Kompas.com - 10/08/2022, 13:19 WIB

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Pemerintah Pusat dan Provinsi NTT memutuskan menunda pemberlakuan kenaikan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo menjadi Rp 3.75 juta.

Semula, tarif baru tersebut mulai berlaku pada awal Agustus 2022 ini. Namun, karena ditolak warga dan pelaku wisata, pemerintah pun menunda pemberlakuan tarif tersebut hingga akhir 2022.

Rencananya tarif baru itu akan mulai berlaku awal Januari 2023 mendatang.

Baca juga: Waktu Kunjungan Wisatawan di Pulau Komodo Rata-rata Hanya 2 Jam, Astindo: Tak Ganggu Ekosistem

Menanggapi itu, Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri) Cabang Manggarai Barat Budi, mengatakan, penundaan pemberlakuan tarif masuk ke TN Komodo itu adalah hasil dari usaha para pelaku wisata yang menyampaikan aspirasi dengan berbagai cara.

Namun, penundaan itu, kata dia, bukan akhir karena hanya bersifat sementara.

"Masalah yang sebenarnya belum terselesaikan," tegas Budi saat dihubungi Kompas.com, Rabu siang.

Baca juga: Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Ia menyebutkan, untuk bisa membuat program pariwisata yang dicanangkan oleh pemerintah bisa berhasil, diperlukan upaya yang lebih besar lagi.

Di mana pemerintah dan stakeholder perlu duduk bersama, membuka secara transparan semua permasalahan atau kebutuhan dan menyusun jalan keluar bersama.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gibran Akui Banyak Dikritik Saat Bertemu Rocky Gerung: Saya Dukung, Lebih Galak Lebih Bagus

Gibran Akui Banyak Dikritik Saat Bertemu Rocky Gerung: Saya Dukung, Lebih Galak Lebih Bagus

Regional
Pria di Banyumas Siram Istri Pakai Air Keras hingga Cacat karena Menolak 'Dijual' ke Lelaki Hidung Belang

Pria di Banyumas Siram Istri Pakai Air Keras hingga Cacat karena Menolak "Dijual" ke Lelaki Hidung Belang

Regional
Musim Hujan Segera Tiba, Wali Kota Surabaya Minta Pengerjaaan Saluran dan Sodetan Dikebut

Musim Hujan Segera Tiba, Wali Kota Surabaya Minta Pengerjaaan Saluran dan Sodetan Dikebut

Regional
Polda Jateng Belum Tahu Alasan Bripda Dirgantara Bawa Paket Berisi Petasan yang Meledak di Asrama Brimob

Polda Jateng Belum Tahu Alasan Bripda Dirgantara Bawa Paket Berisi Petasan yang Meledak di Asrama Brimob

Regional
Jembatan Sementara Ambruk Dihantam Truk, Bocah SD di Kalbar Meniti Sungai untuk Sampai Sekolah

Jembatan Sementara Ambruk Dihantam Truk, Bocah SD di Kalbar Meniti Sungai untuk Sampai Sekolah

Regional
Polisi Periksa Pengirim dan Penerima Paket Berisi Petasan di Asrama Polisi Sukoharjo

Polisi Periksa Pengirim dan Penerima Paket Berisi Petasan di Asrama Polisi Sukoharjo

Regional
Mahasiswa di Lahat Sumsel Cabuli Keponakannya yang Masih Balita

Mahasiswa di Lahat Sumsel Cabuli Keponakannya yang Masih Balita

Regional
Warga Bima Serahkan 2 Pucuk Senpi Rakitan yang Digunakan untuk Berburu Satwa Liar

Warga Bima Serahkan 2 Pucuk Senpi Rakitan yang Digunakan untuk Berburu Satwa Liar

Regional
Cerita Pilu Dokter Muda Meninggal di Hari Pernikahannya, Alumnus Terbaik FK Unismuh Makassar

Cerita Pilu Dokter Muda Meninggal di Hari Pernikahannya, Alumnus Terbaik FK Unismuh Makassar

Regional
Antisipasi Gerakan Massa Terkait Kasus Hukum Lukas Enembe, Polda Papua Tingkatkan Patroli

Antisipasi Gerakan Massa Terkait Kasus Hukum Lukas Enembe, Polda Papua Tingkatkan Patroli

Regional
Tanahnya Dirampas Mafia Tanah, Petani Transmigran Demo ke Kantor Gubernur Jambi

Tanahnya Dirampas Mafia Tanah, Petani Transmigran Demo ke Kantor Gubernur Jambi

Regional
Tokoh Pemuda Adat Papua Desak Lukas Enembe Jalani Pemeriksaan di KPK

Tokoh Pemuda Adat Papua Desak Lukas Enembe Jalani Pemeriksaan di KPK

Regional
Cemburu Jadi Alasan Perempuan di Mamuju Tikam Pacar

Cemburu Jadi Alasan Perempuan di Mamuju Tikam Pacar

Regional
Polisi Korban Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo Terancam Sanksi, Ini Penyebabnya

Polisi Korban Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo Terancam Sanksi, Ini Penyebabnya

Regional
Sopir Elf Kecelakaan Maut Tol Semarang-Solo Konsumsi Obat Sebelum Bekerja, Korban Tewas Jadi 7 Orang

Sopir Elf Kecelakaan Maut Tol Semarang-Solo Konsumsi Obat Sebelum Bekerja, Korban Tewas Jadi 7 Orang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.