Kompas.com - 22/01/2022, 22:19 WIB
Ilustrasi bayi lahir prematur, penyebab bayi lahir prematur. Shutterstock/Kristina BessolovaIlustrasi bayi lahir prematur, penyebab bayi lahir prematur.

KUPANG, KOMPAS.com - Pihak Kepolisian Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkap identitas pembuang bayi yang ditemukan di samping kamar mandi rumah warga di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo.

Kapolsek Oebobo Kompol Joni Sihombing mengatakan, bayi tersebut dilahirkan oleh remaja berinisial CAS (16), seorang siswi salah satu SMA di Kota Kupang.

"Saat ini, masih penanganan medis terhadap bayi dan ibunya," ungkap Joni kepada sejumlah wartawan, Sabtu (22/1/2022).

 Baca juga: Bayi Baru Lahir Ditemukan Tergeletak di Samping Kamar Mandi Warga di Kupang

CAS melahirkan bayi perempuan itu sekitar pukul 03.00 Wita di dalam kamar mandi rumahnya.

Usai melahirkan, CAS membuang bayinya di samping kamar mandi warga karena takut ketahuan orangtua dan tetangganya.

CAS selama ini menyembunyikan kehamilannya dari orangtuanya.

Joni mengaku masih akan melakukan gelar perkara dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit yang merawat CAS dan bayinya.

Polisi membawa CAS dan bayinya ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

Baca juga: Pemancing di Kupang Temukan 96 Peluru dan Magazen Senjata Api

CAS yang masih berstatus siswi SMA hamil dari hubungannya dengan sang pacar. Kehamilannya tanpa diketahui orangtua sampai melahirkan.

Sebelumnya diberitakan, seorang bayi berjenis kelamin perempuan yang masih hidup ditemukan warga di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/1/2022) pagi.

Bayi ditemukan di Jalan Fatudela II RT 25 RW 06 Kelurahan Liliba, tepat di samping rumah seorang warga bernama Alo Siki (45). Bayi tersebut diduga baru dilahirkan dan saat ditemukan sudah dipenuhi semut dan lala.

Saat ditemukan, bayi itu sedang menangis. Ari-ari masih melekat di tububhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UAS Ditolak Masuk Singapura, Yusril Ihza Mahendra Angkat Bicara

UAS Ditolak Masuk Singapura, Yusril Ihza Mahendra Angkat Bicara

Regional
PMK Mewabah, Penjual Karpet untuk Kandang Ternak Kebanjiran Order

PMK Mewabah, Penjual Karpet untuk Kandang Ternak Kebanjiran Order

Regional
Absen 2 Tahun Selama Pandemi, Kirab Mbah Depok yang Dihadiri Lintas Agama Kembali Diadakan di Semarang

Absen 2 Tahun Selama Pandemi, Kirab Mbah Depok yang Dihadiri Lintas Agama Kembali Diadakan di Semarang

Regional
Bule Asal Perancis Ganti Nama Jadi Asep, Awalnya Tertarik Pencak Silat

Bule Asal Perancis Ganti Nama Jadi Asep, Awalnya Tertarik Pencak Silat

Regional
Pantau PMK Hewan Ternak di Jateng, Ganjar Terjunkan Tim Penyuluh

Pantau PMK Hewan Ternak di Jateng, Ganjar Terjunkan Tim Penyuluh

Regional
Antisipasi Penularan PMK, Pemkot Banjarmasin Setop Pasokan Sapi dari Jatim

Antisipasi Penularan PMK, Pemkot Banjarmasin Setop Pasokan Sapi dari Jatim

Regional
Harus Bayar Rp 2,8 Miliar karena Bongkar Rumah Warga, PT KAI Ajukan Banding

Harus Bayar Rp 2,8 Miliar karena Bongkar Rumah Warga, PT KAI Ajukan Banding

Regional
Korupsi Proyek Fiktif, Eks Kepala Cabang BUMN di Banten Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Korupsi Proyek Fiktif, Eks Kepala Cabang BUMN di Banten Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Regional
Motif Tersangka Tikam Warga di Sikka, Pelaku Tak Menjawab Saat Ditanya Berulang-ulang

Motif Tersangka Tikam Warga di Sikka, Pelaku Tak Menjawab Saat Ditanya Berulang-ulang

Regional
Geruduk Polres Bima, BEM Nusantara NTB Desak 10 Mahasiswa Tersangka Blokade Jalan Dibebaskan

Geruduk Polres Bima, BEM Nusantara NTB Desak 10 Mahasiswa Tersangka Blokade Jalan Dibebaskan

Regional
Pelatih Futsal yang Ditusuk oleh Pria di Pekanbaru Ternyata Anggota Polisi

Pelatih Futsal yang Ditusuk oleh Pria di Pekanbaru Ternyata Anggota Polisi

Regional
Ketua Komisi V DPR dan Gubernur Kalbar Saling Minta Maaf soal Insiden Pencegatan dan Tudingan 'Settingan'

Ketua Komisi V DPR dan Gubernur Kalbar Saling Minta Maaf soal Insiden Pencegatan dan Tudingan "Settingan"

Regional
Masjid Agung Palembang, Sejarah dan Arsitektur

Masjid Agung Palembang, Sejarah dan Arsitektur

Regional
Aniaya Juniornya hingga Tewas, 5 Taruna PIP Semarang Dituntut 9 Tahun Penjara

Aniaya Juniornya hingga Tewas, 5 Taruna PIP Semarang Dituntut 9 Tahun Penjara

Regional
Penyaluran Air Bersih Macet, Walkot Banjarmasin Persilakan Direksi PDAM Mundur

Penyaluran Air Bersih Macet, Walkot Banjarmasin Persilakan Direksi PDAM Mundur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.