Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Buntut Kasus Penggelembungan Suara, Anggota PPK di Magelang Disanksi

Kompas.com - 05/04/2024, 15:53 WIB
Egadia Birru,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

MAGELANG, KOMPAS.com – Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mertoyudan mendapatkan sanksi peringatan tertulis terkait kasus penggelembungan suara pada calon legislatif (caleg).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang, Ahmad Rofik mengatakan, tiga anggota PPK Mertoyudan melakukan pelanggaran etik sesuai rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat.

Mereka dikenakan sanksi berupa teguran tertulis agar berhati-hati ketika menjadi petugas penyelenggara pemilu.

Baca juga: Lanjutan Kasus Penggelembungan Suara di Magelang, Bawaslu: Tidak Ada Unsur Pidana

Rofik tidak merinci peran anggota PPK masing-masing dalam perkara penggelembungan suara. Ia juga tidak mengungkap apakah ada keuntungan yang didapat mereka atas perbuatan tersebut.

“Kami tidak sampai sedetail itu,” ucapnya kepada Kompas.com, Jumat (5/4/2024).

Adapun mereka yang dikenakan sanksi peringatan tertulis antara lain ketua Anita Widiastuti, staf administrasi Muis Mulyasari, dan anggota Evin Nasrulloh Ansori.

Khusus Evin, Rofik mengatakan, pengampu divisi teknis ini mengundurkan diri sebelum sanksi dijatuhkan. KPU menyetujui pengunduran dirinya pada 15 Maret 2024.

“Evin paling bertanggung jawab (dalam kasus penggelembungan suara) karena dia (pengampu) divisi teknis. Kegiatan hitung, rekapitulasi (suara), kan, tugasnya dia,” paparnya.

Dia menambahkan, Evin tidak akan diterima sebagai penyelenggara pemilu kelak, mengingat perbuatannya.

“Untuk (jadi penyelenggara) pilkada, misalnya, Evin (melambaikan tangan),” terangnya.

Diberitakan Kompas.com awal Maret lalu, sebanyak 12 dari 13 desa di Kecamatan Mertoyudan ditemukan kasus penggelembungan suara. Satu desa yang tidak ditemukan perkara itu adalah Desa Jogonegoro.

Bawaslu Kabupaten Magelang menemukan 476 suara yang bergeser. Seorang caleg DPR RI dapil VI Jateng menerima limpahan suara dari suara partai politik dan suara tidak sah.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M Habib Sholeh menyatakan, tidak ada unsur pidana pemilu dari kasus tersebut. Sebab, dinilai tidak menimbulkan dampak hilang atau berubahnya hasil perolehan suara parpol dan suara tidak sah.

Memang, sebanyak 476 suara sudah dikembalikan kepada parpol dan suara tidak sah.

Baca juga: Penggelembungan Suara oleh PPK Magelang, Bawaslu Minta Keterangan Terlapor

“Hasil penyelidikan Sat Reskrim Polresta Magelang dan kejaksaan juga tidak memenuhi unsur pidana pemilu. Hasil kajian Gakkumdu kasus ini tidak terpenuhi salah satu unsur seperti diatur Pasal 551 UU 7/2017 tentang Pemilu,” jelas Habib kepada Kompas.com, Selasa (2/4/2024).

Anehnya, Bawaslu menyatakan anggota PPK Mertoyudan melanggar kode etik penyelenggaraan pemilu. Praktik penggelembungan suara ini dilakukan anggota PPK lain menggunakan akun Sirekap Ketua PPK Mertoyudan.

Lebih aneh lagi, Habib sebut, tidak ada anggota PPK yang mengakui melakukan hal tersebut.

“Tidak ada yang mengakui menerima order penggeseran (suara). Tidak ada yang mengakui menerima imbalan,” klaimnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jejak Digital Pegi Setiawan Pada 2016 Diungkap | Pabrik Ekstasi di Medan Digerebek

[POPULER NUSANTARA] Jejak Digital Pegi Setiawan Pada 2016 Diungkap | Pabrik Ekstasi di Medan Digerebek

Regional
Cerita Warga Banten Kesulitan Air hingga Harus Mencuci di Sungai

Cerita Warga Banten Kesulitan Air hingga Harus Mencuci di Sungai

Regional
Bentrok Antar-kelompok di Wouma, 2 Orang Meninggal

Bentrok Antar-kelompok di Wouma, 2 Orang Meninggal

Regional
Menaruh Curiga, 6 Siswi SMP di Purworejo Bully Teman Sekolah

Menaruh Curiga, 6 Siswi SMP di Purworejo Bully Teman Sekolah

Regional
Oknum Pegawai Bank Maluku Kuras Uang Simpanan BI Rp 1,5 Miliar untuk Main Judi Online

Oknum Pegawai Bank Maluku Kuras Uang Simpanan BI Rp 1,5 Miliar untuk Main Judi Online

Regional
Jokowi Bakal Serahkan Sapi Kurban 1,23 Ton Usai Shalat Id di Semarang

Jokowi Bakal Serahkan Sapi Kurban 1,23 Ton Usai Shalat Id di Semarang

Regional
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

Regional
Juleha Kulon Progo Sarankan Pisau Stainless Steel untuk Sembelih Hewan Kurban

Juleha Kulon Progo Sarankan Pisau Stainless Steel untuk Sembelih Hewan Kurban

Regional
Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Kinerja Terbaik Se-Sumatera, Pj Walkot Risnandar Sampaikan Pesan Ini

Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Kinerja Terbaik Se-Sumatera, Pj Walkot Risnandar Sampaikan Pesan Ini

Regional
3 Tahun Gaya Kepemimpinan Kang DS, Rajin Turun ke Masyarakat dan Fokus pada Pelayanan

3 Tahun Gaya Kepemimpinan Kang DS, Rajin Turun ke Masyarakat dan Fokus pada Pelayanan

Regional
Wanita Tewas Dijambret di Pekanbaru, Pelaku Ditembak

Wanita Tewas Dijambret di Pekanbaru, Pelaku Ditembak

Regional
Alasan Warga Demak Pilih Menggelandang dan Sempat Tinggal di Goa Jepara

Alasan Warga Demak Pilih Menggelandang dan Sempat Tinggal di Goa Jepara

Regional
Pantai Kubu di Kotawaringin Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute 

Pantai Kubu di Kotawaringin Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute 

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com