Gubernur Edy Akui Kesulitan Ajak Warga di Pasar dan Tempat Ibadah Taat Prokes Pakai Masker

Kompas.com - 16/07/2021, 16:04 WIB
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengakui tingkat ketaatan masyarakat di daerahnya dalam menerapkan protokol kesehatan masih rendah, terutama memakai masker. KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALIGubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengakui tingkat ketaatan masyarakat di daerahnya dalam menerapkan protokol kesehatan masih rendah, terutama memakai masker.

MEDAN, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengakui tingkat ketaatan masyarakat di daerahnya dalam menerapkan protokol kesehatan masih rendah, terutama memakai masker.

Dia mengaku kesulitan untuk mengajak masyarakat menggunakan masker.

Salah satu tempat yang paling sulit mengikuti perintah menggunakan masker adalah pasar tradisional.

"Kita suruh pakai masker saja di pasar itu, di situ masih 20 persen yang menggunakan. Berarti 80 persen itu yang sangat membahayakan," kata Edy di rumah dinas gubernur di Medan, Jumat (16/7/2021).

Baca juga: Gubernur Edy Keberatan Status Medan dan Kota Sibolga di Level 4 Covid-19

Selain pasar tradisional, tempat yang paling sering dijumpai Edy dengan penerapan protokol kesehatan cenderung rendah adalah tempat ibadah.

"Jangankan di pasar, di tempat ibadah saja sulit sekali. Harus dipaksa untuk menggunakan masker," sebut Edy.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, kata Edy, taat menerapkan prokes menjadi kunci penanggulangan masalah Covid-19. Apalagi, dalam tiga hari terakhir, penambahan kasus baru di Sumut terus mencatatkan rekor.

Baca juga: Pecah Rekor Lagi, Positif Covid-19 di Sumut Bertambah 896 Kasus, Medan Penyumbang Terbesar

Edy mengatakan, sampai kini pemerintah masih terus berupaya untuk menekan penambahan kasus, baik dengan melakukan testing, tracing dan threatment (3T) maupun mempercepat program vaksinasi.

Tapi langkah itu tidak cukup. Masyarakat juga harus bersama-sama menekan masalah ini dengan disiplin dan taat menerapkan protokol kesehatan.

"Namun demikian, yang paling penting itu bukan vaksin. Yang paling penting adalah kesadaran semua rakyat untuk mematuhi (protokol kesehatan) karena adanya virus ini," pungkas Edy.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SD di Cianjur Ini Terapkan Konsep Ecobrick, Lingkungannya Jadi Asri dan Artistik

SD di Cianjur Ini Terapkan Konsep Ecobrick, Lingkungannya Jadi Asri dan Artistik

Regional
Kerangka Manusia di Pantai Parangkusumo Bantul Ditemukan dalam Posisi Bersila

Kerangka Manusia di Pantai Parangkusumo Bantul Ditemukan dalam Posisi Bersila

Regional
Bandar Lelang Arisan Online Fiktif di Salatiga Ditangkap

Bandar Lelang Arisan Online Fiktif di Salatiga Ditangkap

Regional
Dianggap Memberatkan, Para Pemilik Kapal Tangkap di Kalbar Tolak PP Nomor 85

Dianggap Memberatkan, Para Pemilik Kapal Tangkap di Kalbar Tolak PP Nomor 85

Regional
Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Dua Anak Buah Alex Noerdin Jalani Sidang Dakwaan

Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Dua Anak Buah Alex Noerdin Jalani Sidang Dakwaan

Regional
Mulai Besok, Tarif Tes Antigen di Stasiun Daop 7 Madiun Turun Jadi Rp 45.000

Mulai Besok, Tarif Tes Antigen di Stasiun Daop 7 Madiun Turun Jadi Rp 45.000

Regional
Disambut Teriakan Takbir, Eks Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi Bebas Murni dari Lapas Serang

Disambut Teriakan Takbir, Eks Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi Bebas Murni dari Lapas Serang

Regional
Ini Alasan Kejati Sumsel Tetapkan Alex Noerdin Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

Ini Alasan Kejati Sumsel Tetapkan Alex Noerdin Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

Regional
Disdik Pekanbaru Perketat Prokes Cegah Klaster PTM, Usai Satu Guru Positif Covid-19

Disdik Pekanbaru Perketat Prokes Cegah Klaster PTM, Usai Satu Guru Positif Covid-19

Regional
Fakta Rumah Angling Dharma di Pandeglang, Sudah Ada Sejak 2002 dan Memiliki Ciri Khusus

Fakta Rumah Angling Dharma di Pandeglang, Sudah Ada Sejak 2002 dan Memiliki Ciri Khusus

Regional
Pelaku Pura-pura Jualan Madu, Ini Kronologi Pencurian Laptop dan Ponsel di Kantor Diskonperindag Tuban

Pelaku Pura-pura Jualan Madu, Ini Kronologi Pencurian Laptop dan Ponsel di Kantor Diskonperindag Tuban

Regional
Angin Puting Beliung Rusak 17 Rumah Warga di Lombok Tengah

Angin Puting Beliung Rusak 17 Rumah Warga di Lombok Tengah

Regional
Mulai Jumat, Tarif Antigen di Stasiun Daop 5 Purwokerto Turun Jadi Rp 45.000

Mulai Jumat, Tarif Antigen di Stasiun Daop 5 Purwokerto Turun Jadi Rp 45.000

Regional
Kisah Nurliah, Tinggal Seorang Diri dalam Kondisi Sakit di Gubuk Kecil, Dibantu Gubernur Mendapat Perawatan

Kisah Nurliah, Tinggal Seorang Diri dalam Kondisi Sakit di Gubuk Kecil, Dibantu Gubernur Mendapat Perawatan

Regional
22 Kecamatan Terancam Kekeringan, Ini Langkah yang Dilakukan Pemkab Sumba Timur

22 Kecamatan Terancam Kekeringan, Ini Langkah yang Dilakukan Pemkab Sumba Timur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.