Kompas.com - 26/08/2021, 21:50 WIB
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy memimpin apel di halaman kantor Wali Kota Ambon, Senin (23/8/2021). Richard kembali masuk kantor setelah tiga pekan lamanya beristirahat di rumah usai dinyatakan sembuh dari Covid-19 di Rumah Sakit Siloam Ambon KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYWali Kota Ambon Richard Louhenapessy memimpin apel di halaman kantor Wali Kota Ambon, Senin (23/8/2021). Richard kembali masuk kantor setelah tiga pekan lamanya beristirahat di rumah usai dinyatakan sembuh dari Covid-19 di Rumah Sakit Siloam Ambon

KOMPAS.com - Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy menegaskan, tak ingin buru-buru menggelar belajar tatap muka untuk tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Richard masih menunggu target vaksinasi Covid-19 untuk siswa mencapai angka 70 persen.

Baca juga: Sopir Angkot di Ambon Mogok Massal, Penumpang Telantar, Jalan Macet 3 Km

"Jika capaian vaksinasi Covid -19 sudah mencapai 70 persen dari siswa di Kota Ambon, baru kita mengambil kebijakan untuk belajar tatap muka bagi siswa SD dan SMP yang di bawah kewenangan Pemkot Ambon," kata Richard di Ambon seperti dikutip dari Antara, Kamis (26/8/2021).

Sampai saat ini, Pemerintah Kota Ambon belum menerima arahan terkait sekolah tatap muka dari Kementerian Pendidikan.

Sejauh ini, kata Richard, baru lima dari 11 kabupaten dan kota di Maluku yang diizinkan menggelar pembelajaran tatap muka.

"Ke depan kita akan dorong percepatan vaksinasi Covid -19 buat pelajar, sehingga proses belajar tatap muka bisa dilaksanakan," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebijakan PTM akan diprioritaskan bagi siswa yang hendak menggelar ujian akhir, yakni kelas enam (SD) maupun sembilan (SMP).

"Prioritas kita untuk siswa kelas ujian. Kedepan secara perlahan bagi siswa kelas lainnya. Saya tidak mau kita larut dalam euforia zona kuning tetapi nantinya berdampak bagi masyarakat," katanya.

Richard berharap, para orangtua siswa mendukung program vaksinasi yang digencarkan pemerintah. Orangtua diminta memberikan surat keterangan yang menyatakan bersedia anaknya divaksin

Baca juga: PPKM Level 3 di Ambon Diperpanjang hingga 6 September, Wali Kota: Persyaratan Dilonggarkan...

Setelah para siswa divaksin Covid-19, Pemkot Surabaya akan mendata orangtua yang belum disuntik vaksin. Sehingga, Pemkot Ambon bisa memperhatikan para orangtua siswa.

"Tetapi jika orang tua sudah divaksinasi Covid-19, kita akan lihat lagi anggota keluarga lainnya apakah sudah divaksin apa belum," tandas Richard.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Terjang Pulau Kangean Sumenep, Sejumlah Rumah dan Sekolah Terendam

Banjir Terjang Pulau Kangean Sumenep, Sejumlah Rumah dan Sekolah Terendam

Regional
Wanita Pemeran Video Porno Tak Cuma Beraksi di Bandara YIA, Polisi: Ada di Beberapa Lokasi di Yogyakarta

Wanita Pemeran Video Porno Tak Cuma Beraksi di Bandara YIA, Polisi: Ada di Beberapa Lokasi di Yogyakarta

Regional
Badan Geologi Perpendek Jarak Waktu Pemantauan Erupsi Gunung Semeru

Badan Geologi Perpendek Jarak Waktu Pemantauan Erupsi Gunung Semeru

Regional
Wanita Pemeran Video Porno di Bandara YIA Ditetapkan Jadi Tersangka

Wanita Pemeran Video Porno di Bandara YIA Ditetapkan Jadi Tersangka

Regional
Pakai Baju Tahanan, Bripda Randy Dijebloskan di Penjara Atas Kasus Aborsi Mahasiswi yang Tewas Bunuh Diri

Pakai Baju Tahanan, Bripda Randy Dijebloskan di Penjara Atas Kasus Aborsi Mahasiswi yang Tewas Bunuh Diri

Regional
Terdampak Awan Panas Guguran Gunung Semeru, 2 Dusun Disterilkan

Terdampak Awan Panas Guguran Gunung Semeru, 2 Dusun Disterilkan

Regional
Pemkot Surabaya Kirim Bantuan untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

Pemkot Surabaya Kirim Bantuan untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 5 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 5 Desember 2021

Regional
Ponton Timah Apung Tabrak Karang, Seorang Penambang Tewas

Ponton Timah Apung Tabrak Karang, Seorang Penambang Tewas

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Desember 2021

Regional
Update Erupsi Gunung Semeru, Hujan Abu Turun Lagi, Evakuasi Terhalang Lahar Panas

Update Erupsi Gunung Semeru, Hujan Abu Turun Lagi, Evakuasi Terhalang Lahar Panas

Regional
Cerita Ladang Warga Ludes Tersapu Lahar Panas Gunung Semeru: Sudah Waktunya Panen, Kena Lahar

Cerita Ladang Warga Ludes Tersapu Lahar Panas Gunung Semeru: Sudah Waktunya Panen, Kena Lahar

Regional
Gunung Semeru Masih Tetap Berstatus Level 2 Waspada, Ini Penjelasannya

Gunung Semeru Masih Tetap Berstatus Level 2 Waspada, Ini Penjelasannya

Regional
Keluarga Korban Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang Minta Pelaku Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Keluarga Korban Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang Minta Pelaku Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Regional
Kembali ke Rumah, Hari Mengais Uang Rp 50 Juta Miliknya yang Terpendam Abu Vulkanik Gunung Semeru

Kembali ke Rumah, Hari Mengais Uang Rp 50 Juta Miliknya yang Terpendam Abu Vulkanik Gunung Semeru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.