Wabup Flores Timur Biayai Pendidikan Anak Katarina Kolin, Calon Pekerja yang Ditipu Calo

Kompas.com - 12/04/2022, 10:18 WIB

LARANTUKA, KOMPAS.com - Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli berjanji membiayai pendidikan anak-anak Katarina Kewa Kolin, warga Kelurahan Pohon Bao, Kecamatan Larantuka, Flores Timur.

Katarina merupakan satu dari enam calon pekerja yang diamankan aparat Kepolisian Pelabuhan Makassar, saat akan diberangkatkan ke Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (10/4/2022).

Baca juga: Calo yang Rekrut Pekerja Asal NTT Minta Perlindungan, BP2MI Flores Timur: Kami Tidak Bisa Apa-apa

Agustinus mengaku prihatin atas peristiwa yang dialami Katarina yang ditipu calo berinisial VL. Calo tersebut mengiming-imingi Katarina dan rekannya untuk bekerja ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Oleh karena itu, Pemkab Flores Timur akan membiayai pendidikan buah hati Katarina yang hingga sekolah menengah atas (SMA).

“Ini sangat memprihatinkan. Saya pastikan biaya sekolah mereka baik SD, SMP dan SMA akan digratiskan. Itu urusan saya," ujar Agustinus saat dihubungi, Senin (11/4/2022).

Agustinus mengatakan, pihaknya sedang berupaya untuk memulangkan Katarina dan lima warganya dari Pelabuhan Makassar.

Ia juga meminta, masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri untuk lebih waspada terhadap para calo dengan iming-iming upah tinggi.

“Hati-hati bagi yang ingin kerja di luar. Perekrutnya orang kita sendiri yang menyusahkan. Ini tindak kejahatan perdagangan orang," pintanya.

Ia berharap, para calon pekerja menggunakan perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang legal sehingga tidak kesulitan di kemudian hari.

Sebelumnya, ATM, anak Katarina, melaporkan VL ke Polres Flores Timur pada Sabtu 9 April 2022.

ATM melaporkan ke polisi karena tidak terima dengan cara VL yang telah mengibuli ibunya.

ATM menceritakan, awalnya VL mengaku ibunya akan dipekerjakan di Jakarta. Nyatanya, sang ibu dan beberapa pekerja lain justru dibawa ke Kuala Lumpur, Malaysia.

“Di sini VL bilang mama kerja di Jakarta. Tapi, dalam perjalanan tiba-tiba mama bukan ke Jakarta tapi mau dibawa ke Kuala Lumpur. Padahal mama hanya bawa kartu vaksin dan KTP,” ucapnya.

Baca juga: 6 Pekerja Asal NTT yang Diduga Tertipu Calo Akan Segera Dipulangkan

Sebelum keberangkatan ibunya, ia juga sempat menandatangani dokumen persetujuan sebagai pengganti ayahnya.

"Karena bapak saya sudah meninggal, sebagai anak sulung pengganti bapak, saya yang tanda tangan surat persetujuan tersebut untuk ibu saya. Tapi, tidak ada dari perekrut mewakili PJTKI,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Heroik, Satpam di Lombok Timur Panjat Tiang Bendera 15 Meter Demi Ambil Tali

Heroik, Satpam di Lombok Timur Panjat Tiang Bendera 15 Meter Demi Ambil Tali

Regional
'Dari Lokasi Karhutla, Kami Menyampaikan Selamat HUT Ke-77 Republik Indonesia'

"Dari Lokasi Karhutla, Kami Menyampaikan Selamat HUT Ke-77 Republik Indonesia"

Regional
146 CPNS dan PPPK Ambon Dapat SK Pengangkatan di HUT Kemerdekaaan

146 CPNS dan PPPK Ambon Dapat SK Pengangkatan di HUT Kemerdekaaan

Regional
Lomba Minum Kopi Hitam Meriahkan Peringatan HUT ke-77 RI di Banda Aceh

Lomba Minum Kopi Hitam Meriahkan Peringatan HUT ke-77 RI di Banda Aceh

Regional
Aksi Heroik Yayan, Siswa SD di Maros Panjat Tiang Bendera Saat Pengait Lepas: Saya Lakukan Demi Bangsa

Aksi Heroik Yayan, Siswa SD di Maros Panjat Tiang Bendera Saat Pengait Lepas: Saya Lakukan Demi Bangsa

Regional
Bebas Setelah Dapat Remisi Kemerdekaan, 3 Napi di Lumajang Ditangkap Lagi

Bebas Setelah Dapat Remisi Kemerdekaan, 3 Napi di Lumajang Ditangkap Lagi

Regional
Keistimewaan Pacu Jalur, Tradisi Kebanggan Kuantan Singingi Provinsi Riau

Keistimewaan Pacu Jalur, Tradisi Kebanggan Kuantan Singingi Provinsi Riau

Regional
Kronologi Kasat Lantas Polres Madiun Kota Emosi dan Copot Baju, Tuduh Wartawan Lecehkan Istrinya

Kronologi Kasat Lantas Polres Madiun Kota Emosi dan Copot Baju, Tuduh Wartawan Lecehkan Istrinya

Regional
Menara Pandang Tele: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Menara Pandang Tele: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Regional
Ini Motif Banyak Menyekap dan Memerkosa Siswi SMP di Pati hingga Hamil

Ini Motif Banyak Menyekap dan Memerkosa Siswi SMP di Pati hingga Hamil

Regional
Perempuan di Tasikmalaya Meninggal Saat Lomba Balap Karung, Keluarga Anggap Musibah

Perempuan di Tasikmalaya Meninggal Saat Lomba Balap Karung, Keluarga Anggap Musibah

Regional
Profil Kabupaten Buton

Profil Kabupaten Buton

Regional
Lapangan Becek, Sepatu Dua Anggota Paskibra di Ciamis Lepas, Lanjutkan Tugas Tanpa Alas Kaki

Lapangan Becek, Sepatu Dua Anggota Paskibra di Ciamis Lepas, Lanjutkan Tugas Tanpa Alas Kaki

Regional
Kota Bandung Kembali Lakukan Aksi '3 Menit untuk Indonesia' di HUT Kemerdekaan RI

Kota Bandung Kembali Lakukan Aksi '3 Menit untuk Indonesia' di HUT Kemerdekaan RI

Regional
Asal Usul Bendera Merah Putih Raksasa 3.000 Meter Persegi di Palembang, Dijahit Selama 5 Hari 5 Malam

Asal Usul Bendera Merah Putih Raksasa 3.000 Meter Persegi di Palembang, Dijahit Selama 5 Hari 5 Malam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.