Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tercatat 5.782 Pelanggar ETLE di Batam, Baru 550 Orang Bayar Denda

Kompas.com - 01/12/2022, 19:47 WIB
Hadi Maulana,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

BATAM, KOMPAS.com – Sebanyak 550 pelanggar tilang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tercatat telah melakukan pembayaran denda tilang, yang diterima pelanggar melalui kantor pos.

Namun angka tersebut tidak sebanding dengan total jumlah pelanggar yang telah mencapai angka 5.782 sejak ETLE diterapkan di Batam sejak Oktober silam.

“Total pembayar tilang ETLE masih sebanyak 550 orang. Sementara total pelanggar itu sudah mencapai 5.782 orang,” kata Direktur Ditlantas Polda Kepri Kombes Pol Tri Yulianto di Mapolda Kepri, Kamis (1/12/2022).

Baca juga: 11 Kamera ETLE Dipasang di Sukoharjo Mulai Kartasura hingga Jalur Wonogiri

Tri mengimbau, agar para pelanggar yang telah menerima surat tilang melalui Kantor Pos, dapat segera melapor guna melakukan verifikasi pelanggaran.

“Bagi yang telah mendapat surat, diimbau kesadaran untuk dapat melakukan pengurusan denda sesuai pelanggarannya. Nanti akan dilakukan verifikasi,” jelas Tri Yulianto.

Dari total tersebut, sejumlah titik yang disebut sebagai lokasi dominan melakukan pelanggaran di antaranya kawasan lampu merah KDA, Batam Center, dan Batamindo Mukakuning.

Kebanyakan pelanggar kendaraan roda empat tidak menggunakan sabuk pengaman dan pengendara sepeda motor tidak mengenakan helm.

Pihak Ditlantas Polda Kepri juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak resah dalam menghadapi titik kamera ETLE.

“Selama menjaga ketertiban dan patuh terhadap aturan berlalu lintas,” jelas Tri Yulianto.

Tri Yulianto menambahkan, bagi penegakkan hukum ETLE bagi WNA, Ditlantas Polda Kepri juga melakukan penyesuaian kareteristik.

“Tidak menutup kemungkinan mereka juga melakukan pelanggaran lalu lintas,” tegas Tri Yulianto.

Baca juga: Marak Kendaraan Lepas Pelat Nomor untuk Hindari ETLE, Belum Ada yang Ditilang Manual di Jakbar

Untuk kasus pelanggaran lalu lintas oleh WNA, sejauh ini tercatat satu WNA asal Singapura yang terjaring ETLE, dan telah melakukan kewajibannya sesuai dengan aturan yang berlaku tersebut.

“Harapannya dengan adanya ETLE ini masyarakat pengguna jalan tidak perlu takut karena ini sifatnya untuk edukasi ke masyarakat agar bisa membudayakan tertib lalu lintas,” pungkas Tri Yulianto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Anak Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu Kandung di Aceh Besar

Anak Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu Kandung di Aceh Besar

Regional
'Memang Jatahnya Lahirnya Tanggal Segitu, Masa Mau Ditahan, Mau Kembali ke Rahim”

"Memang Jatahnya Lahirnya Tanggal Segitu, Masa Mau Ditahan, Mau Kembali ke Rahim”

Regional
Javanica Park di Muntilan: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Javanica Park di Muntilan: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Pemkot Padang Segera Gelar Operasi Pasar, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Pemkot Padang Segera Gelar Operasi Pasar, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Regional
Rekonstruksi Santri Dianiaya di Kediri, Pengacara Pelaku Sebut Tidak Ada Adegan Sudutan Rokok

Rekonstruksi Santri Dianiaya di Kediri, Pengacara Pelaku Sebut Tidak Ada Adegan Sudutan Rokok

Regional
Tangani Kasus Anggota DPRD NTT yang Terlibat Narkoba, BNN Libatkan Jaksa dan Polisi

Tangani Kasus Anggota DPRD NTT yang Terlibat Narkoba, BNN Libatkan Jaksa dan Polisi

Regional
Batik dan Aksesoris IKM Binaan Dekranasda Kabupaten Kediri Meriahkan Pameran Inacraft 2024

Batik dan Aksesoris IKM Binaan Dekranasda Kabupaten Kediri Meriahkan Pameran Inacraft 2024

Regional
Diduga  Selingkuh, Alat Kelamin Suami Dipotong Istri di Muba

Diduga Selingkuh, Alat Kelamin Suami Dipotong Istri di Muba

Regional
Dapat Penghargaan dari Baznas, Pj Gubernur Jateng Ingin Fokus Entaskan Kemiskinan

Dapat Penghargaan dari Baznas, Pj Gubernur Jateng Ingin Fokus Entaskan Kemiskinan

Regional
Saksi Pemilu di Solo Dianiaya Gara-gara Pindah Parpol

Saksi Pemilu di Solo Dianiaya Gara-gara Pindah Parpol

Regional
10 'Emak-emak' Tertangkap Main Judi Pakai Kelereng

10 "Emak-emak" Tertangkap Main Judi Pakai Kelereng

Regional
Lantik SF Hariyanto Jadi Pj Gubernur Riau, Mendagri Tito Titipkan Pesan Ini

Lantik SF Hariyanto Jadi Pj Gubernur Riau, Mendagri Tito Titipkan Pesan Ini

Regional
Update Banjir Demak: 13.417 Siswa Terdampak, Sejumlah Sekolah Masih Libur

Update Banjir Demak: 13.417 Siswa Terdampak, Sejumlah Sekolah Masih Libur

Regional
Diduga Kondisikan PPK, Komisioner KPU Wonosobo Jadi Tersangka

Diduga Kondisikan PPK, Komisioner KPU Wonosobo Jadi Tersangka

Regional
Dampak Erupsi Marapi, BIM Kembali Ditutup Sementara

Dampak Erupsi Marapi, BIM Kembali Ditutup Sementara

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com