Ini Pengakuan Vaksinator yang Videonya Viral Lakukan Vaksinasi Diduga Tanpa Menekan Jarum Suntik

Kompas.com - 14/07/2021, 09:49 WIB
Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita sedang melakukan vaksinasi. Video yang salah satunya diunggah akun Instagram @halokrw itu menjadi sorotan karena saat jarum sudah menempel ke kulit, diduga tidak ditekan dan langsung dicabut. Tangkapan layar InstagramViral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita sedang melakukan vaksinasi. Video yang salah satunya diunggah akun Instagram @halokrw itu menjadi sorotan karena saat jarum sudah menempel ke kulit, diduga tidak ditekan dan langsung dicabut.

KOMPAS.com- Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang warga sedang melakukan vaksinasi.

Video yang salah satunya diunggah akun Instagram @halokrw itu menjadi sorotan karena saat jarum sudah menempel ke kulit, diduga tidak ditekan dan langsung dicabut.

Baca juga: Viral, Video Vaksinasi di Karawang Diduga Tanpa Menekan Jarum Suntik, Ini Penjelasannya

Dari penelusuran, video itu diambil di Puskesmas Wadas, Telukjambe Timur, Karawang.

Baca juga: Kesal Disambut dengan Organ Tunggal, Risma: Mau Tak Tendang Apa, Memang Aku Kesenengan ke Sini?

Adapun vaksinasi dilakukan oleh seorang wanita di puskesmas tersebut.

Baca juga: Marah Pegawainya Bersantai dan Tak Bantu Dapur Umum, Risma: Saya Bisa Pindahkan Kalian ke Papua!

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait video viral itu, vaksinator Puskesmas Wadas, Maola Nurulshinta (53) merasa yakin dirinya menyuntikkan vaksin sesuai dengan prosedur.

Saat menyuntik, dia menggunakan teknik menekan dengan bagian bawah menggunakan telapak tangan.

"Saya tarik dagingnya, lalu suntik. Kemudian kita tekan dengan telapak tangan," ujar Maola di Puskesmas Wadas, Selasa (13/7/2021).

Saat ini Maola telah menyuntikkan vaksin ke lebih dari 8.000 orang.

"Bukan satu atau dua orang saya suntik, saya sudah suntik ratusan orang beberapa hari terakhir," ungkapnya.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, petugas akan memeriksa darah pengunggah video tersebut.

Hal itu dilakukan untuk melihat apakah antibodi sudah terbentuk.

Diketahui wanita berinisial T yang mengunggah video itu mengikuti vaksinasi bersama dua temannya, I dan R.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebar Wafer Berisi Silet Diduga Paranoid, Terancam 15 Tahun Penjara

Penyebar Wafer Berisi Silet Diduga Paranoid, Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Depo Imigresen Tawau Jadi Kluster Baru Covid-19 di Malaysia, 187 WNI Batal Dideportasi

Depo Imigresen Tawau Jadi Kluster Baru Covid-19 di Malaysia, 187 WNI Batal Dideportasi

Regional
Tukang Kayu di Kupang Tewas Terjebak dalam Kebakaran, Sempat Teriak Minta Tolong

Tukang Kayu di Kupang Tewas Terjebak dalam Kebakaran, Sempat Teriak Minta Tolong

Regional
Cerita Warga Salatiga Cari Vaksin Covid-19, Berulang Kali Daftar tapi Belum Dapat Jatah

Cerita Warga Salatiga Cari Vaksin Covid-19, Berulang Kali Daftar tapi Belum Dapat Jatah

Regional
Cerita Para Remaja Antre sejak Pagi demi Vaksinasi, Lebih Takut Corona daripada Jarum Suntik

Cerita Para Remaja Antre sejak Pagi demi Vaksinasi, Lebih Takut Corona daripada Jarum Suntik

Regional
Tutup Sebulan akibat PPKM, Mal di Malang Jadi Tempat Vaksinasi

Tutup Sebulan akibat PPKM, Mal di Malang Jadi Tempat Vaksinasi

Regional
PPKM Level 3 Kota Tasikmalaya, Sistem Ganjil Genap Berlaku, Penyekatan Jalan Tetap Dibuka

PPKM Level 3 Kota Tasikmalaya, Sistem Ganjil Genap Berlaku, Penyekatan Jalan Tetap Dibuka

Regional
Pemprov Papua Perketat Akses Penumpang Laut dan Bandara, Ini Aturannya

Pemprov Papua Perketat Akses Penumpang Laut dan Bandara, Ini Aturannya

Regional
Ganjar Tinjau Vaksinasi Covid-19 Anak di Solo: Pelajar Pikirannya Kapan Bisa Sekolah Tatap Muka

Ganjar Tinjau Vaksinasi Covid-19 Anak di Solo: Pelajar Pikirannya Kapan Bisa Sekolah Tatap Muka

Regional
Istri Dalangi Pembegalan Taksi Online, Suami: Salah Saya Tidak Ada Uang

Istri Dalangi Pembegalan Taksi Online, Suami: Salah Saya Tidak Ada Uang

Regional
Sesak Napas, Anak Akidi Tio Menjalani Tes PCR di Rumah

Sesak Napas, Anak Akidi Tio Menjalani Tes PCR di Rumah

Regional
Tunjangan 75 ASN Pemkot Tegal Dipotong karena Telat 'Ngantor'

Tunjangan 75 ASN Pemkot Tegal Dipotong karena Telat "Ngantor"

Regional
BNN Maluku Tangkap 14 Tersangka Narkoba Selama 6 Bulan, Barang Bukti Dibakar dan Diblender

BNN Maluku Tangkap 14 Tersangka Narkoba Selama 6 Bulan, Barang Bukti Dibakar dan Diblender

Regional
Kebakaran 30 Rumah di Palangkaraya, Berawal dari Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran 30 Rumah di Palangkaraya, Berawal dari Pertengkaran Suami Istri

Regional
Penyekatan Jalan Masih Berlaku di Kawasan Puncak Bogor

Penyekatan Jalan Masih Berlaku di Kawasan Puncak Bogor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X