Soal Pembukaan Tempat Wisata Saat PPKM, Ini Arahan Sandiaga Uno untuk Pemerintah Daerah

Kompas.com - 23/08/2021, 06:02 WIB
Menteri Parekraf Sandiaga Uno mencoba menggoreng Burayot, makanan khas Garut saat mengunjungi Desa Wisata Cangkuang, Minggu (22/08/2021) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGMenteri Parekraf Sandiaga Uno mencoba menggoreng Burayot, makanan khas Garut saat mengunjungi Desa Wisata Cangkuang, Minggu (22/08/2021)

GARUT, Kompas.com - Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengarahkan agar daerah-daerah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 hingga  Level 3 bisa membuka tempat wisata secara terbatas.

"Keputusannya ada di pemerintah kabupaten, kami memberikan arahan bahwa jika level satu sampai tiga bisa (membuka tempat wisata) secara terbatas," jelas Sandi kepada wartawan di sela kunjungannya ke obyek wisata Situ Cangkuang, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Minggu (22/8/2021).

Baca juga: Tiga Penginapan di Pantai Santolo Garut Terbakar, Diduga Korsleting

Sandi melihat, PPKM oleh pemerintah saat ini telah menunjukkan hasil awal yang baik karena ada penurunan kasus positif Covid-19.

Para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pun saat ini sudah mulai kembali bangkit.

Baca juga: Garut Turun ke Level 3, Wabup: Terima Kasih Seluruh Warga

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dampak yang dirasakan oleh pelaku wisata dan ekonomi kreatif yang 80 persen omzetnya turun saat ini mulai meningkat," katanya.

Sandi menjelaskan, untuk akselerasi percepatan pertumbuhan ekonomi, kementeriannya akan melakukan tiga program mulai dari percepatan vaksinasi dan bantuan kesehatan.

 

Ada pula bantuan ekonomi bagi para pelaku wisata dari sisi likuiditas dan bantuan usaha, serta bantuan kemanusiaan berupa pemberian paket sembako.

"Hari ini ada 100 paket sembako dan pakaian muslim yang kita bagikan di Desa Wisata Cangkuang," jelas Sandi.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman yang mendampingi Sandiaga Uno mengakui, para pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata di Garut saat ini sudah mulai bangkit.

"Kita berharap ada penurunan level (PPKM), saat ini Garut masih level tiga, mudah-mudahan bisa level satu atau dua, agar bisa dibuka (tempat wisata) dengan prokes (protokol kesehatan) ketat," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Divonis 6 Tahun Penjara, Dosen Unej Terdakwa Kasus Pencabulan Ajukan Banding

Divonis 6 Tahun Penjara, Dosen Unej Terdakwa Kasus Pencabulan Ajukan Banding

Regional
Sopir Tertidur Saat Mengemudi, Toyota Rush Seruduk Apotek di Blitar

Sopir Tertidur Saat Mengemudi, Toyota Rush Seruduk Apotek di Blitar

Regional
Buruh Harian Lepas Setubuhi Anak 11 Tahun Sebanyak 7 Kali dengan Bujuk Rayu

Buruh Harian Lepas Setubuhi Anak 11 Tahun Sebanyak 7 Kali dengan Bujuk Rayu

Regional
UMK Banyumas Hanya Naik Rp 13.000, SPSI: Pekerja Harus Kencangkan Ikat Pinggang

UMK Banyumas Hanya Naik Rp 13.000, SPSI: Pekerja Harus Kencangkan Ikat Pinggang

Regional
Pemkot Medan Siapkan Dana Rp 1 Triliun untuk Benahi Infrastruktur Jalan dan Drainase

Pemkot Medan Siapkan Dana Rp 1 Triliun untuk Benahi Infrastruktur Jalan dan Drainase

Regional
Jumlah Penderita HIV/AIDS di Blora Disebut Turun hingga 50 Persen

Jumlah Penderita HIV/AIDS di Blora Disebut Turun hingga 50 Persen

Regional
'Saya Vaksin, Malamnya Penglihatan Kabur, Besoknya Gelap Gulita'

"Saya Vaksin, Malamnya Penglihatan Kabur, Besoknya Gelap Gulita"

Regional
Ada 845 Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Semarang, Sosialisasi Pencegahan Sasar Remaja

Ada 845 Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Semarang, Sosialisasi Pencegahan Sasar Remaja

Regional
Serius soal Perubahan Iklim, Jokowi Akan Ajak Pemimpin G20 ke Hutan Mangrove di Bali

Serius soal Perubahan Iklim, Jokowi Akan Ajak Pemimpin G20 ke Hutan Mangrove di Bali

Regional
Santoso Histeris, Rumah yang Baru Selesai Dibangun dan Kambing Peliharaannya Ludes Terbakar

Santoso Histeris, Rumah yang Baru Selesai Dibangun dan Kambing Peliharaannya Ludes Terbakar

Regional
Sekolah di Jatim Dilarang Beri Libur Khusus Saat Nataru, Ini Penjelasan Kadisdik

Sekolah di Jatim Dilarang Beri Libur Khusus Saat Nataru, Ini Penjelasan Kadisdik

Regional
Sopir Truk Pasir Asal Semarang Dikabarkan Hilang Terseret Banjir di Lereng Merapi

Sopir Truk Pasir Asal Semarang Dikabarkan Hilang Terseret Banjir di Lereng Merapi

Regional
Geger, Ular Kobra Sepanjang 1 Meter Sembunyi di Lemari Baju Warga

Geger, Ular Kobra Sepanjang 1 Meter Sembunyi di Lemari Baju Warga

Regional
Puluhan Naskah Lontar Kuno Dipamerkan di Museum NTB

Puluhan Naskah Lontar Kuno Dipamerkan di Museum NTB

Regional
Berkedok Tempat Jual Ikan Hias, Rumah Penampungan Benih Lobster di Sumsel Digerebek, 13 Orang Ditangkap

Berkedok Tempat Jual Ikan Hias, Rumah Penampungan Benih Lobster di Sumsel Digerebek, 13 Orang Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.