Jalur Puncak Bogor Akan Ditutup Saat Libur Nataru

Kompas.com - 08/12/2021, 13:09 WIB

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Polres Bogor berencana menutup total jalur Puncak seperti tahun-tahun sebelumnya untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan atau mobilitas warga saat libur Natal 2021 dan tahun baru (Nataru) 2022.

Jika mengacu tahun sebelumnya, jalur Puncak Bogor ditutup selama 12 jam mulai tanggal 31 Desember sore hingga tanggal 1 Januari keesokan harinya. 

Baca juga: PPKM Level 3 Batal, Persiapan Jabar Hadapi Nataru: Berlaku Ganjil Genap, Pengunjung Mal dan Objek Wisata Dibatasi, Alun-alun Ditutup

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, rencana penutupan ini dilakukan untuk menekan mobilitas warga saat libur panjang. Sebab, di masa-masa liburan itu kasus positif Covid-19 berisiko meningkat.

"(Jalur puncak) bisa memungkinkan untuk ditutup total, sambil kita lihat hasil kebijakan pusat bagaimana," kata Harun di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: Ini 41 Daerah Jawa-Bali yang Masih Level 3, Salah Satunya Puncak, Bogor

Harun menyebut bahwa untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya sudah memberlakukan kebijakan ganjil genap (gage) di jalur Puncak dan Sentul setiap akhir pekan. Bahkan, nantinya polisi bakal menambah pos-pos pengamanan untuk Nataru.

Rencana kebijakan penutupan itu akan dilakukan selama 12 jam, mulai pada malam pergantian tahun hingga keesokan harinya.

Baca juga: PPKM Level 3 Serentak Batal, Kebijakan Karantina Pemudik ke Banyumas Ditiadakan

"Sekarang saja sudah mulai kita antisipasi seperti biasanya penerapan gage setiap akhir pekan dan mungkin nanti akan kita tambahkan pos pengamanan terkait Nataru ini," ujarnya.

"Secara teknisnya gimana, itu kita masih koordinasikan dengan Bogor Raya dan dengan pusat juga bagaimana penerapan aturannya. Nanti kita selaraskan," imbuh Harun.

 

Dia menyampaikan bahwa seiring dilonggarkannya sejumlah aturan pada PPKM, wisatawan dari luar Bogor yang keluar dan masuk ke Puncak cenderung berkurang sejauh ini.

Berbeda dari awal-awal PPKM, sambung dia, mobilitas kendaraan yang datang ke kawasan Puncak Bogor sangat tinggi. Namun, saat ini justru cenderung berkurang sehingga volume kendaraan bisa terkendali.

Ia menyatakan, kemungkinan karena tempat wisata di Jakarta dan daerah penyangga lainnya sudah dibuka. Namun, hal itu juga tidak bisa menjadi patokan karena jelang Nataru ini situasi bisa saja akan berbeda.

"Kalau kita lihat ini, intensitasnya mulai berkurang, tidak seperti di awal-awal dulu, tinggi sekali. Sekarang sudah mulai agak menurun, ya itu tadi mungkin tempat lain sudah mulai banyak yang buka sehingga yang ke atas (Puncak) ini terpecah konsentrasinya," jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Raibnya Uang Nasabah Rp 5,8 Miliar di Kudus, Bank Mandiri Kalah

Sidang Raibnya Uang Nasabah Rp 5,8 Miliar di Kudus, Bank Mandiri Kalah

Regional
1 Pembacok Anggota Geng Motor di Serang Banten Dibekuk, 2 Masih Buron

1 Pembacok Anggota Geng Motor di Serang Banten Dibekuk, 2 Masih Buron

Regional
Dampingi Kunjungan Presiden Jokowi di Solo, Gibran Dapat Banyak Pesan

Dampingi Kunjungan Presiden Jokowi di Solo, Gibran Dapat Banyak Pesan

Regional
Dilaporkan karena Diduga Tampar Karyawan Resto, Anggota DPR: Kekerasan Apa yang Saya Lakukan?

Dilaporkan karena Diduga Tampar Karyawan Resto, Anggota DPR: Kekerasan Apa yang Saya Lakukan?

Regional
Mengenal Pulau Weh, Sejarah, Kondisi Geografis, dan Wisata

Mengenal Pulau Weh, Sejarah, Kondisi Geografis, dan Wisata

Regional
Blora Zona Merah PMK, Pasar Hewan Ditutup 14 Hari

Blora Zona Merah PMK, Pasar Hewan Ditutup 14 Hari

Regional
Kondisi Gary Iskak Membaik, Polisi Lanjutkan Pemeriksaan untuk Tentukan Statusnya

Kondisi Gary Iskak Membaik, Polisi Lanjutkan Pemeriksaan untuk Tentukan Statusnya

Regional
Pakai Pelat Putih, 9 Kendaraan di Pekanbaru Ditilang

Pakai Pelat Putih, 9 Kendaraan di Pekanbaru Ditilang

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 26 Mei 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 26 Mei 2022

Regional
Bali Hujan Lebat, 7 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Kena Imbas

Bali Hujan Lebat, 7 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Kena Imbas

Regional
Sempat Dikabarkan Hilang, Dokter Faisal Ditemukan Selamat Bersama Perempuan

Sempat Dikabarkan Hilang, Dokter Faisal Ditemukan Selamat Bersama Perempuan

Regional
Korban Miras Ilegal di Sorong Bertambah Jadi 6 Orang, Kedatangan Jenazah Disambut Isak Tangis

Korban Miras Ilegal di Sorong Bertambah Jadi 6 Orang, Kedatangan Jenazah Disambut Isak Tangis

Regional
Viral, Video Pengendara Motor Dikeroyok Sejumlah Pemuda di Probolinggo

Viral, Video Pengendara Motor Dikeroyok Sejumlah Pemuda di Probolinggo

Regional
Banjir Lumpur Terjang SMP 3 Kokap Kulon Progo, Kelas hingga Perpustakaan Tergenang

Banjir Lumpur Terjang SMP 3 Kokap Kulon Progo, Kelas hingga Perpustakaan Tergenang

Regional
Taman Hutan Raya Ir H Djuanda, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Taman Hutan Raya Ir H Djuanda, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.