Jalan ke Sukoharjo Tak Disekat Selama Libur Nataru, Kendaraan dari Luar Bakal Diperiksa

Kompas.com - 09/12/2021, 07:36 WIB
Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dalam konferensi pers di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (3/12/2021). Dok Humas Polres SukoharjoKapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dalam konferensi pers di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (3/12/2021).

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Kepolisian Resor (Polres) Sukoharjo, Jawa Tengah tidak akan menyekat jalan selama libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan akan mengaktifkan cek point khususnya bagi kendaraan yang berasal dari luar daerah atau pelat luar daerah yang masuk ke Sukoharjo.

Pemeriksaan kendaraan bernomor polisi dari luar daerah dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di Sukoharjo.

"Nanti yang di batas kota ada cek point. Ada kegiatan pemeriksaan swab acak, pemeriksaan aplikasi PeduliLindungi. Kemudian yang kendaraan dari luar kota akan kita cek stiker mudik. Kemudian dari Jakarta apa punya surat keterangan mudik (SKM)," kata Wahyu dihubungi Kompas.com, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Tak Ada Penyekatan Jalan di Jateng Selama Libur Nataru, Polisi Optimalkan Posko PPKM

Rencananya pos pemeriksaan akan didirikan di tiga pintu masuk yakni Terminal Sukoharjo (pintu masuk dari Wonogiri), Kartasura (pintu masuk dari Semarang) dan Grogol.

"Nanti di pos pemeriksaan akan dijaga petugas gabungan dari kepolisian, TNI, kesehatan dan Satpol PP," kata Wahyu.

Wahyu menyampaikan jumlah personel yang diterjunkan selama periode Natal dan Tahun Baru ada sebanyak 400 orang.

Para personel tidak hanya bertugas mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru. Mereka juga memastikan penerapan protokol kesehatan masyarakat berjalan dengan baik.

"Selain pengawasan prokes, kita melakukan pengamanan mungkin di malam misa Natal. Jadi secara prokesnya diatur jumlah pengunjung katakan 50 persen dari kapasitas," ungkapnya.

Baca juga: PPKM Level 3 Serentak Batal, Jalan di Salatiga Bakal Tetap Ada Penyekatan

Kawasan wisata juga tidak luput dari pengawasan dan pengamanan polisi. Karena selama periode Natal dan Tahun Baru, kawasan wisata akan menjadi tujuan utama kunjungan masyarakat.

Kendati tempat wisata diperbolehkan beroperasi selama Natal dan Tahu Baru, untuk jumlah pengunjung dibatasi maksimal hanya 75 persen dari kapasitas.

"Tidak ada pesta atau perayaan selama Tahun Baru. Kita akan gencarkan patroli kepolisian," terang Wahyu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPK Bengkulu: Setiap Tahun Pemda Beri Hibah untuk Polda dan Jaksa, Ini Daftarnya

BPK Bengkulu: Setiap Tahun Pemda Beri Hibah untuk Polda dan Jaksa, Ini Daftarnya

Regional
Warga Tasikmalaya: Mending Beli Minyak di Mal, Murah, di Pasar Minyak Curah Masih Mahal

Warga Tasikmalaya: Mending Beli Minyak di Mal, Murah, di Pasar Minyak Curah Masih Mahal

Regional
Gempa M 6,1 Guncang Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 6,1 Guncang Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Dugaan Kekerasan Seksual Anak 10 Tahun, Polisi Kantongi Satu Tersangka

Dugaan Kekerasan Seksual Anak 10 Tahun, Polisi Kantongi Satu Tersangka

Regional
Cerita di Balik Tragedi Kecelakaan Maut di Rapat Balikpapan, Seorang Bocah Selamat

Cerita di Balik Tragedi Kecelakaan Maut di Rapat Balikpapan, Seorang Bocah Selamat

Regional
Minibus Dibawa Kabur Tetangga, Pelaku Minta Tebusan Rp 30 juta

Minibus Dibawa Kabur Tetangga, Pelaku Minta Tebusan Rp 30 juta

Regional
Warga Purbalingga Sulit Dapat Minyak Goreng, Hasil Sidak: Ada Minimarket yang Sembunyikan Stok Barang

Warga Purbalingga Sulit Dapat Minyak Goreng, Hasil Sidak: Ada Minimarket yang Sembunyikan Stok Barang

Regional
Cerita Ganjar Pranowo Bertemu Keluarganya yang Jadi Transmigran di Lampung

Cerita Ganjar Pranowo Bertemu Keluarganya yang Jadi Transmigran di Lampung

Regional
Hilang Kendali, Truk Tronton Muatan Batubara Hantam Mobil Pikap di Jambi, 11 Penumpang Luka

Hilang Kendali, Truk Tronton Muatan Batubara Hantam Mobil Pikap di Jambi, 11 Penumpang Luka

Regional
Sakit Hati Dipecat, Pria di Kalsel Tembak Karyawan Bekas Tempatnya Bekerja

Sakit Hati Dipecat, Pria di Kalsel Tembak Karyawan Bekas Tempatnya Bekerja

Regional
Stok Minyak Goreng untuk 2 Hari di Sragen Ludes Terjual dalam Hitungan Jam

Stok Minyak Goreng untuk 2 Hari di Sragen Ludes Terjual dalam Hitungan Jam

Regional
Kronologi Pegawai BRI Link Tewas Usai Ditembak Perampok 2 Kali, Berawal Kejar Pelaku yang Rampas Uang Rp 50 Juta

Kronologi Pegawai BRI Link Tewas Usai Ditembak Perampok 2 Kali, Berawal Kejar Pelaku yang Rampas Uang Rp 50 Juta

Regional
15 Siswa SD dan 2 Guru di Bulungan Kaltara Positif Covid-19

15 Siswa SD dan 2 Guru di Bulungan Kaltara Positif Covid-19

Regional
Kejari Palopo Tetapkan 4 Ketua PKBM Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp 889 Juta

Kejari Palopo Tetapkan 4 Ketua PKBM Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp 889 Juta

Regional
Satu Kasus Omicron Ditemukan di Sukoharjo

Satu Kasus Omicron Ditemukan di Sukoharjo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.