Viral, Video Warga di GOR Serbaguna Pemprov Sumut Berkerumun, Berteriak, dan Berdesak-desakan demi Vaksin

Kompas.com - 03/08/2021, 18:47 WIB
Tangkapan layar sebuah video yang memperlihatkan penumpukan calon peserta vaksinasi massal di GOR Serba Guna di Medan, Selasa (3/8/2021) Tangkapan layar videoTangkapan layar sebuah video yang memperlihatkan penumpukan calon peserta vaksinasi massal di GOR Serba Guna di Medan, Selasa (3/8/2021)

MEDAN, KOMPAS.com - Viral di media sosial video yang memperlihatkan warga berdesak-desakan hendak masuk ke GOR Serbaguna Pemprov Sumut, di Jalan Williem Iskandar, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dari video yang beredar, tampak warga berkerumun sambil berteriak agar pintu besi dibuka.

Baca juga: Nakes di Medan Mulai Disuntik Vaksin Dosis Ketiga, Pakai Moderna dari AS

Baca juga: Stok Vaksin di Jabar Hampir Habis, Kini Menunggu Gerak Cepat Pemerintah Pusat

 

Dari penelusuran, warga dalam video tersebut ternyata ingin mengikuti vaksinasi yang digelar Polrestabes Medan dan Polda Sumut.

Baca juga: Usai Diperiksa 8 Jam, Anak Akidi Tio Janji Sumbangan Rp 2 Triliun Cair Hari Ini

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka berupaya mendapat suntikan vaksin, bermodal formulir yang telah diisi.

Indra, salah satu warga yang berada di lokasi menjelaskan, peristiwa itu terjadi pukul 14.00 WIB, Selasa (3/8/2021).

Warga terpaksa mendorong pintu karena mereka sudah mengantre cukup lama.

Antrean makin menumpuk di luar. Sementara, di dalam GOR juga sudah banyak warga yang mengantre menunggu giliran.

"Di luar banyak, di dalam juga banyak. Sementara kami di sini sudah nunggu lama kali," kata dia saat ditemui di lokasi.

Indra menjelaskan, saat sudah berhasil masuk dalam GOR, sebagian besar masyarakat justru tak bisa mendapat vaksin.

"Alasannya vaksin habis," kata Indra saat ditemui di lokasi.

Hingga Selasa petang, Indra tetap menunggu. Dia berharap segera divaksin. Namun, usahanya sia-sia. Polisi menyuruh mereka untuk ikut program vaksinasi selanjutnya.

Pantauan Kompas.com di lokasi, hingga pukul 16.00 WIB, masih banyak warga yang mangantre untuk mendapat vaksinasi di GOR serba guna yang sebelumnya dikunjungi oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono tersebut.

Sementara, warga yang sudah dipastikan tidak mendapat jatah vaksin memilih pulang.

"Tadi kami sudah didata. Nanti dipanggil lagi kalau ada program macam begini," kata salah seorang warga, Tyas.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengungkapkan, kerumunan di pintu masuk terjadi karena warga takut kehabisan vaksin.

Menurut Riko, hal itu terjadi karena tingginya antusiasme warga untuk mengikuti vaksinasi.

Setelah dijelaskan bahwa yang akan mendapat vaksin harus sudah di data, satu per satu warga yang berdesakan mulai membubarkan diri.

Polisi mengumpulkan peserta vaksinasi melalui sejumlah polsek. Satu polsek dijatah 100 peserta.

Selain warga umum, para peserta ada dari mahasiswa, pelajar SMP dan SMA, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Riko menyebutkan, jatah vaksin untuk hari ini berjumlah 4.000 dosis.

Dari jumlah itu, 3.000 dosis digunakan untuk suntikan pertama, sisanya untuk suntikan kedua bagi peserta yang disuntik pada peringatan hari Bhayangkara lalu.

Jual formulis vaksinasi

Riko mengatakan, petugas menemukan ada oknum yang sengaja menjual formulir vaksinasi di luar GOR.

Hal inilah yang ditenggarai menjadi penyebab penumpukan warga.

"Warga masyarakat tadi protes karena mereka ini mendapatkan formulir beli yang dijual di luar," ucap Riko.

Harga formulir yang dijual sebesar Rp .000 per lembar. Modusnya, formulir yang ada di foto kopi kemudian dijual kepada warga lainnya.

"Sementara tadi dari panitia sudah fotokopi sekitar 4.000 lebih untuk dibagikan," kata Riko.

Namun, polisi tidak menangkap pelaku yang menggandakan formulir itu.

Warga yang sudah terlanjur mengisi formulir tetap dilayani. Mereka didata, kemudian akan dihubungi ketika ada program vaksinasi massal lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tergiur Uang Rp 4 Juta, Wanita Ini Tega Jual Bayinya yang Berusia Satu Bulan

Tergiur Uang Rp 4 Juta, Wanita Ini Tega Jual Bayinya yang Berusia Satu Bulan

Regional
Sejak Ramai Ditangkap, Penagih Utang Pinjol Mulai Ramah

Sejak Ramai Ditangkap, Penagih Utang Pinjol Mulai Ramah

Regional
Tergiur Rp 2 Juta Jadi Rp 4 Juta dalam 20 Hari, Sri dan 39 Rekannya Tertipu Investasi Arisan 'Online'

Tergiur Rp 2 Juta Jadi Rp 4 Juta dalam 20 Hari, Sri dan 39 Rekannya Tertipu Investasi Arisan "Online"

Regional
Miris, Siswa SD di Ngawi Terpaksa Belajar di Kelas yang Atapnya Nyaris Roboh

Miris, Siswa SD di Ngawi Terpaksa Belajar di Kelas yang Atapnya Nyaris Roboh

Regional
Terjerat Utang Pinjol 12 Juta, Mahasiswa Ini Mengaku Awalnya Ingin Cari Modal

Terjerat Utang Pinjol 12 Juta, Mahasiswa Ini Mengaku Awalnya Ingin Cari Modal

Regional
Kades di Rembang Terlibat Kasus Tambang Ilegal, Ini Respons Bupati

Kades di Rembang Terlibat Kasus Tambang Ilegal, Ini Respons Bupati

Regional
Kronologi 3 Pria Kepergok Mencuri Sarang Burung Walet, Pelaku Kabur ke Semak-semak, 2 Ditangkap, 1 Menyerahkan Diri

Kronologi 3 Pria Kepergok Mencuri Sarang Burung Walet, Pelaku Kabur ke Semak-semak, 2 Ditangkap, 1 Menyerahkan Diri

Regional
Ganjar Pranowo soal Cuti Bersama Natal dan Tahun Baru Dihapus: Saya Setuju Banget

Ganjar Pranowo soal Cuti Bersama Natal dan Tahun Baru Dihapus: Saya Setuju Banget

Regional
Buntut Meninggalnya Mahasiswa Peserta Diklasar, Rektorat UNS Bekukan Sementara Menwa

Buntut Meninggalnya Mahasiswa Peserta Diklasar, Rektorat UNS Bekukan Sementara Menwa

Regional
WN Ukraina Jadi Korban Pencurian di Bali, Uang 1.500 Dollar AS Digasak Maling

WN Ukraina Jadi Korban Pencurian di Bali, Uang 1.500 Dollar AS Digasak Maling

Regional
Polisi Ungkap Peredaran Narkoba di Surabaya, 3 Pelaku Ditangkap, 29 Gram Sabu Disita

Polisi Ungkap Peredaran Narkoba di Surabaya, 3 Pelaku Ditangkap, 29 Gram Sabu Disita

Regional
Satu Korban Meninggal Diduga Keracunan Makanan di Nganjuk Mengidap Penyakit Jantung

Satu Korban Meninggal Diduga Keracunan Makanan di Nganjuk Mengidap Penyakit Jantung

Regional
Mahasiswa UNS Solo Tewas Saat Diklatsar Menwa, Polisi: Ada Beberapa Pukulan di Kepala

Mahasiswa UNS Solo Tewas Saat Diklatsar Menwa, Polisi: Ada Beberapa Pukulan di Kepala

Regional
Identitas Korban Tewas Laka Maut Kereta Vs Avanza, 2 di Antaranya Bapak dan Anak

Identitas Korban Tewas Laka Maut Kereta Vs Avanza, 2 di Antaranya Bapak dan Anak

Regional
Libur Akhir Tahun, Pemprov Banten Tak Ingin Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Seperti Singapura

Libur Akhir Tahun, Pemprov Banten Tak Ingin Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Seperti Singapura

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.