Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jembatan Gantung Putus Diterjang Banjir, Satu Desa di Aceh Utara Terisolasi

Kompas.com - 21/04/2024, 15:50 WIB
Masriadi ,
Andi Hartik

Tim Redaksi

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Satu jembatan gantung yang menghubungkan Desa Riseh Teugeuh dengan Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, dilaporkan putus diterjang banjir.

Kepala Desa Riseh Teugeuh, Syukri Puteh menyebutkan, jembatan gantung itu puluhan tahun telah digunakan masyarakat pedalaman itu.

“Banjir malam hari. Karena debit air kencang dan mencapai jembatan, kayu-kayu jembatan gantung langsung rontok semuanya,” kata Syukri melalui sambungan telepon pada Minggu (21/4/2024).

Baca juga: Partai Aceh Usung 2 Eks Kombatan GAM Jadi Calon Bupati Aceh Utara

Dia menyebutkan, jembatan itu menjadi akses utama masyarakat pedalaman Desa Riseh Teugeuh. Bahkan, untuk menuju ke pusat kecamatan, masyarakat juga melewati jembatan tersebut.

“Kami sudah laporkan ke camat untuk kondisi ini. Kami harap bisa segera diperbaiki,” harapnya.

Baca juga: Pemuda 25 Tahun yang Berulang Kali Perkosa Siswi SMA di Aceh Utara Ditangkap

Selain itu, dia meminta Penjabat Bupati Aceh Utara, Mahyuzar, untuk membangun tebing bibir sungai agar saat banjir air sungai tidak meresbes ke permukiman dan perkebunan warga.

Camat Sawang, Aceh Utara, Mazinuddin, menyebutkan telah melaporkan kondisi jembatan itu ke Bupati Aceh Utara.

Sedangkan, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Aceh Utara, Jafar, belum menjawab pesan singkat yang dikirimkan lewat aplikasi WhatsApp hingga berita ini diturunkan. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

KSP Kopdit Pintu Air Minta Perbaikan Jalan, Pj Bupati Sikka: Saya Tidak Janji tapi Saya Catat

KSP Kopdit Pintu Air Minta Perbaikan Jalan, Pj Bupati Sikka: Saya Tidak Janji tapi Saya Catat

Regional
Keluarga Kalin Puas Pratu FS Jadi Tersangka, Minta Pelaku Dihukum Mati

Keluarga Kalin Puas Pratu FS Jadi Tersangka, Minta Pelaku Dihukum Mati

Regional
3 Desa di Bangka Belitung Terendam Banjir, 225 Jiwa Terdampak

3 Desa di Bangka Belitung Terendam Banjir, 225 Jiwa Terdampak

Regional
Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Regional
Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Regional
Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Regional
Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Regional
Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Regional
Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Regional
Warung Seblak di Ciamis Diserbu Ratusan Pelamar Kerja, Pemilik Hanya Terima 20 Orang

Warung Seblak di Ciamis Diserbu Ratusan Pelamar Kerja, Pemilik Hanya Terima 20 Orang

Regional
Cerita Pengacara Vina Cirebon, Suami Dibunuh 6 Tahun Lalu di Lampung dan 7 Pelakunya Belum Ditangkap

Cerita Pengacara Vina Cirebon, Suami Dibunuh 6 Tahun Lalu di Lampung dan 7 Pelakunya Belum Ditangkap

Regional
Warga Lampung Barat Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Warga Lampung Barat Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Regional
Mandi di Laut, 4 Orang di Purworejo Terseret Ombak, 1 Belum Ditemukan

Mandi di Laut, 4 Orang di Purworejo Terseret Ombak, 1 Belum Ditemukan

Regional
Status Gunung Kelimutu Naik dari Level Normal ke Waspada

Status Gunung Kelimutu Naik dari Level Normal ke Waspada

Regional
Kawah Panas Bumi Erupsi, Aktivitas Pertanian dan Pariwisata Dihentikan Sementara

Kawah Panas Bumi Erupsi, Aktivitas Pertanian dan Pariwisata Dihentikan Sementara

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com