Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Api dan Asap Kembali Muncul dari Tanah di TTS, Kades Sebot: Sudah 2 Kali Bunyi Ledakan

Kompas.com - 05/10/2022, 18:33 WIB

 

Di wilayah ini, lanjut Devy, memang salah satunya tersusun oleh batuan vulkanik, tetapi berasal dari aktivitas gunung purba. Devy menuturkan, sebelum fenomena ini muncul telah terjadi longsor.

Longsor ini, kata dia, adalah proses pergerakan lapisan tanah penutup yang berada di atas batu lempung, di mana bebatuan itu berperan sebagai bidang gelincir longsor.

Selanjutnya, batu lempung yang bersifat kedap, sebelumnya kemungkinan berada di atas endapan rawa yang kaya akan lapisan organik, yang dapat terubah menjadi gas metana.

"Dengan kata lain, batu lempung ini berperan sebagai cap rock atau perangkap gas metana, sehingga gas metana terakumulasi dalam batuan di bawah batu lempung," kata Devy.

Setelah longsor, batu lempung akan tersingkap dan kemungkinan batu lempung ini mengalami keretakan, sehingga gas metana yang terperangkap di bawahnya naik ke permukaan, lalu mengalami kontak dengan udara di permukaan sehingga terbakar.

Air panas yang keluar, lanjut Devy, dapat berasosiasi dengan struktur geologi (sesar/patahan) di wilayah ini, dan bau belerang bisa berasosiasi dengan gas yang terperangkap tadi.

Baca juga: Aniaya Staf, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten TTS Jadi Tersangka

"Kesimpulannya adalah bahwa fenomena yang terjadi di Timor Tengah Selatan sangat kecil kemungkinan berkaitan dengan aktivitas gunung api, apalagi sampai menghasilkan gunung api yang baru," ujar dia.

Proses pembentukan gunung api, lanjut Devy, tentunya membutuhkan pergerakan magma dari dalam ke permukaan. Jika itu terjadi, maka umumnya akan disertai peningkatan kegempaan yang sangat signifikan di wilayah tersebut.

Namun, faktanya, hingga saat ini, belum dilaporkan adanya peningkatan kegempaan di wilayah tersebut. Masyarakat diharapkan tetap tenang, kemungkinan aktivitas ini akan mereda dengan sendirinya.

Meski begitu, masyarakat diminta tak beraktivitas di sekitar area untuk sementara waktu. Imbauan itu dikeluarkan karena area longsor dikhawatirkan belum stabil.

"Ancaman keracunan gas juga kecil, kalau udara terbuka karena konsentrasi gas tercacah oleh udara di sekitar. Penyelidikan lapangan lebih lanjut dibutuhkan untuk dapat menghasilkan analisis lebih mendalam," kata Devy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serang Disebut Tak Pantas Jadi Ibu Kota Banten, Wali Kota: Usianya Baru 15 Tahun, Butuh Perbaikan

Serang Disebut Tak Pantas Jadi Ibu Kota Banten, Wali Kota: Usianya Baru 15 Tahun, Butuh Perbaikan

Regional
Keluarga 2 Terpidana Korupsi Datangi Kantor Kejaksaan Lampung, Bayar Denda Perkara Ratusan Juta

Keluarga 2 Terpidana Korupsi Datangi Kantor Kejaksaan Lampung, Bayar Denda Perkara Ratusan Juta

Regional
Petani Milenial Jadi Program Unggulan Pemkab Ogan Ilir Kembalikan Potensi Generasi Muda

Petani Milenial Jadi Program Unggulan Pemkab Ogan Ilir Kembalikan Potensi Generasi Muda

Regional
Kasus Meningkat, NTT Dapat 3 Alat Deteksi Virus ASF dari Australia

Kasus Meningkat, NTT Dapat 3 Alat Deteksi Virus ASF dari Australia

Regional
Kala KKB Sandera Pilot Susi Air dan 15 Pekerja Bangunan di Nduga...

Kala KKB Sandera Pilot Susi Air dan 15 Pekerja Bangunan di Nduga...

Regional
Dituding Bayar Club Pakai Cek Kosong, Presiden Persiraja Dipolisikan

Dituding Bayar Club Pakai Cek Kosong, Presiden Persiraja Dipolisikan

Regional
Kapolda Papua: KKB Mengira Pesawat Susi Air Akan Dipakai Mengevakuasi 15 Tukang yang Disandera

Kapolda Papua: KKB Mengira Pesawat Susi Air Akan Dipakai Mengevakuasi 15 Tukang yang Disandera

Regional
 [POPULER NUSANTARA] Gempa M 5,2 Guncang Banten | Ijazah Gibran Disebut Palsu hingga Beli dari Luar Negeri

[POPULER NUSANTARA] Gempa M 5,2 Guncang Banten | Ijazah Gibran Disebut Palsu hingga Beli dari Luar Negeri

Regional
Kisah Aunil, Pembuat Kue Ganjel Rel Dugderan Khas Kota Semarang

Kisah Aunil, Pembuat Kue Ganjel Rel Dugderan Khas Kota Semarang

Regional
Melihat Sumur Air Tawar di Teluk Bima, Dipakai Warga untuk Kebutuhan Sehari-hari

Melihat Sumur Air Tawar di Teluk Bima, Dipakai Warga untuk Kebutuhan Sehari-hari

Regional
Mengenal Komodo, Karakteristik hingga Perkembangbiakan

Mengenal Komodo, Karakteristik hingga Perkembangbiakan

Regional
Prakiraan Cuaca di Bandung Hari Ini, 8 Februari 2023: Berawan hingga Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca di Bandung Hari Ini, 8 Februari 2023: Berawan hingga Hujan Sedang

Regional
Pasien Anak Gangguan Ginjal Dirawat di RS Moewardi, Direktur Pastikan Bukan Akut

Pasien Anak Gangguan Ginjal Dirawat di RS Moewardi, Direktur Pastikan Bukan Akut

Regional
Berduel gara-gara Tak Terima Pacar Dirayu, Pelajar SMK di Lombok Tengah Ditusuk

Berduel gara-gara Tak Terima Pacar Dirayu, Pelajar SMK di Lombok Tengah Ditusuk

Regional
Membandel, 4 Lokasi Tambang Liar di Pati Ditutup Paksa ESDM dan Petugas Gabungan

Membandel, 4 Lokasi Tambang Liar di Pati Ditutup Paksa ESDM dan Petugas Gabungan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.