PPKM Level 3 Serentak Batal, Jalan di Salatiga Bakal Tetap Ada Penyekatan

Kompas.com - 07/12/2021, 14:14 WIB
Ilustrasi: Penyekatan jalan dalam kota yang dilakukan di Kota Bandar Lampunng pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Rabu, (24/11/2021). ANTARA/Dian HadiyatnaIlustrasi: Penyekatan jalan dalam kota yang dilakukan di Kota Bandar Lampunng pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Rabu, (24/11/2021).

SALATIGA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Salatiga, Jawa Tengah, tetap menyekat di sejumlah ruas jalan utama dan membatasi kegiatan masyarakat meski pelaksanaan PPKM level 3 serentak dibatalkan.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 dibatalkan.

"Meski batal, kita tetap melakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengendalikan penyebaran Covid-19," jelasnya di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: Guru dan Seorang Murid SD Swasta di Salatiga Positif Covid-19, PTM Dihentikan

Untuk penyekatan di ruas jalan, lanjutnya, telah dilakukan koordinasi dengan Polres Salatiga.

Penjagaan di titik penyekatan bakal dilakukan oleh polisi, anggota TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kota Salatiga.

Sementara untuk pembatasan kegiatan masyarakat, dilarang membuat kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Pesta kembang api, acara di hotel juga dilarang. Aktivitas di restoran dan tempat wisata dibatasi," tegasnya.

Baca juga: Rindu Salatiga Sejuk, Mahasiswa asal Papua Tanam Bibit Pohon

Yuliyanto mengatakan Salatiga saat ini berada di PPKM level 1, tapi jangan menimbulkan euforia sehingga melupakan protokol kesehatan.

"Saat kita lengah, Covid-19 mengintai. Termasuk kejadian kemarin terjadi klaster sekolah dengan 11 guru dan seorang murid yang positif," ungkapnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk mengurangi mobilitas di masa Natal dan Tahun Baru 2022.

"Covid-19 dengan varian baru perlu diwaspadai, jangan lengah dan tetap disiplin protokol kesehatan," kata Yuliyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Covid-19 Varian Omicron Terdeteksi di Cilacap, Ini Penjelasan Dinkes

Covid-19 Varian Omicron Terdeteksi di Cilacap, Ini Penjelasan Dinkes

Regional
Edarkan Sabu, Pria Asal Minahasa Selatan Terancam 20 Tahun Penjara

Edarkan Sabu, Pria Asal Minahasa Selatan Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
BPK Bengkulu: Setiap Tahun Pemda Beri Hibah untuk Polda dan Jaksa, Ini Daftarnya

BPK Bengkulu: Setiap Tahun Pemda Beri Hibah untuk Polda dan Jaksa, Ini Daftarnya

Regional
Warga Tasikmalaya: Mending Beli Minyak di Mal, Murah, di Pasar Minyak Curah Masih Mahal

Warga Tasikmalaya: Mending Beli Minyak di Mal, Murah, di Pasar Minyak Curah Masih Mahal

Regional
Gempa M 6,1 Guncang Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 6,1 Guncang Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Dugaan Kekerasan Seksual Anak 10 Tahun, Polisi Kantongi Satu Tersangka

Dugaan Kekerasan Seksual Anak 10 Tahun, Polisi Kantongi Satu Tersangka

Regional
Cerita di Balik Tragedi Kecelakaan Maut di Rapat Balikpapan, Seorang Bocah Selamat

Cerita di Balik Tragedi Kecelakaan Maut di Rapat Balikpapan, Seorang Bocah Selamat

Regional
Minibus Dibawa Kabur Tetangga, Pelaku Minta Tebusan Rp 30 juta

Minibus Dibawa Kabur Tetangga, Pelaku Minta Tebusan Rp 30 juta

Regional
Warga Purbalingga Sulit Dapat Minyak Goreng, Hasil Sidak: Ada Minimarket yang Sembunyikan Stok Barang

Warga Purbalingga Sulit Dapat Minyak Goreng, Hasil Sidak: Ada Minimarket yang Sembunyikan Stok Barang

Regional
Cerita Ganjar Pranowo Bertemu Keluarganya yang Jadi Transmigran di Lampung

Cerita Ganjar Pranowo Bertemu Keluarganya yang Jadi Transmigran di Lampung

Regional
Hilang Kendali, Truk Tronton Muatan Batubara Hantam Mobil Pikap di Jambi, 11 Penumpang Luka

Hilang Kendali, Truk Tronton Muatan Batubara Hantam Mobil Pikap di Jambi, 11 Penumpang Luka

Regional
Sakit Hati Dipecat, Pria di Kalsel Tembak Karyawan Bekas Tempatnya Bekerja

Sakit Hati Dipecat, Pria di Kalsel Tembak Karyawan Bekas Tempatnya Bekerja

Regional
Stok Minyak Goreng untuk 2 Hari di Sragen Ludes Terjual dalam Hitungan Jam

Stok Minyak Goreng untuk 2 Hari di Sragen Ludes Terjual dalam Hitungan Jam

Regional
Kronologi Pegawai BRI Link Tewas Usai Ditembak Perampok 2 Kali, Berawal Kejar Pelaku yang Rampas Uang Rp 50 Juta

Kronologi Pegawai BRI Link Tewas Usai Ditembak Perampok 2 Kali, Berawal Kejar Pelaku yang Rampas Uang Rp 50 Juta

Regional
15 Siswa SD dan 2 Guru di Bulungan Kaltara Positif Covid-19

15 Siswa SD dan 2 Guru di Bulungan Kaltara Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.