Hadiah Uang dan Sepeda untuk Kakek Penjual Mainan yang Tutup Usaha Saat PPKM

Kompas.com - 13/07/2021, 13:38 WIB
Pedagang mainan bernama Kasmadi (75) kaget mendapat sepeda dan uang dari polisi di Lamongan, Jawa Timur. Istimewa/TribunnewsPedagang mainan bernama Kasmadi (75) kaget mendapat sepeda dan uang dari polisi di Lamongan, Jawa Timur.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berlaku juga di Lamongan, Jawa Timur.

Setiap pelaku usaha diminta mematuhi aturan yang dibuat pemerintah, termasuk soal pembatasan layanan, serta jam buka dan tutup.

Namun, hal itu sulit diterapkan oleh Kakek Kasmadi.

Pria yang kini berusia 75 tahun itu mau tak mau harus tetap berkeliling berjalan kaki sambil memikul mainan anak-anak.

Baca juga: Jangan Sampai Ada Orang Surabaya Meninggal karena Tak Diambil dalam 24 Jam

Selama ini, Kasmadi bergantung pada usaha jual mainan untuk menopang kebutuhan hidupnya bersama keluarga.

Kakek Kasmadi tiba-tiba didatangi seorang polisi saat sedang beristirahat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anggota Polres Lamongan Aipda Purnomo meminta Kasmadi menutup pikulan mainan yang dibawa.

Purnomo meminta agar Kakek Kasmadi berhenti berjualan untuk sementara, selama masa PPKM Darurat berlaku.

Baca juga: Daftar Nomor Telepon Puskesmas dan Ambulans 24 Jam di Surabaya

 

Diberi hadiah oleh polisi

Namun, Kakek Kasmadi yang sedang merapikan dagangannya, tiba-tiba terkejut saat menerima pemberian dari Aipda Purnomo.

Kasmadi diberikan uang sejumlah Rp 5 juta.

Saat dikonfirmasi oleh Tribunnews.com, Purnomo mengatakan, uang tersebut diberikan kepada Kasmadi untuk memenuhi kebutuhannya selama PPKM Darurat ini.

Baca juga: Kaget Didatangi Polisi Saat PPKM, Pedagang Ini Malah Diberi Uang dan Sepeda

Bahkan, jika dimungkinkan, uang tersebut dapat membantu menutup kebutuhan hidup Kasmadi selama 1 bulan.

Apalagi, jika masa PPKM Darurat akhirnya diperpanjang oleh pemerintah.

Tidak hanya uang Rp 5 juta yang diterima Kasmadi.

Purnomo juga membelikan sebuah sepeda untuk sang kakek.

Sejak 1978, Kasmadi selalu menjajakan barang dagangannya dengan berjalan kaki.

Diharapkan sepeda tersebut dapat membantu meringankan Kasmadi untuk berjualan setelah selesai PPKM Darurat.

Menurut Purnomo, pertemuannya dengan sang kakek tanpa ada unsur kesengajaan.

Awalnya, saat melakukan perjalanan pulang dari Polres Lamongan, Purnomo tidak sengaja melihat seorang kakek yang berjalan kaki dengan memikul jualan mainan di pinggir jalan.

"Awalnya ndak sengaja ketika pulang dari Polres Lamongan, kami melihat seorang yang sudah berumur berjalan kaki dengan memikul jualan mainan di pinggir jalan raya," kata Purnomo, Senin (12/7/2021).

Kepada Purnomo, Kasmadi mengatakan bahwa dia biasanya berjualan di depan sekolah di Lamongan Kota.

Namun, banyak sekolah yang saat ini tutup karena pandemi.

Purnomo tak hanya memberikan uang dan sepeda, ia juga membeli semua mainan yang dibawa oleh Kakek Kasmadi.

"Hari ini sengaja kami borong semua jualan Pak Kasmadi dan kami berikan tambahan modal untuk sementara agar tidak berjualan selama aturan PPKM ini," kata Purnomo.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judul: Diminta Ikuti Aturan PPKM, Seorang Pedagang Kaget Malah Diberi Sepeda dan Uang 5 juta dari Polisi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

105 Siswa dan 12 Guru Terpapar Corona, 22 Sekolah di Bandung Ditutup

105 Siswa dan 12 Guru Terpapar Corona, 22 Sekolah di Bandung Ditutup

Regional
Rumah Bandar Narkoba Digerebek, Seorang Oknum Polisi Malah Ikut Diamankan Petugas

Rumah Bandar Narkoba Digerebek, Seorang Oknum Polisi Malah Ikut Diamankan Petugas

Regional
Distrik Kiwirok Diklaim Aman dari KKB, 282 Pengungsi di Oksibil Papua Akan Segera Dipulangkan

Distrik Kiwirok Diklaim Aman dari KKB, 282 Pengungsi di Oksibil Papua Akan Segera Dipulangkan

Regional
Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Muara Sungai, Ditemukan 15 Meter dari TKP Tenggelam

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Muara Sungai, Ditemukan 15 Meter dari TKP Tenggelam

Regional
Kadinkes Kalbar: Mau 1 atau 24 Jam Keluar Hasil PCR, Tarif Harus Rp 300.000

Kadinkes Kalbar: Mau 1 atau 24 Jam Keluar Hasil PCR, Tarif Harus Rp 300.000

Regional
Bonus Atlet Jabar Penyabet Medali Diberikan 2 Tahap, Tahun Ini dan Tahun Depan

Bonus Atlet Jabar Penyabet Medali Diberikan 2 Tahap, Tahun Ini dan Tahun Depan

Regional
Empat Hari Pencarian, 9 ABK KM Liberty I Belum Ditemukan, Basarnas: Peluang Bisa Diselamatkan Sedikit

Empat Hari Pencarian, 9 ABK KM Liberty I Belum Ditemukan, Basarnas: Peluang Bisa Diselamatkan Sedikit

Regional
Aksara Daerah yang Bisa Diakses di Perangkat Digital Bertambah Tahun Depan

Aksara Daerah yang Bisa Diakses di Perangkat Digital Bertambah Tahun Depan

Regional
Apakah Fenomena YouTuber Mengubah Pandangan terhadap Pekerjaan Real?

Apakah Fenomena YouTuber Mengubah Pandangan terhadap Pekerjaan Real?

Regional
Wali Kota Surabaya Optimistis Generasi Muda Mampu Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan

Wali Kota Surabaya Optimistis Generasi Muda Mampu Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan

Regional
Kontak Senjata TNI dengan KKB di Intan Jaya Papua, Serka Asep Alami Luka Tembak di Bagian Perut

Kontak Senjata TNI dengan KKB di Intan Jaya Papua, Serka Asep Alami Luka Tembak di Bagian Perut

Regional
Hujan Deras dan Angin di Bondowoso, Pohon Roboh Timpa Rumah hingga 2 Warung

Hujan Deras dan Angin di Bondowoso, Pohon Roboh Timpa Rumah hingga 2 Warung

Regional
Detik-detik Avanza Ditabrak KA Barang hingga Terpental 40 Meter di Grobogan, Korban Tewas 3 Orang

Detik-detik Avanza Ditabrak KA Barang hingga Terpental 40 Meter di Grobogan, Korban Tewas 3 Orang

Regional
Diduga Keracunan Makanan, Penyelenggara Hajatan di Nganjuk Turut Dirawat di RSUD Kertosono

Diduga Keracunan Makanan, Penyelenggara Hajatan di Nganjuk Turut Dirawat di RSUD Kertosono

Regional
Para Camat Dimintai Sumbangan oleh Menantu Bupati Jember, Ini Alasannya

Para Camat Dimintai Sumbangan oleh Menantu Bupati Jember, Ini Alasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.