Buka Puasa dari Abad ke-16
Menikmati Takjil Bubur Lodeh, Tradisi Buka Puasa dari Abad ke-16
Regional
Perlintasan Kereta Api di Pisangan Baru Ditutup untuk Uji Coba
Perlintasan Kereta Api di Pisangan Baru Ditutup untuk Uji Coba
Megapolitan

Close Ads X