Kebakaran Hutan Lindung di Riau Diduga Disengaja, Ini Temuan Polisi

Kompas.com - 22/07/2021, 14:12 WIB
Petugas TNI, kepolisian, Satpol PP dan MPA tengah melakukan pemadaman api kebakaran kawasan hutan lindung Bukit Suligi di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rohul, Riau, Rabu (21/7/2021). Dok. Koramil 08/TandunPetugas TNI, kepolisian, Satpol PP dan MPA tengah melakukan pemadaman api kebakaran kawasan hutan lindung Bukit Suligi di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rohul, Riau, Rabu (21/7/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kawasan hutan lindung Bukit Suligi di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, terbakar hebat.

Hingga hari ini Kamis (22/7/2021), pemadaman masih terus dilakukan tim gabungan dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kebakaran tersebut diduga disengaja.

Baca juga: Petugas Kewalahan Padamkan 50 Hektar Hutan Lindung Riau yang Terbakar, Sampai Naik Turun Bukit

Sebab, di lokasi kebakaran tampak kayu-kayu hutan telah ditebang.

Polisi telah menangkap tiga orang pria yang diduga membakar kawasan hutan tersebut.

"Ada tiga orang pemilik lahan yang kita amankan. Mereka berinisial KA (45), SR (45), dan ED (46). Tapi, saat ini masih dalam penyelidikan. Kami juga berkoordinasi dengan Polres Rokan Hulu," kata Kapolsek Tandun AKP S Sinaga kepada Kompas.com melalui keterangan tertulis, Kamis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pria yang Sempat Digendong oleh Polisi di Riau Ternyata Positif Covid-19

Sementara itu, pemadaman kebakaran hutan lindung Bukit Suligi masih terus dilakukan tim Satgas Karhutla setempat.

Babinsa Koramil 08/Tandun, Kodim 0313/KPR, Sertu Faisal Siregar bersyukur karena pemadaman telah dibantu dari udara dengan helikopter water bombing.

"Pemadam hari ini dibantu helikopter water bombing. Dengan adanya pemadaman dari udara, kita berharap api cepat padam," ujar Faisal.

Sebelumnya, menurut Faisal, pemadaman dari darat sangat sulit dilakukan.

Sumber air sama sekali tidak ada di lokasi, karena kebakaran di areal perbukitan.

Petugas memadamkan api secara manual hanya dengan ranting kayu.

"Kondisi kebakaran sangat ekstrem. Api sulit dipadamkan. Aksesnya juga jauh, sekitar 30 kilometer dari permukiman warga," sebut Faisal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 4 di Pekanbaru Diperpanjang, Wali Kota: Aturan Tetap Sama, Penyekatan Jalan Masih Berlaku

PPKM Level 4 di Pekanbaru Diperpanjang, Wali Kota: Aturan Tetap Sama, Penyekatan Jalan Masih Berlaku

Regional
Hasil Investigasi KIPI Pastikan Ibu di Sulut Bukan Meninggal karena Vaksin AstraZeneca

Hasil Investigasi KIPI Pastikan Ibu di Sulut Bukan Meninggal karena Vaksin AstraZeneca

Regional
294 Warga Kabupaten Blitar Isoman di Rumah, Tempat Isolasi Bangle Masih Kosong

294 Warga Kabupaten Blitar Isoman di Rumah, Tempat Isolasi Bangle Masih Kosong

Regional
Dikejar Cicilan Utang Bank, Pasangan Kekasih di Tegal Nekat Curi 3 Motor dalam Sebulan

Dikejar Cicilan Utang Bank, Pasangan Kekasih di Tegal Nekat Curi 3 Motor dalam Sebulan

Regional
Keterbatasan Stok, Dua Kawasan Pendidikan di Sumedang Jadi Fokus Pemkab Percepat Herd Immunity

Keterbatasan Stok, Dua Kawasan Pendidikan di Sumedang Jadi Fokus Pemkab Percepat Herd Immunity

Regional
PPKM Level 4 di Kebumen Diperpanjang, Bupati: Aturan Tidak Berubah, Hajatan Masih Dilarang

PPKM Level 4 di Kebumen Diperpanjang, Bupati: Aturan Tidak Berubah, Hajatan Masih Dilarang

Regional
Cerita 3 Pemuda Curi Gelang dan Ponsel, Kecanduan Nyabu dan Game Online, Masuk Rumah dengan Pintu Terbuka

Cerita 3 Pemuda Curi Gelang dan Ponsel, Kecanduan Nyabu dan Game Online, Masuk Rumah dengan Pintu Terbuka

Regional
Kisah Linmas Melawan Takut Bantu Warga Terpapar Covid-19, Sempat Dilarang Keluarga hingga Taruhan Nyawa

Kisah Linmas Melawan Takut Bantu Warga Terpapar Covid-19, Sempat Dilarang Keluarga hingga Taruhan Nyawa

Regional
Kabupaten Sambas dan Kubu Raya Masuk Zona Merah Covid-19, BOR dan Kasus Aktif Tinggi

Kabupaten Sambas dan Kubu Raya Masuk Zona Merah Covid-19, BOR dan Kasus Aktif Tinggi

Regional
PPKM Diperpanjang, Pemkot Yogyakarta Fokus Kurangi Mobilitas Warga di Perumahan

PPKM Diperpanjang, Pemkot Yogyakarta Fokus Kurangi Mobilitas Warga di Perumahan

Regional
Cerita di Balik Suami Istri Begal Taksi Online, Ingin ke Luar Negeri tapi Tak Ada Uang

Cerita di Balik Suami Istri Begal Taksi Online, Ingin ke Luar Negeri tapi Tak Ada Uang

Regional
Pemkab Magetan Kesulitan Penuhi Kebutuhan Oksigen, Ini Langkah Bupati

Pemkab Magetan Kesulitan Penuhi Kebutuhan Oksigen, Ini Langkah Bupati

Regional
Pemkab Cirebon Hapus Sanksi Denda Administrasi Pajak, Ini Periodenya

Pemkab Cirebon Hapus Sanksi Denda Administrasi Pajak, Ini Periodenya

Regional
Kisah Peltu Ali, 13 Kali Donasikan Plasma Konvalesen, Donor ke PMI Setiap 14 Hari Sekali

Kisah Peltu Ali, 13 Kali Donasikan Plasma Konvalesen, Donor ke PMI Setiap 14 Hari Sekali

Regional
Sosok Kopengga Enumbi, Anggota KKB yang Ditembak Mati, Terlibat Perampasan Senjata hingga Suplai Logistik KKB

Sosok Kopengga Enumbi, Anggota KKB yang Ditembak Mati, Terlibat Perampasan Senjata hingga Suplai Logistik KKB

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X