0
KILAS DAERAH

Kilas Daerah Banyuwangi

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Kompas.com - 02/12/2022, 09:44 WIB

KOMPAS.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, permasalahan stunting masih menjadi kendala besar dalam menyiapkan generasi unggul dan kompetitif. Untuk itu, percepatan penanganannya harus terus digencarkan.

Saat ini prevalensi stunting di Banyuwangi adalah 20 persen atau lebih rendah jika dibanding rata-rata kabupaten atau kota se-Jawa Timur (Jatim) yang sebesar 23,5 persen.

"Kami punya mimpi pada 2024 angka stunting Banyuwangi di bawah 14 persen, atau bahkan zero pada beberapa tahun lagi ke depannya," ujar Ipuk, dikutip dari keterangan persnya, Jumat (2/12/2022).

Dia mengatakan itu di  sela-sela rangkaian program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Wringin Putih, Rabu (30/11/2022).

Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggenjot berbagai program penanganan stunting dan melibatkan berbagai pihak.

Baca juga: Respons Antusias Rembug Pemuda Banyuwangi, Bupati Ipuk: Kita Harus Berkolaborasi Bersama

Salah satunya, Ipuk terus meninjau penanganan stunting di desa-desa, terutama saat menjalankan program Bunga Desa. 

Paling baru, dia meninjau perkembangan balita berusia 18 bulan di Dusun Kabat Mantren, Desa Wringinputih itu yang sebelumnya mengalami stunting.

Ipuk meminta kepada orangtua dan tenaga kesehatan yang bertugas untuk terus memantau tumbuh kembang balita tersebut.

"Selalu pantau perkembangannya. Beri makanan yang bernutrisi tinggi. Di Muncar banyak ikan, itu jadikan asupan putranya karena gizinya tinggi,” katanya kepada orangtua balita tersebut, dalam keterangan pers, Jumat (2/12/2022).

Ipuk juga meminta tenaga kesehatan untuk rutin mendatangi masyarakat atau jemput bola dalam memeriksa tumbuh kembang balita.

Baca juga: Wadahi Ketangkasan Digital Anak Muda, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Hacking Day Competition

“Pemerintah tidak bisa sendiri dalam penanganan stunting ini. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bergotong royong menekan stunting di Banyuwangi,” jelasnya.

Selain peninjauan rutin, Pemkab Banyuwangi juga meluncurkan program Banyuwangi Tanggap Stunting (BTS).

Program tersebut berhasil menekan tingkat balita kekurangan gizi di Banyuwangi. Pada 2021, terdapat 4.371 kasus stunting. Kini, tingkat stunting mampu ditekan hingga 2.704 kasus selama 2022.

Ipuk menjelaskan, salah satu aksi dalam program BTS adalah pemberian makanan tambahan (PMT) secara rutin kepada anak-anak penderita stunting maupun yang berpotensi mengalami stunting.

"Sebulan sekali, kami juga gerakkan ribuan aparatur sipil negara (ASN) untuk belanja makanan bergizi untuk lewat Hari Belanja UMKM. Hasilnya, kami donasikan untuk penanganan stunting,” ungkap Ipuk.

Baca juga: Kepala BKKBN: Stunting pada Anak Tidak Genetik, tapi karena Salah Urus

Pemkab Banyuwangi juga mengajak Dinas Pertanian dan Pangan (Distan) Banyuwangi untuk memberikan bantuan bibit sayuran kepada orangtua balita stunting

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menambahkan, pemberian PMT merupakan hasil kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Amir menjelaskan, PMT diberikan sesuai kondisi anak dan faktor penyebab stunting. Contohnya, untuk penderita stunting yang usianya kurang dari dua tahun diberikan bahan pangan berprotein tinggi dengan harapan kondisinya segera membaik.

"Selain PMT, mereka juga diintervensi sesuai faktor penyebabnya. Misalnya, dibangunkan mandi cuci kakus (MCK) jika alasan stunting karena lingkungan," ujar Amir.

Selain program penanganan, Pemkab Banyuwangi juga melakukan sejumlah upaya preventif, mulai dari pendampingan kepada remaja putri, calon pengantin, hingga ibu hamil berisiko tinggi.

Baca juga: Pentingnya Memantau Berat Badan Anak untuk Deteksi Stunting

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Regional
Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Regional
Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Regional
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.