Kompas.com - 24/09/2021, 17:04 WIB
Bertepatan hari tani, sejumlah mahasiswa melakukan demo di depan kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jumat (24/9/202) siang. Kompas.com/ Imam RosidinBertepatan hari tani, sejumlah mahasiswa melakukan demo di depan kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jumat (24/9/202) siang.

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Bertepatan Hari Tani, sejumlah mahasiswa melakukan demo di depan kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jumat (24/9/202) siang.

Mereka duduk melingkar dan berorasi menyuarakan sejumlah tuntutan terkait kondisi petani di Banyuwangi.

Massa aksi ini tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi.

Sejumlah petugas polisi terlihat mengamankan jalannya aksi ini.

Baca juga: Sembunyi di Hutan dan Kelaparan, Pemuda yang Bunuh Teman Usai Minum Miras di Blitar Akhirnya Ditangkap

Aksi ini menuntut Pemkab Banyuwangi untuk menuntaskan dan menyelesaikan konflik-konflik agraria yang ada.

"Untuk memperingati Hari Tani dan berharap Bayuwangi menyelesaikan konflik agraria," kata koordinator aksi Dana Wijaya, Jumat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menilai, di Banyuwangi kerap terjadi konflik agraria karena kurang seriusnya pemerintah untuk menanganinya.

Konflik agraria yang terjadi juga selalu menempatkan petani menjadi korban maupun kriminalisasi.

Mereka juga menuntut pemerintah menjalankan reforma agraria yang berkeadilan dan menghentikan kriminalisasi petani.

Kemudian, menuntut pelibatan aktif partisipasi rakyat dalam pengelolaan sumber-sumber agraria.

Untuk itu, ada tiga poin tuntutan dalam aksi ini yang dibacakan saat berorasi.

Pertama, mendesak pemerintah pusat lebih serius untuk menyelesaikan konflik agraria di Banyuwangi.

Baca juga: Pria di Banyuwangi Tewas Tertabrak KA Tawang Alun, Korban Kerap Susuri Rel Tengah Malam

Kedua, menuntut Pemprov Jatim dan Pemkab Banyuwangi membantu menyelesaikan konflik itu.

Ketiga, menolak dengan keras kriminalisasi yang dilakukan kepada petani.

Setelah menyampaikan tuntutannya, massa aksi kemudian membubarkan diri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Banten Akan Berlakukan Ganjil Genap ke Tempat Wisata Saat Libur Nataru

Polda Banten Akan Berlakukan Ganjil Genap ke Tempat Wisata Saat Libur Nataru

Regional
Desak Polisi Ungkap Pembunuh Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik, Warga Kupang Nyalakan 1.000 Lilin

Desak Polisi Ungkap Pembunuh Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik, Warga Kupang Nyalakan 1.000 Lilin

Regional
Borobudur Marathon 2021 Pancing Geliat Ekonomi Usai Terpukul Pandemi

Borobudur Marathon 2021 Pancing Geliat Ekonomi Usai Terpukul Pandemi

Regional
3 Tekanan Global yang Sedang Dihadapi Indonesia Menurut Erick Thohir

3 Tekanan Global yang Sedang Dihadapi Indonesia Menurut Erick Thohir

Regional
Urus Semua Perizinan di Surabaya Kini Wajib lewat Aplikasi, Eri Cahyadi Ungkap Alasannya

Urus Semua Perizinan di Surabaya Kini Wajib lewat Aplikasi, Eri Cahyadi Ungkap Alasannya

Regional
Petani Blitar Temukan Granat Nanas Aktif Saat Mencangkul Ladang

Petani Blitar Temukan Granat Nanas Aktif Saat Mencangkul Ladang

Regional
Berawal Lihat HP, Sopir Taksi Online Ini Rampok Penumpangnya, Korban Diikat lalu Dimasukkan ke Bagasi

Berawal Lihat HP, Sopir Taksi Online Ini Rampok Penumpangnya, Korban Diikat lalu Dimasukkan ke Bagasi

Regional
Peristiwa Berdarah di Desa OKU Sumsel, 5 Warga Tewas Ditusuk Seorang Pria

Peristiwa Berdarah di Desa OKU Sumsel, 5 Warga Tewas Ditusuk Seorang Pria

Regional
10 Hari Nol Kasus, Pasien Covid-19 Kembali Muncul di Salatiga

10 Hari Nol Kasus, Pasien Covid-19 Kembali Muncul di Salatiga

Regional
Bocah 4 Tahun di NTT Tewas Tersetrum, Diduga Petugas Salah Pasang Kabel

Bocah 4 Tahun di NTT Tewas Tersetrum, Diduga Petugas Salah Pasang Kabel

Regional
Istri yang Tewas Disiram Air Keras Pernah 3 Kali Tolak Pinangan Pelaku

Istri yang Tewas Disiram Air Keras Pernah 3 Kali Tolak Pinangan Pelaku

Regional
'ASN yang Belum Divaksin, Tahan Gaji Mereka, Ini Perintah'

"ASN yang Belum Divaksin, Tahan Gaji Mereka, Ini Perintah"

Regional
Usai Bunuh Selingkuhan Istrinya, Pria Ini Serahkan Diri

Usai Bunuh Selingkuhan Istrinya, Pria Ini Serahkan Diri

Regional
Genjot Vaksinasi, Bupati Maluku Tengah Kerahkan Seluruh ASN Turun ke Desa, Kadinas Juga Harus Terjun ke Lapangan

Genjot Vaksinasi, Bupati Maluku Tengah Kerahkan Seluruh ASN Turun ke Desa, Kadinas Juga Harus Terjun ke Lapangan

Regional
Rusak Kotak Suara hingga Pukul Polisi Saat Pilkades, 9 Orang Jadi Tersangka, Cakades Ikut Diperiksa

Rusak Kotak Suara hingga Pukul Polisi Saat Pilkades, 9 Orang Jadi Tersangka, Cakades Ikut Diperiksa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.