Bangunan SD di Tasikmalaya Ditutup "Benteng" Setinggi 3 Meter, Siswa Bingung Cari Jalan Masuk Saat Mulai PTM

Kompas.com - 31/08/2021, 13:36 WIB
Foto-foto bangunan SDN Tugu 2, Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tak punya lagi akses jalan masuk ke sekolah usai jalan utamanya ditutup benteng 3 meter pemilik lahan pribadi di depannya saat pemberlakuan PTM Terbatas PPKM Level 3 Kota Tasikmalaya, Selasa (31/8/2021). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAFoto-foto bangunan SDN Tugu 2, Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tak punya lagi akses jalan masuk ke sekolah usai jalan utamanya ditutup benteng 3 meter pemilik lahan pribadi di depannya saat pemberlakuan PTM Terbatas PPKM Level 3 Kota Tasikmalaya, Selasa (31/8/2021).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Sebuah bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tugu 2 Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, tak memiliki akses jalan lagi usai ditutup bangunan benteng setinggi 3 meter oleh pemilik lahan pribadi di depannya.

Semula sebanyak 167 siswa dan guru di sekolah tersebut memiliki akses jalan utama dengan lebar sekitar 2 meter ke pinggir Jalan SL Tobing, Kota Tasikmalaya.

Baca juga: Cerita Siswa SD yang Ditutup Benteng 3 Meter, Harus Susuri Sawah dan Kuburan untuk Masuk Sekolah

Namun, sejak awal tahun 2021 saat tak ada aktivitas pembelajaran tatap muka akibat pandemi akses jalan utama itu ditutup oleh seseorang yang mengaku pemilik lahan sah dengan benteng setinggi 3 meter.

Pihak sekolah pun sempat kebingungan akses jalan bagi murid untuk belajar saat dimulai kembali pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas saat penerapan PPKM Level 3 sejak dua pekan lalu.

Baca juga: Gara-gara Pindahkan Pos Ronda, Rumah Binbin Ditembok Beton Warga Sekampung, Dedi Mulyadi Sampai Turun Tangan

"Awalnya, kita punya jalan utama ke depan jalan, karena sekolah kami di pinggir jalan SL Tobing, Kota Tasikmalaya. Namun, enggak tahu kenapa ada keputusan sertifikat katanya dari BPN bahwa akses jalan sekolah tersebut milik seseorang," jelas Kepala Sekolah SDN Tugu 2 Sri Mulyani, kepada wartawan di kantornya, Selasa (31/8/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nah, oleh pemilik lahan itu dibenteng 3 meter ditutup seluruhnya sehingga sekolah tak punya jalan masuk," lanjutnya. 

Baca juga: Cerita 4 Keluarga Terisolasi karena Akses Jalan Ditembok, Sempat Bayar Uang Muka Rp 50 juta tapi Dikembalikan

Sri pun mendapatkan informasi dari perwakilan orangtua dan komite sekolah bahwa awalnya pemilik lahan tak masalah membiarkan sebagian tanahnya dijadikan akses jalan utama sekolah.

Namun, ada informasi bahwa pemilik tanah khawatir bahwa tanahnya diklaim oleh sekolah lalu membentengnya setinggi 3 meter.

Permasalahan ini pun telah diketahui Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.

Baca juga: Tembok 2,5 Meter yang Dibangun Sayuti Akhirnya Dibongkar, Ketua RW: Tanah Dia atau Bukan, Biar BPN yang Menentukan

Siswa harus lewati sawah dan kuburan untuk bisa bersekolah

Foto-foto bangunan SDN Tugu 2, Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tak punya lagi akses jalan masuk ke sekolah usai jalan utamanya ditutup benteng 3 meter pemilik lahan pribadi di depannya saat pemberlakuan PTM Terbatas PPKM Level 3 Kota Tasikmalaya, Selasa (31/8/2021).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Foto-foto bangunan SDN Tugu 2, Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tak punya lagi akses jalan masuk ke sekolah usai jalan utamanya ditutup benteng 3 meter pemilik lahan pribadi di depannya saat pemberlakuan PTM Terbatas PPKM Level 3 Kota Tasikmalaya, Selasa (31/8/2021).
Bahkan, sempat ada pertemuan antara pemilik lahan, masyarakat sekitar, pihak sekolah dan dinas terkait setempat membahas berkaitan akses jalan sekolah ini.

Seusai ditutup benteng, lanjut Sri, pihak sekolah sama sekali tak memiliki akses jalan masuk.

Sehingga, ratusan murid sekolah tersebut terpaksa harus melewati jalan belakang menyusuri jalan pesawahan dan lewat kuburan untuk bisa bersekolah saat PTM terbatas dibuka lagi.

"Kalau sekarang, murid jalan kaki ke belakang, itu juga ada beberapa orang warga pemilik tanah yang baik hati dan memberikan akses jalan darurat. Jadi, murid sekarang sementara lewat sana dulu untuk bisa bersekolah," ungkap Sri.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertangkap Satpol PP Selingkuh di Hotel, Seorang Dokter Dilaporkan Istrinya ke Polisi

Tertangkap Satpol PP Selingkuh di Hotel, Seorang Dokter Dilaporkan Istrinya ke Polisi

Regional
Pencuri Gasak Uang dan Ponsel dari Apotek Dekat Kantor Polisi, Pelaku: Untuk Bayar Cicilan

Pencuri Gasak Uang dan Ponsel dari Apotek Dekat Kantor Polisi, Pelaku: Untuk Bayar Cicilan

Regional
Viral, Video Anggota Organisasi Pemuda Acungkan Tongkat Besi ke Pemilik Toko, Minta 'Sumbangan'

Viral, Video Anggota Organisasi Pemuda Acungkan Tongkat Besi ke Pemilik Toko, Minta "Sumbangan"

Regional
Sopir Truk yang Hanyut Terbawa Lahar Hujan Merapi Belum Ditemukan

Sopir Truk yang Hanyut Terbawa Lahar Hujan Merapi Belum Ditemukan

Regional
Terungkap, Sopir Taksi Online di Medan Tewas Dibunuh Penumpangnya

Terungkap, Sopir Taksi Online di Medan Tewas Dibunuh Penumpangnya

Regional
Kasus Pelecehan Seksual di Kampus Unsri, 2 Dosen Jadi Terduga Pelaku, Korbannya 3 Mahasiswi

Kasus Pelecehan Seksual di Kampus Unsri, 2 Dosen Jadi Terduga Pelaku, Korbannya 3 Mahasiswi

Regional
Kabur Saat Ditangkap, Rumah Pemerkosa Anak Kandung hingga Hamil Dirusak Warga

Kabur Saat Ditangkap, Rumah Pemerkosa Anak Kandung hingga Hamil Dirusak Warga

Regional
Cari Ikan, Warga Jember Malah Temukan Jasad Perempuan di Sungai

Cari Ikan, Warga Jember Malah Temukan Jasad Perempuan di Sungai

Regional
Bebasnya Valencya Buktikan Masih Ada Polisi, Jaksa, Hakim yang Baik, Berjuang Lawan Kekerasan Terhadap Perempuan

Bebasnya Valencya Buktikan Masih Ada Polisi, Jaksa, Hakim yang Baik, Berjuang Lawan Kekerasan Terhadap Perempuan

Regional
Gerakan Arek Suroboyo Deklarasi Dukung Anies Baswedan Maju Capres 2024

Gerakan Arek Suroboyo Deklarasi Dukung Anies Baswedan Maju Capres 2024

Regional
Detik-detik Toyota Rush Seruduk Apotek di Blitar, Sopir Tertidur, Sempat Dikira Suara Bom Meledak

Detik-detik Toyota Rush Seruduk Apotek di Blitar, Sopir Tertidur, Sempat Dikira Suara Bom Meledak

Regional
Waspada, Banjir Rob Diprediksi Terjang Pesisir Surabaya Mulai Malam Ini hingga 7 Desember

Waspada, Banjir Rob Diprediksi Terjang Pesisir Surabaya Mulai Malam Ini hingga 7 Desember

Regional
Wali Kota Madiun Larang Warga Pesta Tahun Baru, Alun-alun Bakal Tutup Jam 8 Malam

Wali Kota Madiun Larang Warga Pesta Tahun Baru, Alun-alun Bakal Tutup Jam 8 Malam

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Dsember 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Dsember 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.