Kompas.com - 26/10/2021, 16:18 WIB
Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) terendam banjir. Bahkan ketinggian air mencapai hingga 2 meter. IstimewaSebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) terendam banjir. Bahkan ketinggian air mencapai hingga 2 meter.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) menghentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.

Hal tersebut lantaran sebanyak 12 kecamatan di Sintang terendam banjir.

Pelaksana Harian (Plh) Bupati Sintang Yosepha Hasnah mengatakan, penghentian belajar mengajar tatap muka khusus sekolah yang bangunannya terdampak banjir.

"Pembelajaran tatap muka terbatas dihentikan hingga banjir surut dan pihak sekolah menganggap kegiatan belajar mengajar bisa dimulai kembali," kata Yosepha dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/10/2021).

Baca juga: 12 Kecamatan di Sintang Kalbar Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 2 Meter

Sebagai informasi, keputusan tersebut tertuang dalam Surat Bupati Sintang Nomor: 420/4947/Disdikbud.A2 tertanggal 25 Oktober 2021. Surat ditujukan kepada seluruh kepala sekolah setempat.

Yosepha mengimbau agar para kepala sekolah dan dibantu guru mewaspadai bahaya banjir dengan mengamankan aset-aset sekolah di titik paling aman.

"Bagi sekolah yang terendam banjir, agar  kepala sekolah segera membuat laporan tertulis kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Kabupaten Sintang,” terang Yosepha.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) terendam banjir. Ketinggian air mencapai hingga dua meter.

Kepala Bidang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang Sugianto mengatakan, banjir disebabkan hujan deras yang terjadi sejak sepekan terakhir.

Baca juga: Kisah Satu Kampung di Sukabumi 30 Jam Terisolir Banjir, Warga: Tiap Tahun Begini, Tak Ada Solusi...

Akibat hujan tersebut, terang Sugianto, debit air Sungai Melawi dan Sungai Kapuas meningkat.

"Sampai saat ini, 12 dari 14 kecamatan di Sintang terendam banjir dengan ketinggian 1,5 sampai dua meter," kata Sugianto saat dihubungi, Selasa (26/10/2021).

Tidak menutup kemungkinan, lanjut Sugianto, apabila intensitas hujan masih tinggi maka ketinggian air akan bertambah dan banjir semakin parah.

"Sehingga wilayah yang terdampak banjir akan semakin meluas hingga dapat melumpuhkan aktifitas warga masyarakat," ungkap Sugianto.

Sugianto juga menjelaskan, telah melakukan langkah-langkah penanganan banjir. Mulai dari mendirikan posko untuk menerima laporan warga hingga berkordinasi dengan sejumlah instansi terkait kebutuhan makanan dan obat-obatan masyarakat terdampak.

"Saya juga sedang menyiapkan pengusulan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Kalbar," terang Sugianto.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cabuli Anak Kandung Berkali-kali, Ayah di Kotabaru Sempat Memohon Tak Dilaporkan ke Polisi

Cabuli Anak Kandung Berkali-kali, Ayah di Kotabaru Sempat Memohon Tak Dilaporkan ke Polisi

Regional
MXGP Samota, KRI Makassar Akan Jadi Hotel Terapung

MXGP Samota, KRI Makassar Akan Jadi Hotel Terapung

Regional
Dua Tahun Terakhir, Polda Riau Tindak 32 Kasus Penambangan Ilegal

Dua Tahun Terakhir, Polda Riau Tindak 32 Kasus Penambangan Ilegal

Regional
40 Petani Sawit Ditangkap, Gubernur Bengkulu Koordinasi Kapolda Tentukan Tindakan Bijak

40 Petani Sawit Ditangkap, Gubernur Bengkulu Koordinasi Kapolda Tentukan Tindakan Bijak

Regional
Laboratorium Swasta yang Patok Harga PCR Rp 600.000 Ternyata Tak Berizin

Laboratorium Swasta yang Patok Harga PCR Rp 600.000 Ternyata Tak Berizin

Regional
Tinggal Sendirian, Kakek 85 Tahun di Brebes Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Desa

Tinggal Sendirian, Kakek 85 Tahun di Brebes Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Desa

Regional
Sapi Kurban Jokowi untuk Warga Sanggau Kalbar Diduga Terinfeksi PMK

Sapi Kurban Jokowi untuk Warga Sanggau Kalbar Diduga Terinfeksi PMK

Regional
Jadi Tulang Punggung, Istri 40 Petani Sawit di Bengkulu yang Ditahan Polisi Upayakan Penangguhan Penahanan

Jadi Tulang Punggung, Istri 40 Petani Sawit di Bengkulu yang Ditahan Polisi Upayakan Penangguhan Penahanan

Regional
Perempuan Berpakaian Serba Putih dan Meminta Uang Warga Lampung Minta Maaf, Mengaku Terlilit Utang Pinjol

Perempuan Berpakaian Serba Putih dan Meminta Uang Warga Lampung Minta Maaf, Mengaku Terlilit Utang Pinjol

Regional
[POPULER REGIONAL] Kecelakaan di Karawang, 7 Orang Tewas | Tragedi Bus Wisata Terguling di Tol Sumo

[POPULER REGIONAL] Kecelakaan di Karawang, 7 Orang Tewas | Tragedi Bus Wisata Terguling di Tol Sumo

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 17 Mei 2022, Pagi Cerah, Sore Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 17 Mei 2022, Pagi Cerah, Sore Hujan Sedang

Regional
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Bengkulu, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Bengkulu, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
7 SMA Terbaik di Sulawesi Selatan Versi LTMPT untuk PPDB 2022

7 SMA Terbaik di Sulawesi Selatan Versi LTMPT untuk PPDB 2022

Regional
Tutup Waisak 2022, Langit Candi Borobudur Berhias Ribuan Lampion

Tutup Waisak 2022, Langit Candi Borobudur Berhias Ribuan Lampion

Regional
Dua Speed Boat Tabrakan di Depan Pelabuhan Tengkayu Tarakan, 2 Bocah Dalam Pencarian

Dua Speed Boat Tabrakan di Depan Pelabuhan Tengkayu Tarakan, 2 Bocah Dalam Pencarian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.