Ari Junaedi
Akademisi dan konsultan komunikasi

Doktor komunikasi politik & Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama.

Pemakaman, Tanah Kuburan, hingga Masjid Pun Dikorupsi

Kompas.com - 09/09/2021, 13:37 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

 

ANTARA Malang di timur Pulau Jawa dan Palembang di selatan Pulau Sumatera, titik tengahnya bisa jadi berada di Ogan Komering Ulu. Sepertinya ada persamaan yang hakiki dari di tiga daerah itu: gairah menilap uang.

Di Malang insentif honor penggali kubur untuk jenazah korban Covid dipalak. Di Ogan Komering Ulu ada kasus permainan harga tanah untuk lokasi pemakaman. Sementara, di Palembang, dana pembangunan masjid dijarah untuk para pejabat.

Lengkap sudah, dari urusan gali kubur, tanah makam, hingga masjid pun dikorupsi secara terang benderang tanpa rasa malu.

Kasus di Kota Malang mencuat ramai usai dana insentif penggali kubur jenazah Covid-19 yang diterima oleh para penggali makam tidak utuh.

Dari Rp 750 ribu per pemakaman yang seharusnya diterima penggali kubur, petugas yang menyalurkan diduga mengutip sebesar Rp 200 ribu. Alasannya untuk atasan petugas dan uang bensin (Kompas.com, 6 September 2021).

Dari pengakuan penggali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pandanwangi, Malang, uang insentif dua kali pemakaman yang seharusnya diterima Rp 1,5 juta, hanya diterima Rp 1,1 juta. 

Selama 2020, para penggali kubur hanya menerima tiga kali insentif dari 35 kali penggalian kubur jenazah Covid.

Dana insentif yang sudah terpotong ini dipakai para penggali kubur untuk membeli alat-alat gali kubur.

Aksi tilap menilap ini tidak hanya terjadi di satu lokasi TPU tetapi juga di sejumlah TPU lain. Penggali kubur TPU Plaosan mengalami hal yang serupa. Dari 11 kali menggali kubur jenazah Covid, mereka hanya menerima insentif tiga kali.

Seperti biasa, usai kasus ini viral barulah pejabat sibuk berkilah. Walikota Malang Sutiaji tidak memungkiri adanya dugaan penggelapan insentif penggali kubur di Kota Malang.

Pengakuannya, insentif untuk periode sebelum Mei 2021 telah dicairkan oleh pemerintah. Sedangkan dana insentif periode setelah Mei 2021, memang belum bisa diuangkan karena kendala administrasi surat pertanggungjawaban.

Pemerintah Kota Malang, kata Sutiaji,  sudah melakukan audit internal terkait dugaan penggelapan uang insentif penggali kubur (Kompas.com, 6 September 2021).

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, sementara para penggali kubur sudah menanggung risiko tinggi dan lelah yang luar biasa dari memakamkan jenazah Covid-19.

Baca juga: Pemkot Malang dan Polisi Mulai Usut Dugaan Penggelapan Insentif Penggali Kubur Covid-19

Besaran uang yang ditilap ini sungguh memprihatinkan. Pada 2020 saja ada 35 pemakaman. Sementara yang diterima hanya 3 kali. Di Kota Malang ada 9 TPU yang jadi lokasi pemakaman jenazah Covid-19. Nilai uang yang ditilap sangat berarti bagi para penggali kubur.

Data resmi pantauan Covid-19 Kota Malang hingga 7 September 2021, tercatat ada 1.100 jiwa yang wafat karena terpapar Covid sepanjang pandemi merebak (Covid19.malangkota.go.id).

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.