Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/10/2016, 20:20 WIB
Kontributor Surakarta, Michael Hangga Wismabrata

Penulis

SOLO, KOMPAS.com - Kepolisianmeminta  Pemkot Kota Solo segera mengeluarkan peraturan wali kota (perwali) mengenai ojek online. Hal ini terkait dengan keberadaan Go-Jek di kota Solo.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ahmad Luthfi mengatakan, dengan adanya perwali akan membantu petugas untuk melakukan penertiban ojek online di Solo.

Usai mengadakan pertemuan tertutup bersama Dinas Perhubugan Komunikassi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo di Mapolresta Solo pada hari Selasa (18/10/2016), Ahmad menyebutkan, Pemkot Kota Solo harus tegas terkait keberadaan Go-Jek di Solo.

Apabila peraturan sudah jelas, maka petugas akan mempunyai dasar hukum untuk melakukan penertiban.

"Kalau dari hasil pertemuan, Dishubkominfo belum memberikan izin operasional kepada Go-Jek, namun lebih dari itu kami ingin lebih tegas lagi, terkait pelarangan Go-Jek tersebut," kata dia.

Lebih jauh lagi, Ahmad mengatakan, penindakan ojek online dilakukan oleh Satpol PP, sementara polisi hanya membantu.

Sebelumnya beroperasinya Go-Jek di Solo menyebabkan terjadinya gesekan. Seperti terjadinya pengeroyokan terhadap seorang pengemudi Go-Jek oleh sekelompok warga di daerah Purwosari, Solo, pekan lalu

Pengeroyokan tersebut terjadi pada Selasa malam (11/10/2016) dan membuat Kristian Wibowo terpaksa dirawat di rumah sakit.

Mendengar salah satu rekannya dikeroyok, puluhan pengemudi Go-Jek melakukan sweeping di beberapa lokasi pangkalan ojek di Stasiun Purwosari.

Pihak kepolisian mengaku sudah memeriksa 7 saksi terkait kasus pengeroyokan tersebut.

Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo sendiri menyatakan, tetap tidak mengizinkan Go-Jek untuk beroperasi di kotanya. Pihaknya akan melakukn razia terhadap ojek online di Solo.

"Dari awal memang belum diijinkan, karena berpotensi ada konflik sosial, maka akan kita tertibkan," dia beberapa waktu lalu. 

Baca: Go-Jek Tetap Dilarang di Solo

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com