Jumlah Pengunjung Tempat Wisata di Jabar Maksimal 75 Persen Saat Nataru

Kompas.com - 08/12/2021, 19:23 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana saat memberikan keterangan kepada media usai rapat Satgas Covid-19 di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (7/12/2021). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana saat memberikan keterangan kepada media usai rapat Satgas Covid-19 di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (7/12/2021).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, tempat wisata yang ada di Jabar akan diperketat saat momentum perayaan Natal dan tahun baru (Nataru).

Pengetatan dengan membatasi jumlah pengunjung ke obyek wisata, yakni maksimal 75 persen dari kapasitas.

"Salah satu syarat masuknya (ke tempat wisata), mewajibkan wisatawan melakukan scan QR menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Jadi tempat wisata dibatasi maksimal 75 persen," kata Ridwan Kamil seperti dikutip dari Antara, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Ridwan Kamil Siapkan Pengetatan Kegiatan Masyarakat

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menuturkan, Nataru akan berdampak bagi sejumlah tempat wisata di Jabar.

Untuk mengantisipasi potensi kerumunan, Pemerintah Provinsi Jabar akan melakukan skrining ketat bagi pengunjung menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Penggunaan PeduliLindungi akan terus disosialisasikan kepada pengelola wisata, agar aplikasi tersebut bisa digunakan secara maksimal, bukan sebatas formalitas.

“Kami melakukan sampling, banyak ditemukan bahwa PeduliLindungi itu hanya formalitas yang tidak dipergunakan, seolah-olah ada di pintu gerbangnya, tapi tidak dilakukan pengecekan,” kata Emil.

Baca juga: Banyak Objek Wisata Jabar Pura-pura Pakai PeduliLindungi, Ridwan Kamil: di Gerbang Ada tapi Tidak Dicek

Emil bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar dan forum koordinasi pimpinan daerah sedang menyiapkan mekanisme untuk menyosialisasikan kepada pengelola wisata terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi yang dirasa kurang maksimal.

“Jadi kami sudah menyiapkan mekanisme sosialisasi dan akan memberikan sanksi penutupan dan sanksi lainnya jika ditemukan bahwa proses skrining kepada pengunjung terkait aplikasi PeduliLindungi itu tidak dipergunakan semestinya,” kata Emil.

Baca juga: Nasihat Sultan HB X untuk Ridwan Kamil

Polda Jabar juga akan membantu 27 pemerintah kabupaten/kota untuk mengamankan tempat wisata dengan mengoptimalkan petugas.

Hal itu dilakukan demi memastikan penerapan protokol kesehatan di tempat wisata.

Baca juga: Profil Ridwan Kamil

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dugaan Kekerasan Seksual Anak 10 Tahun, Polisi Kantongi Satu Tersangka

Dugaan Kekerasan Seksual Anak 10 Tahun, Polisi Kantongi Satu Tersangka

Regional
Cerita di Balik Tragedi Kecelakaan Maut di Rapat Balikpapan, Seorang Bocah Selamat

Cerita di Balik Tragedi Kecelakaan Maut di Rapat Balikpapan, Seorang Bocah Selamat

Regional
Minibus Dibawa Kabur Tetangga, Pelaku Minta Tebusan Rp 30 juta

Minibus Dibawa Kabur Tetangga, Pelaku Minta Tebusan Rp 30 juta

Regional
Warga Purbalingga Sulit Dapat Minyak Goreng, Hasil Sidak: Ada Minimarket yang Sembunyikan Stok Barang

Warga Purbalingga Sulit Dapat Minyak Goreng, Hasil Sidak: Ada Minimarket yang Sembunyikan Stok Barang

Regional
Cerita Ganjar Pranowo Bertemu Keluarganya yang Jadi Transmigran di Lampung

Cerita Ganjar Pranowo Bertemu Keluarganya yang Jadi Transmigran di Lampung

Regional
Hilang Kendali, Truk Tronton Muatan Batubara Hantam Mobil Pikap di Jambi, 11 Penumpang Luka

Hilang Kendali, Truk Tronton Muatan Batubara Hantam Mobil Pikap di Jambi, 11 Penumpang Luka

Regional
Sakit Hati Dipecat, Pria di Kalsel Tembak Karyawan Bekas Tempatnya Bekerja

Sakit Hati Dipecat, Pria di Kalsel Tembak Karyawan Bekas Tempatnya Bekerja

Regional
Stok Minyak Goreng untuk 2 Hari di Sragen Ludes Terjual dalam Hitungan Jam

Stok Minyak Goreng untuk 2 Hari di Sragen Ludes Terjual dalam Hitungan Jam

Regional
Kronologi Pegawai BRI Link Tewas Usai Ditembak Perampok 2 Kali, Berawal Kejar Pelaku yang Rampas Uang Rp 50 Juta

Kronologi Pegawai BRI Link Tewas Usai Ditembak Perampok 2 Kali, Berawal Kejar Pelaku yang Rampas Uang Rp 50 Juta

Regional
15 Siswa SD dan 2 Guru di Bulungan Kaltara Positif Covid-19

15 Siswa SD dan 2 Guru di Bulungan Kaltara Positif Covid-19

Regional
Kejari Palopo Tetapkan 4 Ketua PKBM Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp 889 Juta

Kejari Palopo Tetapkan 4 Ketua PKBM Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp 889 Juta

Regional
Satu Kasus Omicron Ditemukan di Sukoharjo

Satu Kasus Omicron Ditemukan di Sukoharjo

Regional
Puluhan Warga Lebak Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap Nasi Syukuran

Puluhan Warga Lebak Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap Nasi Syukuran

Regional
Ketika Hanya KJA Jadi Kambing Hitam Pencemaran Danau Toba...

Ketika Hanya KJA Jadi Kambing Hitam Pencemaran Danau Toba...

Regional
Gara-gara Cekcok, Pemilik Bengkel Mobil di Jambi Tewas Terpental dari Mobil Konsumen

Gara-gara Cekcok, Pemilik Bengkel Mobil di Jambi Tewas Terpental dari Mobil Konsumen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.