Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Operasi Keamanan di Papua Dinilai Tak Efektif Atasi Masalah Kekerasan

Kompas.com - 17/03/2016, 10:18 WIB
Fabio Maria Lopes Costa

Penulis

JAYAPURA, KOMPAS.com - Koordinator Jaringan Damai Papua Pastor Neles Tebay menilai, kebijakan operasi keamanan pasca-insiden penyerangan warga sipil di Sinak, Kabupaten Puncak, tak akan efektif mengatasi masalah kekerasan di tanah Papua.

Hal ini disampaikan Neles di Jayapura pada Kamis (17/3/2016) menyikapi rencana pemerintah untuk menggelar operasi militer seperti yang dilaksanakan di Poso, Sulawesi Tengah.

Neles mengatakan, pemerintah Indonesia telah menggelar operasi militer di Papua sejak tahun 1962. Namun, aksi kekerasan antara aparat dan warga masih berlangsung hingga saat ini.

"Pengalaman di masa lalu telah membuktikan operasi keamanan di Papua sama sekali tak berhasil meredam aksi kekerasan. Mengapa pemerintah dan aparat mau mengulangi kembali kebijakan tersebut," kata Neles.

Menurutnya, pemerintah perlu mencari akar penyebab di balik aksi kekerasan yang terjadi di Papua. Sebab, setiap masalah kekerasan yang terjadi di Papua selalu mengandung dimensi politik.

"Operasi militer mungkin hanya mengatasi masalah di Sinak. Setelah itu, aksi kekerasan akan kembali terjadi di daerah lain di Papua," tutur Neles.

Ia pun menyatakan, pemerintah perlu membuka ruang dialog dengan kelompok yang berseberangan ideologi sehingga dapat tercapai solusi penanganan masalah keamanan di Papua.

"Contoh berhasil upaya dialog seperti perjanjian Helsinki yang bisa mengatasi konflik kekerasan antara pemerintah dengan Gerakan Aceh Merdeka," ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyatakan, pihaknya siap melaksanakan instruksi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Kemanan Luhut Binsar Panjaitan untuk pelaksnaan operasi keamanan di Papua.

"Kami bersama pihak Kodam XVII/Cenderawaasih akan menyiapkan format pelaksanaan operasi penegakan hukum. Persiapan meliputi jumlah personel dan waktu pelaksanaan operasi keamanan," ujarnya.

Ia menyatakan fokus operasi berlangsung di wilayah yang dikenal dengan segitiga hitam yang rawan terjadi kekerasan, yakni Puncak, Puncak Jaya, dan Lanny Jaya.

"Di tiga titik inilah kelompok tersebut sering menyerang aparat dan warga sipil. Dengan operasi penegakan hukum, kami akan berupaya menghentikan aksi kelompok itu," tegas Paulus.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com