Penyesuaian Aturan PPKM Level 4 di Solo, Ijab Kabul Maksimal Dihadiri 10 Orang

Kompas.com - 03/08/2021, 18:05 WIB
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

SOLO, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga Senin (9/8/2021).

Dalam perpanjangan PPKM kali ini ada beberapa penyesuaian terkait kegiatan pernikahan sesuai surat edaran (SE) Wali Kota yang baru Nomor: 067/2377 tentang PPKM Level 4 Solo.

Jika SE sebelumnya kegiatan ijab kabul/pencatatan perkawinan/pemberkatan dilaksanakan di KUA/Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, kini dapat dilaksanakan di tempat ibadah dengan persetujuan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Solo.

Baca juga: Ada Penyesuaian Aturan PPKM Level 4 di Banyumas, Penyekatan Jalan Dikurangi

Kemudian kegiatan akad nikah/pencatatan perkawinan/pemberkatan dihadiri maksimal 10 orang termasuk pengantin dengan membawa hasil uji negatif swab PCR atau swab antigen paling lama 1x 24 jam setiap individu dengan jaga jarak antar orang paling sedikit dua meter dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) lebih ketat.

Durasi waktu akad nikah/pencatatan perkawinan/pemberkatan maksimal 2 jam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Iya kita longgarkan sedikit. Tapi kita masih mengikuti Inmendagri. Tidak ada yang kita ubah," kata Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Solo, Jawa Tengah, Selasa (3/8/2021).

Gibran menjelaskan, tidak banyak aturan yang berubah dalam SE terbaru karena Solo masih menerapkan PPKM level 4.

"Kita masih di level 4," ujar Gibran.

Dalam SE terbaru untuk kegiatan makan/minum di tempat umum masih sama.

Baca juga: PPKM Level 4 di Belitung Diperpanjang, Ini Aturannya

Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya serta restoran/ rumah makan dan kafe dengan lokasi tersendiri diizinkan makan di tempat dengan maksimal pengunjung 25 persen dari kapasitas.

Jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 20.00 WIB.

Kemudian kursi dengan jaga jarak antar orang paling sedikit dua meter atau maksimal tiga tikar serta durasi makan setiap pengunjung maksimal 20 menit dan menerapkan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Sementara restoran/rumah makan dan kafe yang berlokasi di pusat perbelanjaan/mal hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine in).

Adapun supermarket, pasar swalayan, toko kelontong, agen/outlet voucer, barbershop/ pangkas rambut, Iaundry, pedagang asongan, bengkel kecil, dan cucian kendaraan diizinkan buka sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas normal.

Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum, tempat hiburan dan area publik lainnya) ditutup sementara.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Solo Arif Darmawan menambahkan, penyesuaian aturan pernikahan dilakukan dengan pertimbangan terjadi penumpukan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan Dispendukcapil.

Sehingga penyelanggaraan pernikahan dapat dilaksanakan di tempat ibadah dengan tetap menerapkan prokes ketat.

"Kemarin di KUA dan Dispendukcapil, ternyata terjadi penumpukan. Makanya dibuka di tempat ibadah. Kan rumah ibadah tidak ditutup di PPKM Level 4 ini, maksimal dibatasi 10 orang di rumah ibadah, KUA dan Dispendukcapil," kata Arif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Mahasiswi Universitas Jember Kuliah Tatap Muka, Kaget Kampusnya Seperti Hutan

Cerita Mahasiswi Universitas Jember Kuliah Tatap Muka, Kaget Kampusnya Seperti Hutan

Regional
Camat di Ngawi Ini Menangis Lihat Guru di Wilayahnya Tinggal bersama Kambing

Camat di Ngawi Ini Menangis Lihat Guru di Wilayahnya Tinggal bersama Kambing

Regional
Warga Halangi Truk Sampah Tangsel, Wali Kota Serang: Pengiriman Dihentikan Sementara

Warga Halangi Truk Sampah Tangsel, Wali Kota Serang: Pengiriman Dihentikan Sementara

Regional
10 Nelayan Deli Serdang Ditahan Malaysia karena Langgar Batas Wilayah, Akhirnya Dipulangkan

10 Nelayan Deli Serdang Ditahan Malaysia karena Langgar Batas Wilayah, Akhirnya Dipulangkan

Regional
Seorang Kades di Riau Minta Rp 2 Juta Tiap Bantu Pembuatan Surat Tanah

Seorang Kades di Riau Minta Rp 2 Juta Tiap Bantu Pembuatan Surat Tanah

Regional
Bentrok Warga dengan Simpatisan Perguruan Silat di Lamongan, 3 Orang Luka, Situasi Diklaim Sudah Terkendali

Bentrok Warga dengan Simpatisan Perguruan Silat di Lamongan, 3 Orang Luka, Situasi Diklaim Sudah Terkendali

Regional
Kalbar Masuk 4 Besar Kasus Harian Covid-19 Tertinggi, Kadinkes: Semua Harus Hati-hati

Kalbar Masuk 4 Besar Kasus Harian Covid-19 Tertinggi, Kadinkes: Semua Harus Hati-hati

Regional
Aniaya Warga yang Hendak Jual Tanah dengan Parang, Pria Ini Ditangkap Polisi

Aniaya Warga yang Hendak Jual Tanah dengan Parang, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Cerita Nasi Soto Ayam Murah Rp 2.000 Per Porsi Milik Yus, Pelanggannya Ojol hingga Bermobil

Cerita Nasi Soto Ayam Murah Rp 2.000 Per Porsi Milik Yus, Pelanggannya Ojol hingga Bermobil

Regional
94 Anak Kehilangan Orangtua akibat Covid-19 di Sulsel Dapat Santunan Rp 2,5 Juta

94 Anak Kehilangan Orangtua akibat Covid-19 di Sulsel Dapat Santunan Rp 2,5 Juta

Regional
Ridwan Kamil Semringah, Jokowi Teken Perpres Pengembangan Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Semringah, Jokowi Teken Perpres Pengembangan Jabar Utara dan Selatan

Regional
Oknum ASN Pemkab Madiun yang Diduga Telantarkan Istri Siri Diperiksa Inspektorat

Oknum ASN Pemkab Madiun yang Diduga Telantarkan Istri Siri Diperiksa Inspektorat

Regional
Tak Setuju Ganjil Genap di Tempat Wisata, Bupati Banyumas: Sepi, Enggak Ada yang Lewat

Tak Setuju Ganjil Genap di Tempat Wisata, Bupati Banyumas: Sepi, Enggak Ada yang Lewat

Regional
Kisah Pencuri Kirim Surat dan Kembalikan Barang Curian Lewat Ojek Online, Mengaku Terjerat Pinjol

Kisah Pencuri Kirim Surat dan Kembalikan Barang Curian Lewat Ojek Online, Mengaku Terjerat Pinjol

Regional
PPKM di Sumut Kembali Diperpanjang, Begini Penjelasan Edy Rahmayadi

PPKM di Sumut Kembali Diperpanjang, Begini Penjelasan Edy Rahmayadi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.