Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Walhi Aceh: Kaji Ulang Izin di Kawasan Hutan, jika Ingin Atasi Banjir

Kompas.com - 27/01/2023, 14:19 WIB
Masriadi ,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

ACEH UTARA, KOMPAS.com- Direktur Esekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh Ahmad Solihin mendorong pemerintah di Aceh untuk mengkaji ulang seluruh perizinan usaha yang berada dalam kawasan hutan.

Hal itu dinilai penting untuk mengatasi akar masalah penyebab banjir yang terjadi setiap tahun seperti di Aceh Utara, Bireuen, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Kota Langsa dan Kabupaten Pidie.

Review ulang izin yang ada di kawasan hutan, baik itu izin tambang, energi, perkebunan dan lain sebagainya. Di sini titik simpul utama untuk mengatasi banjir di Aceh,” katanya per telepon, Jumat (27/1/2023).

Baca juga: Menelusuri Lokasi Banjir Terparah di Aceh Utara

Dia menyebutkan, banjir terjadi di Aceh karena kawasan hutan terus berkurang dari tahun ke tahun.

“Penting juga penertiban illegal logging di kawasan hutan Aceh,” katanya.

Dia mengungkapkan, Pemerintah Aceh sudah membentuk Dewan Sumber Daya Air Provinsi Aceh.

Seorang anak menuntut sepedanya di tengah banjir yang melanda Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, Aceh, Senin (23/1/2023). Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, hujan deras yang mengguyur Aceh Utara dalam dua hari terakhir mengakibatkan tujuh kecamatan di Aceh Utara terendam banjir dan sebanyak 11.202 jiwa warga terdampak banjir serta 420 jiwa mengungsi.ANTARA FOTO/RAHMAD Seorang anak menuntut sepedanya di tengah banjir yang melanda Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, Aceh, Senin (23/1/2023). Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, hujan deras yang mengguyur Aceh Utara dalam dua hari terakhir mengakibatkan tujuh kecamatan di Aceh Utara terendam banjir dan sebanyak 11.202 jiwa warga terdampak banjir serta 420 jiwa mengungsi.

Namun, dewan ini baru menggagas master plan untuk area Krueng (sungai) Kereuto, Kabupaten Aceh Utara. Dia menyarankan perlu master plan terpadu untuk kawasan sungai di seluruh Aceh.

“Jadi perlu penanganan komprehensif, agar banjir bisa benar-benar tidak terjadi lagi. Bukan sebatas membuat tanggul untuk sungai. Ini sifatnya sementara saja,” pungkasnya.

Baca juga: BERITA FOTO: Banjir Aceh Utara, Relawan Mulai Jangkau Daerah Terisolasi

Sebelumnya diberitakan, banjir merendam sejumlah daerah di Aceh seperti Aceh Utara, Bireuen, Pidie, dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Motif Menantu Otaki Pembunuhan Mertua di Kendari, Sakit Hati karena Tak Dianggap

Motif Menantu Otaki Pembunuhan Mertua di Kendari, Sakit Hati karena Tak Dianggap

Regional
Silsilah RA Kartini, Pejuang Emansipasi yang Berdarah Biru

Silsilah RA Kartini, Pejuang Emansipasi yang Berdarah Biru

Regional
Korban Meninggal Bentrok di Tual Maluku Dimakamkan

Korban Meninggal Bentrok di Tual Maluku Dimakamkan

Regional
Jeffri Kaget Kaus Merahnya Dipakai oleh Pembunuh Ibu dan Anak di Palembang, Diambil Pelaku dari Rumah Kosong

Jeffri Kaget Kaus Merahnya Dipakai oleh Pembunuh Ibu dan Anak di Palembang, Diambil Pelaku dari Rumah Kosong

Regional
Tradisi Sungkem Tlompak, Wujud Syukur Masyarakat Lereng Gunung Merbabu

Tradisi Sungkem Tlompak, Wujud Syukur Masyarakat Lereng Gunung Merbabu

Regional
Sepekan Setelah Lebaran, Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Brebes Rp 50.000 per Kg

Sepekan Setelah Lebaran, Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Brebes Rp 50.000 per Kg

Regional
Kronologi Ganda Bunuh Istri dan Anak Mantan Bos di Palembang gara-gara Gaji yang Dibayar Tak Sesuai

Kronologi Ganda Bunuh Istri dan Anak Mantan Bos di Palembang gara-gara Gaji yang Dibayar Tak Sesuai

Regional
Diadakan di 14 Titik, Festival Balon Udara di Wonosobo Bakal Dikunjungi Puluhan Ribu Wisatawan

Diadakan di 14 Titik, Festival Balon Udara di Wonosobo Bakal Dikunjungi Puluhan Ribu Wisatawan

Regional
Pembunuh Bocah TK yang Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Goa Terungkap, Saat Ini Masih Buron

Pembunuh Bocah TK yang Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Goa Terungkap, Saat Ini Masih Buron

Regional
Warga Anambas Diimbau Tak Pakai Sepeda Listrik di Jalan Raya

Warga Anambas Diimbau Tak Pakai Sepeda Listrik di Jalan Raya

Regional
Hari Pertama Buka Usai Lebaran, Kantor Samsat Kebumen Peroleh Rp 887 Juta Pembayaran Pajak

Hari Pertama Buka Usai Lebaran, Kantor Samsat Kebumen Peroleh Rp 887 Juta Pembayaran Pajak

Regional
Paling Diminati Saat Lebaran, Kota Lama Semarang Dikunjungi 246.000 Wisatawan

Paling Diminati Saat Lebaran, Kota Lama Semarang Dikunjungi 246.000 Wisatawan

Regional
Pensiunan ASN di Kupang Tewas Gantung Diri

Pensiunan ASN di Kupang Tewas Gantung Diri

Regional
Pemkab Sikka NTT Siapkan 1.000 Dosis Vaksin Cegah Rabies di Palue

Pemkab Sikka NTT Siapkan 1.000 Dosis Vaksin Cegah Rabies di Palue

Regional
Buron Setahun, Perampok Karyawan Koperasi di Musi Rawas Tewas Ditembak

Buron Setahun, Perampok Karyawan Koperasi di Musi Rawas Tewas Ditembak

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com