Kompas.com - 04/02/2022, 20:53 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com - Satu unit ambulans milik Pemerintah Kota Bengkulu yang berada di Kecamatan Gading Cempaka, Kelurahan Lingkar Barat, Provinsi Bengkulu, tergelincir di Kecamatan Putri Hijau, Bengkulu Utara, Jumat (4/2/2022).

Ambulans yang sedang membawa jenazah bayi itu tergelincir pada pukul 19.45 WIB.

Kecelakaan itu mengakibatkan kaca mobil pecah.

Baca juga: Ayah Bawa Jasad Bayinya Pakai Motor karena Uang Bayar Ambulans Kurang, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Sementara penumpang dan sopir ambulans dalam kondisi selamat.

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Persandian (Diskominfotik) Kota Bengkulu Eko Agusrianto membenarkan informasi mengenai insiden itu.

"Ambulans tersebut mengantar jenazah bayi dari RSUD M Yunus, Kota Bengkulu, bersama keluarga. Di perjalanan, karena kondisi hujan, mobil mengalami kecelakaan, tergelincir masuk parit," kata Eko saat dihubungi Kompas.com, Jumat (4/2/2022).

Baca juga: Masyarakat di Banten Dapat Peroleh Layanan Pengawalan Ambulans Gratis dari Polisi, Ini Caranya

Guna mengantisipasi hal yang tak diinginkan, akhirnya dikirim ambulans lain untuk mengantarkan pihak keluarga dan jenazah ke tujuan.

Sementara ambulans milik Pemkot Bengkulu yang tergelincir itu kembali ke Kota Bengkulu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bambang Pacul Sebut Puan Maharani Akan Temui Lagi Prabowo Subianto

Bambang Pacul Sebut Puan Maharani Akan Temui Lagi Prabowo Subianto

Regional
Sekda NTT Meninggal Dunia akibat Kecelakaan

Sekda NTT Meninggal Dunia akibat Kecelakaan

Regional
Serahkan 1.000 Paket Sembako di Solo, Puan Maharani Diteriaki Warga 'Mbak Puan Jadi Presiden'

Serahkan 1.000 Paket Sembako di Solo, Puan Maharani Diteriaki Warga "Mbak Puan Jadi Presiden"

Regional
Pasutri Tewas Saat Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan, Rencana Rayakan Ulang Tahun Anak

Pasutri Tewas Saat Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan, Rencana Rayakan Ulang Tahun Anak

Regional
Tumbuhkan Perekonomian UMKM dan Petani, Pemkab Wonogiri Gelar Festival Kopi dan Batik 2022

Tumbuhkan Perekonomian UMKM dan Petani, Pemkab Wonogiri Gelar Festival Kopi dan Batik 2022

Regional
Puan Maharani Minta Aparat Selidiki Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang

Puan Maharani Minta Aparat Selidiki Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang

Regional
Ratusan Korban Jiwa Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang, Ini Respons Ketua PSSI

Ratusan Korban Jiwa Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang, Ini Respons Ketua PSSI

Regional
Wanita Tertembak Polisi di Kaltara, Suami Korban: Anak Saya Kelas 6 SD Menangis Lihat Ibunya Berdarah

Wanita Tertembak Polisi di Kaltara, Suami Korban: Anak Saya Kelas 6 SD Menangis Lihat Ibunya Berdarah

Regional
Tragedi Penjual Bensin Eceran Tertembak hingga Peluru Tembus ke Bahu, Awalnya Polisi Hendak Kejar Buronan

Tragedi Penjual Bensin Eceran Tertembak hingga Peluru Tembus ke Bahu, Awalnya Polisi Hendak Kejar Buronan

Regional
Begini Nasib Pria yang Cekik Leher Istri Temannya hingga Tewas usai Ditolak Bercinta

Begini Nasib Pria yang Cekik Leher Istri Temannya hingga Tewas usai Ditolak Bercinta

Regional
Polemik Pemilik Ruko Mewah yang Masih Terima Bansos, Dicap 'Warga Miskin' di Tembok Rumah hingga Akhirnya Mundur

Polemik Pemilik Ruko Mewah yang Masih Terima Bansos, Dicap "Warga Miskin" di Tembok Rumah hingga Akhirnya Mundur

Regional
Lhokseumawe yang Tetap Berdaya Selepas Masa Petrodollar

Lhokseumawe yang Tetap Berdaya Selepas Masa Petrodollar

Regional
Malam Mencekam di Kanjuruhan Arema: Tembakan Gas Air Mata, Suporter Terinjak, 127 Orang Tewas

Malam Mencekam di Kanjuruhan Arema: Tembakan Gas Air Mata, Suporter Terinjak, 127 Orang Tewas

Regional
Wasekjen PBNU: Sepak Bola Olahraga Menyenangkan, Kenapa Berakhir Mengerikan Seperti Ini?

Wasekjen PBNU: Sepak Bola Olahraga Menyenangkan, Kenapa Berakhir Mengerikan Seperti Ini?

Regional
Tembakan Gas Air Mata yang Harus Dibayar Mahal, 127 Suporter Tewas

Tembakan Gas Air Mata yang Harus Dibayar Mahal, 127 Suporter Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.