Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tolak Ajakan Bersetubuh di Kebun, IRT Potong Kemaluan Selingkuhannya

Kompas.com - 15/09/2015, 18:33 WIB
Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere

Penulis

SOE, KOMPAS.com - Orpah Banoet (48), seorang ibu rumah tangga asal Desa Sebot, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) nekat memotong kemaluan Yohanis Tuan (60), tetangga juga selingkuhannya setelah dipaksa berhubungan intim sebanyak dua kali.

“Pelaku Orpa Banoet saat diperiksa mengaku bahwa keduanya sudah berhubungan intim satu kali, tapi karena korban Yohanis memaksanya untuk melanjutkan hubungan seks untuk kali kedua, maka Orpa Banoet lalu emosi dan kemudian menyayat penis Yohanis hingga nyaris putus,” kata Kapolsek Mollo Utara, Iptu Oktovianus Seli kepada Kompas.com, Selasa (15/9/2015).

Menurut Oktovianus, pelaku sangat kesal ketika diminta untuk berhubungan intim untuk kali yang kedua di luar rumah atau tepatnya di dekat pohon pisang. Orpa menolak permintaan itu karena takut tepergok suaminya yang sedang tidur di bagian belakang kediamannya.

“Pelaku sudah punya suami, anak dan cucu. Begitu pun Yohanis juga sudah memiliki istri, anak dan cucu. Keduanya berselingkuh sejak Desember 2013 lalu dan dalam rentang waktu tersebut, keduanya sudah berulang kali berhubungan badan,” ujar Oktovianus.

Saat ini kata Oktovianus, Orpa masih diperiksa intensif oleh polisi, sedangkan Yohanis yang sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soe, dirujuk ke RSU WZ Johannes, Kupang karena luka di kemaluannya terlalu parah.

Sebelumnya telah diberitakan, Orpah Banoet memotong kemaluan selingkuhannya Yohanis Tuan dengan menggunakan pisau dapur pada Minggu (13/9/2015) pagi. Usai melakukan aksinya itu, Orpah yang telah memiliki sejumlah cucu itu, langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Mollo Utara. (baca: Usai Potong Penis Selingkuhan, IRT Serahkan Diri ke Polisi)


Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com