BPBD Lumajang Sebut Telah Keluarkan Peringatan Dini 2 Hari Sebelum Erupsi Semeru

Kompas.com - 06/12/2021, 14:36 WIB
Material awan panas guguran Gunung Semeru di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021). Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh, serta asap pekat berwarna abu-abu yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan materi. KOMPAS.com/ANDI HARTIKMaterial awan panas guguran Gunung Semeru di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021). Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh, serta asap pekat berwarna abu-abu yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan materi.

SURABAYA, KOMPAS.Com - Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Joko Sambang mengungkapkan bahwa peringatan dini mitigasi kondisi Gunung Semeru tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Joko menjelaskan, tanda-tanda Awan Panas Gunung (APG) sudah mulai berjatuhan sejak dua hari sebelum erupsi pada Sabtu (4/12/2021) meski hanya sekitar 1-2 kilometer dari tingkat puncak Semeru.

"Dua hari sebelumnya sudah ada erupsi tapi tidak sampai ke bawah, dan saat itu kami sudah menetapkan waspada level 2," kata Joko saat dikonfirmasi via telepon, Senin (6/12/2021).

Baca juga: 2 Sopir Truk Asal Jember Hilang Saat Erupsi Gunung Semeru, BPBD: Truknya Sudah Ditemukan

Menurut Joko, sistem mitigasi sudah berjalan sesuai fungsinya dan petugas yang berjaga sudah berjaga 24 jam.

Namun dari keterangan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kejadian hari itu begitu cepat serta hujan yang cukup lebat sehingga tumpukan material gunung yang tersangkut di atas langsung turun akibat banjir.

"Nah saat itu dibarengi dengan hujan besar, material gunung yang tertumpuk di atas, info dari PVMBG, sehingga ketika terkumpul begitu hujan langsung turun bareng ke bawah," papar dia.

Joko menegaskan bahwa semburan APG bukan letusan Gunung Semeru itu di luar skenario mitigasi.

Sebab dari pihak PVMBG juga sudah merilis bahwa sebelum kejadian selalu ada getaran yang merekam mulai dari 10 hingga 24 getaran.

Baca juga: Alami Luka Bakar Lebih 70 Persen, 2 Korban Erupsi Gunung Semeru Dirujuk ke RS Soebandi Jember

Sebagai penguat sistem mitigasi, Joko menyatakan sudah membentuk jaringan informasi terkait perkembangan situasi Gunung Semeru yang dikemas dengan komunitas masyarakat di setiap jarak lereng gunung.

"Kebetulan saya punya jaringan mulai dari hulu sampai hilir, di sepanjang aliran itu ada komunitasnya. Saat di lereng Semeru itu ada hujan, disampaikan oleh komunitas di sana by grup WhatsApp. Teman-teman yang di bawah hati-hati, khawatir banjirnya besar," ucap dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hentikan Perkara Pemerkosaan Gadis Keterbelakangan Mental, Sudah Ada SP3

Polisi Hentikan Perkara Pemerkosaan Gadis Keterbelakangan Mental, Sudah Ada SP3

Regional
Gadis Pegawai BRI Link Tewas Ditembak 2 Kali, Coba Hentikan Perampok yang Rampas Uang Rp 50 Juta

Gadis Pegawai BRI Link Tewas Ditembak 2 Kali, Coba Hentikan Perampok yang Rampas Uang Rp 50 Juta

Regional
Bertambah 2, Ini Arti Tulisan 6 Nisan Kuno yang Ditemukan di Palembang

Bertambah 2, Ini Arti Tulisan 6 Nisan Kuno yang Ditemukan di Palembang

Regional
Kali Jenes Kota Solo Meluap, Pemukiman Warga Terendam Banjir Setinggi 1 Meter

Kali Jenes Kota Solo Meluap, Pemukiman Warga Terendam Banjir Setinggi 1 Meter

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 21 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 21 Januari 2022

Regional
Kebakaran AEON Mall Sentul Bogor, Karyawan Masih Mengevakuasi Diri

Kebakaran AEON Mall Sentul Bogor, Karyawan Masih Mengevakuasi Diri

Regional
Lalai, Sopir Truk Tronton Tersangka Kecelakaan Maut di Rapak Balikpapan Dijerat UU Lalu Lintas Juncto KUHP

Lalai, Sopir Truk Tronton Tersangka Kecelakaan Maut di Rapak Balikpapan Dijerat UU Lalu Lintas Juncto KUHP

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 21 Januari 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 21 Januari 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 21 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 21 Januari 2022

Regional
Mobil Sayur Rem Blong Masuk Jurang, Pasutri yang Jadi Korban Panjat Tebing 25 Meter Cari Pertolongan

Mobil Sayur Rem Blong Masuk Jurang, Pasutri yang Jadi Korban Panjat Tebing 25 Meter Cari Pertolongan

Regional
Ini Sopir Truk Tronton Tersangka Kecelakaan Maut di Rapak Balikpapan

Ini Sopir Truk Tronton Tersangka Kecelakaan Maut di Rapak Balikpapan

Regional
BMKG: Sepekan 70 Gempa Bumi Terjadi di Banten, 46 Susulan Gempa Sumur Pandeglang

BMKG: Sepekan 70 Gempa Bumi Terjadi di Banten, 46 Susulan Gempa Sumur Pandeglang

Regional
Penyebab Kebakaran AEON Mall Sentul City, Korsleting di Ruang Panel

Penyebab Kebakaran AEON Mall Sentul City, Korsleting di Ruang Panel

Regional
Kecelakaan Rapak Balikpapan, Sopir Truk Tronton Jadi Tersangka

Kecelakaan Rapak Balikpapan, Sopir Truk Tronton Jadi Tersangka

Regional
1 Guru Positif Covid-19, PTM SMAN di Klaten Ini Dihentikan Sementara

1 Guru Positif Covid-19, PTM SMAN di Klaten Ini Dihentikan Sementara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.