Sajikan Tarian Erotis, Sebuah Kafe di Probolinggo Terancam Ditutup

Kompas.com - 02/02/2015, 18:50 WIB
Ilustrasi: Tarian erotis KOMPAS.com/ JunaediIlustrasi: Tarian erotis
|
EditorFarid Assifa
PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Penduduk Kota Probolinggo, Jawa Timur, dibuat heboh setelah tempat hiburan JJ Royal tertangkap basah menyediakan tarian erotis. Sejumlah kalangan khawatir, keberadaan penari erotis tersebut bakal merusak moral para remaja. Tak heran jika pihak kepolisian, ekesekutif, legislatif dan ormas, meminta tempat hiburan itu ditutup.

Penemuan tari erotis di JJ Royal berawal dari razia gabungan polisi dan Satpol PP pada Minggu (1/2/2015) dini hari. Saat operasi itu, mereka menemukan enam gadis hanya berpakaian dalam menari erotis. Aksi itu mereka lakukan di depan penonton pengunjung JJ Royal. Akhirnya, para penari seronok itu diamankan dan didata oleh petugas.

Kabag Ops Polresta Kompol Suparlan menjelaskan, ada tiga pihak yang bisa dijerat pidana sesuai Undang-undang Pornografi. Pemilik JJ Royal dikenai pasal 33, EO atau agensi pasal 30 dan 33, serta keenam cewek penari erotis dijerat Pasal 34. Proses hukumnya akan terus dilanjut sambil menunggu saksi ahli apakah perbuatan mereka mengandung unsur pidana atau tidak.

“Saya merasa prihatin dan miris ada kafe yang menyediakan penari striptis. Dua dari keenam penari itu berumur 19 tahun. Mereka berasal dari luar kota, Jakarta, Kediri, Kepulauan Riau, Tangerang dan daerah lain. Kita tidak bisa mengantisipasi kedatangan mereka ke Kota Probolinggo,” ujar Suparlan di gedung DPRD, Senin (2/2/2015).

Izin baru

Anggota Komisi A Nur Hudana meminta Pemkot Probolinggo menghentikan izin untuk pendirian tempat hiburan baru. Hudana khawatir, tempat hiburan tersebut menyediakan penari erotis yang akan merusak moral remaja. Apalagi diketahui, delapan penonton tarian panas waktu operasi dilakukan merupakan para pelajar.

Astaghfirullahilazim. Saya minta izin pendirian tempat hiburan dihentikan. Bisa rusak moral remaja Kota Probolinggo. Baru saja kita deklarasi anti-narkoba, sekarang ada tarian erotis,” kata politisi PKB ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Robithotul Ma’ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) atau organisasi pesantren NU Kota Probolinggo, Abdul Azis mengimbau Pemkot Probolinggo berkomitmen menjaga moral anak bangsa, salah satunya menutup JJ Royal yang terbukti menyediakan tarian erotis. Pemilik JJ Royal, imbuh Azis, mesti dipidanakan karena menjual jasa pornografi.

Na’uzubillah min zalik. Semoga Kota Probolinggo tidak diazab oleh kemaksiatan. Pemkot Probolinggo harus tegas menyikapi ini. Izin pendirian lembaga pendidikan tak semudah mendirikan tempat hiburan,” ujarnya via pesan BBM.

Ketua Komisi A Ali Muchtar menegaskan, pihaknya akan melakukan revisi Perda No 9/2010 tentang Tempat Hiburan. Menurut dia, kejadian itu melanggar Pasal 33 juncto 34, 35, 36 UU No. 44/2008 tentang Pornografi. Komisi A juga menyarankan agar kegiatan apapun di JJ Royal ditutup.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.