Ini Jawaban Wali Kota Magelang Usai Diminta Segera Kosongkan Kantor oleh Akademi TNI

Kompas.com - 22/09/2021, 08:47 WIB
Wali Kota Magelang tunjukan dokumen serah terima aset eks Mako Akabri, Kamis (26/8/2021). KOMPAS.COM/IKA FITRIANAWali Kota Magelang tunjukan dokumen serah terima aset eks Mako Akabri, Kamis (26/8/2021).

KOMPAS.com - Polemik aset seluas 4 hektar antara Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang dan Akademi TNI terus berlanjut.

Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz mengaku telah menerima surat dari pihak Akademi TNI yang ditandatangani oleh Komandan Jenderal Akademi TNI Marsekal Madya Andyawan Martono pada 31 Agustus 2021.

Baca juga: Soal Polemik Aset Akademi TNI, Pemkot Magelang Akan Ikuti Keputusan Presiden

Surat bernomor B/473/VIII/2021 itu berisi permintaan bahwa Akademi TNI akan segera menggunakan lahan tersebut untuk Diktuk Taruna, lokasi apel dan upacara kegiatan selama pendidikan Menchandra

Baca juga: Terima Rp 6 M dari Ganti Untung Proyek Tol Solo-Yogyakarta, Paiman Tak Bisa Beli Sawah, Kok Bisa?

Seperti diketahui, Kantor Wali Kota Magelang berdiri di atas lahan aset eks Mako Akabri itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Akademi TNI minta ada penjadwalan pengosongan. Tapi setelah kita bertemu di Jakarta rencana itu di-pending, akan dibahas dulu. Jadi tidak mungkin akhir tahun ini akan pindah, tapi saya harapkan sebulan ini ada titik temu," kata Wali Kota Aziz, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Polemik Aset Akademi TNI, Pemkot Magelang Kaji Rencana Lokasi Kantor Baru Wali Kota

Serahkan ke pemerintah pusat

Kantor Wali Kota Magelang dipasangi logo TNI, pada 25 Agustus 2021.Dok. Prokompim Kota Magelang Kantor Wali Kota Magelang dipasangi logo TNI, pada 25 Agustus 2021.

Masalah tersebut, menurut Aziz, telah ditangani oleh pemerintah pusat. Timnya telah bertemu dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, yang diberi mandat oleh Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Baca juga: Ganjar Pranowo Bicarakan Aset Akademi TNI yang Ditempati Pemkot Magelang dengan Jokowi


Lanjut Aziz, Ppertemuan yang diadakan di Jakarta beberapa waktu lalu itu juga dihadiri pula utusan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), termasuk Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI.

"Persoalan ini sudah ditekel (ditangani) oleh pemerintah pusat. Presiden menyerahkan ke Menko Polhukam untuk mencari titik temu," ujar Aziz, di kantornya, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Jelang PTM, 90 Siswa SMPN di Purbalingga Positif Covid-19, Ini Kondisinya

Pada prinsipnya milik TNI

Logo TNI di kantor Wali Kota Magelang, Jawa Tengah, Kamis (26/8/2021)KOMPAS.COM/IKA FITRIANA Logo TNI di kantor Wali Kota Magelang, Jawa Tengah, Kamis (26/8/2021)
Aziz meminta para ASN untuk tetap tenang dan terus melayani masyarakat.

Pihaknya akan diundang ke Jakarta lagi untuk memaparkan duduk perkara polemik yang menjadi perhatian publik sejak 2020.

"Kita tetap menunggu. Nantinya kita akan diundang pusat sebagai narasumber terkait persoalan ini. Pada prinsipnya memang tanah ini milik TNI. Semoga segera ada keputusan terbaik," tandas Aziz.

Baca juga: Diminta Segera Kosongkan Kantor oleh Akademi TNI, Pemkot Magelang Tunggu Instruksi Presiden

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Cerita TM, Korban Pinjol yang Diteror hingga Depresi | Sunardi Susun Pecahan Batu Jadi Serupa Candi

[POPULER NUSANTARA] Cerita TM, Korban Pinjol yang Diteror hingga Depresi | Sunardi Susun Pecahan Batu Jadi Serupa Candi

Regional
Mengaku Dihamili Polisi, Warga Trenggalek Lapor Ke Propam Polda Jatim

Mengaku Dihamili Polisi, Warga Trenggalek Lapor Ke Propam Polda Jatim

Regional
Polisi di Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjol Ilegal

Polisi di Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjol Ilegal

Regional
Pemkab Karawang Ajak Perusahaan Menanam Pohon, Berapa yang Ikut?

Pemkab Karawang Ajak Perusahaan Menanam Pohon, Berapa yang Ikut?

Regional
Pemkot Bandung Izinkan Bioskop Terisi 70 Persen Kapasitas

Pemkot Bandung Izinkan Bioskop Terisi 70 Persen Kapasitas

Regional
Stasiun Daop 4 Semarang Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta, Ini Syaratnya

Stasiun Daop 4 Semarang Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta, Ini Syaratnya

Regional
Cabuli dan Aniaya Bocah Berusia 6 Tahun, Seorang Nelayan di Rote Ndao Ditangkap

Cabuli dan Aniaya Bocah Berusia 6 Tahun, Seorang Nelayan di Rote Ndao Ditangkap

Regional
Pemadaman Listrik di Bangka sampai Akhir Bulan, Warga Gelar Doa Bersama

Pemadaman Listrik di Bangka sampai Akhir Bulan, Warga Gelar Doa Bersama

Regional
Kader Gerindra Minta Prabowo Maju di Pilpres 2024, Ahmad Muzani: Keputusan di Tangan Beliau

Kader Gerindra Minta Prabowo Maju di Pilpres 2024, Ahmad Muzani: Keputusan di Tangan Beliau

Regional
Beredar Video Ibu DPO MIT Poso Memohon Anaknya Pulang

Beredar Video Ibu DPO MIT Poso Memohon Anaknya Pulang

Regional
Terungkap Pemalsuan Surat Hasil PCR Penumpang di Bandara Kualanamu

Terungkap Pemalsuan Surat Hasil PCR Penumpang di Bandara Kualanamu

Regional
199 Tempat Rekreasi Hiburan Umum di Surabaya Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

199 Tempat Rekreasi Hiburan Umum di Surabaya Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

Regional
Setelah 5 Hari Karantina, 50 Personel Brimob Polda Jatim yang Bertugas di PON Papua Diizinkan Pulang

Setelah 5 Hari Karantina, 50 Personel Brimob Polda Jatim yang Bertugas di PON Papua Diizinkan Pulang

Regional
Polisi Temukan 6 Aplikasi Pinjol Ilegal Saat Gerebek Kantor Penagihan di Yogyakarta, Apa Saja?

Polisi Temukan 6 Aplikasi Pinjol Ilegal Saat Gerebek Kantor Penagihan di Yogyakarta, Apa Saja?

Regional
Sang Ibu Jadi Pekerja Migran, Gadis di Sumba Timur Diperkosa Ayah Kandung, Ini Ceritanya

Sang Ibu Jadi Pekerja Migran, Gadis di Sumba Timur Diperkosa Ayah Kandung, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.