Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aktivitas Erupsi Gunung Ruang Menurun, Peringatan Tsunami Dicabut

Kompas.com - 21/04/2024, 14:51 WIB
Agie Permadi,
Andi Hartik

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Aktivitas erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, menunjukkan penurunan. Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencabut peringatan risiko tsunami. Meski begitu, level Gunung Ruang masih tetap di level IV Awas.

"Potensi erupsi besar menurun sehingga kecil kemungkinan potensi tsunami," kata Kepala PVMBG Badan Geologi, Hendra Gunawan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/4/2024).

Hendra menjelaskan, dari hasil pemantauan visual pada tanggal 21 April 2024 sekitar 12.00 Wita, asap kawah utama berwarna putih teramati dengan intensitas tebal tinggi maksimal 200 meter dari puncak dan tidak teramati adanya erupsi.

"Hal ini menunjukkan adanya penurunan aktivitas erupsi di Gunung Ruang," ucapnya.

Baca juga: Update Dampak Erupsi Gunung Ruang: Ribuan Warga Mengungsi di Sejumlah Titik

Hasil pemantauan kegempaan tanggal 21 April 2024 periode 00.00-12.00 Wita tercatat 25 kali gempa vulkanik dangkal dan 19 kali gempa vulkanik dalam.

"Potensi bahaya yang mungkin terjadi adalah erupsi eksplosif menghasilkan lontaran batu (pijar) ke segala arah yang bisa diikuti dengan awan panas maupun erupsi efusif (aliran lava)," ucapnya.

Baca juga: 12 Desa/Kelurahan Terdampak Erupsi Gunung Ruang, Ribuan Warga Mengungsi

 

Saat ini, Tim PVMBG-Badan Geologi-KESDM telah memasang satu stasiun pemantauan berupa stasiun seismik di Pos PGA Ruang yang berjarak kurang lebih 5 kilometer dari puncak untuk memantau aktivitas Gunung Ruang.

"Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Ruang masih tinggi, oleh karena itu tingkat aktivitas Gunung Ruang masih tetap di level IV (Awas)," ucapnya.

Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat tetap waspada dengan tidak memasuki radius 6 kilometer dari pusat kawah aktif. Masyarakat yang bermukim di Pulau Tagulandang juga diminta waspadai potensi batuan pijar dan luruhan awan panas (surge) dan tetap menggunakan masker untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernapasan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com