Tepergok Sediakan Tarian Erotis, Kafe "JJ Royal" Cuma Ditegur - Kompas.com

Tepergok Sediakan Tarian Erotis, Kafe "JJ Royal" Cuma Ditegur

Kompas.com - 05/02/2015, 08:58 WIB
KOMPAS.com/ Junaedi ilustrasi
PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Warga Kota Probolinggo, Jawa Timur, dibuat heboh menyusul terungkapkan tempat hiburan "JJ Royal" yang menyediakan pertunjukan tarian erotis. Seperti yang telah diberitakan Kompas.com sebelumnya, temuan ini lalu mengundang reaksi dari banyak pihak yang menuntut agar tempat hiburan itu ditutup.

Penemuan pertunjukan tari erotis itu berawal dari razia gabungan polisi dan Satpol PP pada akhir pekan lalu. Saat operasi itu, aparat menemukan enam gadis hanya berpakaian dalam menari erotis. Lalu, desakan untuk penutupan tempat itu pun bermunculan. Lantas apa reaksi Pemerintah Kota Probolinggo sebagai pihak yang berwenang?

Pemkot Probolinggo ternyata hanya memberikan teguran atau peringatan keras terhadap pengelola kafe JJ Royal tersebut. Wakil Wali Kota Probolinggo Suhadak bersama Kepala Polresta AKPB Iwan Setiawan dan perwakilan Muspida memberikan surat peringatan keras dan meminta JJ Royal tidak kembali menyediakan tarian maksiat itu, Rabu kemarin.

Surat peringatan itu diterima langsung Janjun, pemilik kafe dan kuasa hukumnya, di kafe yang terletak di Jalan dr Soetomo. Kepada Janjun, Suhadak mengatakan, peringatan tersebut merespons temuan JJ Royal menyediakan penari erotis untuk menghibur pengunjung. Pemkot menganggap JJ Royal telah melakukan pelanggaran berat.

“Kami harap kafe ini tidak kembali menyediakan tarian erotis, karena tidak ada izinnya, dan jika mengajukan izin, pasti ditolak. Soal yang lain, kafe JJ Royal sudah lengkap izinnya. Sebab, warga dan elemen masyarakat mengaku resah atas kejadian itu, karena jelas mengancam moral para remaja,” kata Suhadak.

Sikap Pemkot Probolinggo dianggap adil. Sebab, menurut Janjun, tarian erotis tersebut sudah berlangsung lama, bahkan sejak kafe itu dimiliki oleh pemilik sebelumnya. Janjun mengaku hanya meneruskan layanan tarian erotis yang penarinya berasal dari luar kota.

Apalagi, Janjun selama ini mengaku merugi mengelola JJ Royal yang sebelumnya bernama kafe Marknauf. “Kami tidak pernah diberi peringatan terkait itu (tarian erotis). Jika memang melanggar, kami diberi peringatan. Terus terang saja, kami terus merugi sejak mengelola JJ Royal. Sudah ratusan juta digelontorkan, tapi pemasukannya tak sesuai,” ujar Janjun. (Baca: Sajikan Tarian Erotis, Sebuah Kafe di Probolinggo Terancam Ditutup)


Penulis: Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X