Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Diduga Tewas Tersetrum, Mayat Wak Jon Baru Diketahui Satu Minggu

Kompas.com - 03/08/2022, 19:52 WIB

KOMPAS.com, MUARO JAMBI - Warga Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi heboh dengan penemuan mayat tukang servis elektronik di dalam rumahnya, Selasa (2/8/2022).

Pasalnya jenazah yang kerap disapa Wak Jon (66) itu, baru diketahui meninggal setelah satu minggu. Hal ini diketahui dari hasil visum kepolisian dan dari aroma mayat tersebut.

Kapolres Muaro Jambi AKBP Yuyan Priatmaja melalui Kasi Humas AKP Amradi membenarkan hal ini.

Baca juga: Gara-gara Tagih Utang, Remaja di Jambi Dibunuh 3 Temannya, Mayat Korban Ditutupi Kayu dan Karung Pasir

 

Dia mengatakan, mayat ditemukan di RT 05 Desa Kota Karang perbatasan antara RT 10 Desa Pudak Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, pada Selasa (2/8/2022).

Begitu sampai lokasi, polisi langsung mengevakuasi mayat ke RS Polisi Bhayangkara Jambi menggunakan ambulans.

Amradi mengatakan mayat berjenis kelamin lelaki dan usia 66 tahun.

"Kondisi mayat yang ditemukan sudah mengeluarkan bau tidak sedap, kondisi hitam diduga akibat tersetrum aliran listrik dengan kondisi terlentang di tempat tidur," kata Amradi, Rabu (3/8/2022) melalui pesan WhatsApp.

Dikatakan Amradi, penemuan mayat berawal dari seorang warga yang hendak memancing. Begitu sampai di dekat rumah mayat, ia mencium aroma tak sedap, lalu menelusuri aroma itu.

Kanitreskrim IPDA H Sirait mengatakan, dari proses visum mayat telah meninggal dunia diperkirakan sekitar satu Minggu.

"Dari hasil visum mayat tersebut meninggal akibat kesetrum dan tidak ada tanda kekerasan di tubuh mayat. Dan itu juga kita temukan di samping mayat ada kabel colokan di samping sebelah kiri mayat saat kita lakukan proses sebelum evakuasi mayat," beber dia.

Baca juga: Kasus Mayat Dalam Karung di Banten: Kisah Cinta Paman dan Keponakan yang Berakhir Tragis

Untuk identitas mayat sendiri bernama Jhonny (66 tahun) biasa dipanggil dengan nama Wak Jon, beralamat di lorong Garuda RT 26 Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, pekerjaan beliau sehari-hari bekerja sebagai tukang servis elektronik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dana BLT 94 Warga di Mamuju Diduga Digelapkan Kades, Kerugian Negara Rp 169 Juta

Dana BLT 94 Warga di Mamuju Diduga Digelapkan Kades, Kerugian Negara Rp 169 Juta

Regional
Momen Saat Kapolda NTT Gendong Nono, Sebut sebagai Bintang dari Selatan Indonesia

Momen Saat Kapolda NTT Gendong Nono, Sebut sebagai Bintang dari Selatan Indonesia

Regional
Banjir Sabang, 5 Rumah Tertimbun Longsor dan Jembatan ke Km 0 Putus

Banjir Sabang, 5 Rumah Tertimbun Longsor dan Jembatan ke Km 0 Putus

Regional
Soal Yeni, TKW Calon Korban Wowon Cs yang Lolos dari Pembunuhan, Sempat Ajak Korban Lain Gandakan Uang

Soal Yeni, TKW Calon Korban Wowon Cs yang Lolos dari Pembunuhan, Sempat Ajak Korban Lain Gandakan Uang

Regional
Puluhan Sapi Ternak di Mamuju Mati Mendadak, Diduga Terserang Virus Jembrana

Puluhan Sapi Ternak di Mamuju Mati Mendadak, Diduga Terserang Virus Jembrana

Regional
Angkut Kayu Hasil Penebangan Liar di Hutan Register 38 Lampung, 2 Pedagang Gelap Ditangkap

Angkut Kayu Hasil Penebangan Liar di Hutan Register 38 Lampung, 2 Pedagang Gelap Ditangkap

Regional
Tangkap Mantan Kadus Tersangka Perampokan, Polisi Sempat Diadang Masyarakat hingga Diteriaki Maling Lewat Toa Mushala

Tangkap Mantan Kadus Tersangka Perampokan, Polisi Sempat Diadang Masyarakat hingga Diteriaki Maling Lewat Toa Mushala

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Januari 2023

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Januari 2023

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Januari 2023

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Januari 2023

Regional
Balai Karantina Pertanian Kupang Musnahkan 500 Kg Daging Babi dari Sulawesi Tenggara

Balai Karantina Pertanian Kupang Musnahkan 500 Kg Daging Babi dari Sulawesi Tenggara

Regional
Nakes di Luwu Timur yang Didenda Rp 2 Miliar usai Sidak Makanan Berformalin Akhirnya Dianulir MA

Nakes di Luwu Timur yang Didenda Rp 2 Miliar usai Sidak Makanan Berformalin Akhirnya Dianulir MA

Regional
Apip, Pengkritik Masa Jabatan Kades 9 Tahun, Yakin Tak Bersalah, Terpaksa Minta Maaf karena Diancam dan Ditekan

Apip, Pengkritik Masa Jabatan Kades 9 Tahun, Yakin Tak Bersalah, Terpaksa Minta Maaf karena Diancam dan Ditekan

Regional
Pemprov NTB Mulai Persiapkan Perhelatan WSBK 2023, Akan Ada Banyak 'Side Event'

Pemprov NTB Mulai Persiapkan Perhelatan WSBK 2023, Akan Ada Banyak "Side Event"

Regional
Ganjar dan Megawati Bertemu di Semarang, Pengamat Politik Lihat Cara Duduk Keduanya Kurang Rileks

Ganjar dan Megawati Bertemu di Semarang, Pengamat Politik Lihat Cara Duduk Keduanya Kurang Rileks

Regional
Tinggal di Bantaran Sungai dan Alami Stroke, Seorang Lansia di Malinau Jadi Langganan Korban Evakuasi Saat Banjir

Tinggal di Bantaran Sungai dan Alami Stroke, Seorang Lansia di Malinau Jadi Langganan Korban Evakuasi Saat Banjir

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.