Kronologi 4 Anak Tersetrum Saat Ambil Layangan di Pohon, Bambunya Patah dan Terkena Kabel Listrik

Kompas.com - 13/07/2021, 13:03 WIB
Ilustrasi luka bakar ShutterstockIlustrasi luka bakar
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Empat bocah di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan mengalami luka bakar karena tersetrum saat ambil layangan.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah kompleks perumahan pada Senin (12/7/2021) sore. Empat anak itu adalah M (8) NFB (11), H (10) dan MR (10).

Sebelum kejadian, para bocah tersebut bermain hujan. Dalam kondisi basah, mereka lanjut bermain layangan.

Baca juga: 4 Anak Luka Bakar Akibat Tersetrum Saat Ambil Layangan Tersangkut di Pohon

Tak lama kemudian, layangan mereka tersangkut di sebuah pohon.

Mereka kemudian berinisiatif menggunakan bambu yang basah dikaitkan dengan tongkat almunium. Namun saat berusaha mengambil layangan, bambu tersebut patah dan mengenai kabel listrik yang tak jauh dari pohon.

Mereka pun terpental dan terdengar suara ledakan yang cukup keras hingga membuat warga sekitar berlarian menghampiri korban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kisah Tragis Balita 2 Tahun Tewas Tersetrum Pompa Air, Berawal Ditinggal Ibu ke Dapur

Empat bocah tersebut kemudian dievakusi ke Puskesmas Gambut karena kondisinya lemas dan kedua tangan mengalami luka bakar.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polsek Gambut Aiptu Yuliansyah.

"Menurut keterangan saksi, anak-anak itu sempat bermain hujan kemudian bermain layangan," ujar Aiptu Yuliansyah dalam keterangan yang diterima, Selasa (13/7/2021).

Ia mengatakan, satu anak mengalami luka bakar cukup serius sehingga dilarikan ke rumah sakit.

Baca juga: Seorang Petani Ditemukan Tewas di Tengah Sawah, Diduga Tersetrum Jebakan Tikus

"Satu anak, yakni M harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin karena mengalami luka bakar cukup serius," jelasnya.

Atas kejadian itu, Yuliansyah mengimbau kepada orangtua untuk mengawasi anak-anak mereka saat bermain.

"Ini sebagai contoh, bahwa anak-anak perlu pengawasan ekstra dari orangtua," pungkasnya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Andi Muhammad Haswar | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Air Saluran Irigasi di Klaten Berwarna Merah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Air Saluran Irigasi di Klaten Berwarna Merah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
PPKM Level 3 di Bali, Bioskop Belum Boleh Buka

PPKM Level 3 di Bali, Bioskop Belum Boleh Buka

Regional
Pertama Kali dalam 13 Tahun, Penyu Belimbing Kembali Bertelur di Pantai Ini

Pertama Kali dalam 13 Tahun, Penyu Belimbing Kembali Bertelur di Pantai Ini

Regional
Kasus Pemerkosaan di Padang Terungkap Setelah Sikap Korban Berubah

Kasus Pemerkosaan di Padang Terungkap Setelah Sikap Korban Berubah

Regional
Polisi Gelar Reka Ulang Kasus Pembunuhan Taruna PIP Semarang, Fakta Baru Terkuak

Polisi Gelar Reka Ulang Kasus Pembunuhan Taruna PIP Semarang, Fakta Baru Terkuak

Regional
Kata Dinkes Yogyakarta soal Vaksinasi Massal di XT Square Timbulkan Kerumunan

Kata Dinkes Yogyakarta soal Vaksinasi Massal di XT Square Timbulkan Kerumunan

Regional
Kabar Baik, Pemkot Denpasar Tutup 4 Lokasi Isoter Setelah Kasus Covid-19 Menurun

Kabar Baik, Pemkot Denpasar Tutup 4 Lokasi Isoter Setelah Kasus Covid-19 Menurun

Regional
Derita Peternak Ayam Petelur, Sehari Rugi Rp 8 Juta

Derita Peternak Ayam Petelur, Sehari Rugi Rp 8 Juta

Regional
Polisi Pastikan Kapal Pengayoman IV yang Tenggelam di Nusakambangan Tak Kelebihan Muatan

Polisi Pastikan Kapal Pengayoman IV yang Tenggelam di Nusakambangan Tak Kelebihan Muatan

Regional
Diterjang Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah di Kabupaten Semarang Rusak

Diterjang Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah di Kabupaten Semarang Rusak

Regional
Saat Polisi di Madiun Beramai-ramai Angkat 100 Yatim Piatu karena Covid-19 Jadi Anak Asuh

Saat Polisi di Madiun Beramai-ramai Angkat 100 Yatim Piatu karena Covid-19 Jadi Anak Asuh

Regional
Cegah Kemacetan Saat Ganjil Genap di Puncak, Ini Strategi Polres Bogor

Cegah Kemacetan Saat Ganjil Genap di Puncak, Ini Strategi Polres Bogor

Regional
Sulitnya Belajar Daring di Pedalaman Kaltim, Anak-anak Naik Bukit untuk Cari Sinyal

Sulitnya Belajar Daring di Pedalaman Kaltim, Anak-anak Naik Bukit untuk Cari Sinyal

Regional
Kronologi Kapal Pengayoman IV Tenggelam di Perairan Nusakambangan

Kronologi Kapal Pengayoman IV Tenggelam di Perairan Nusakambangan

Regional
Ditegur Jokowi, Bobby Nasution Akui APBD Medan Mengendap di Bank, tapi Bantah Nilainya Rp 1,8 T

Ditegur Jokowi, Bobby Nasution Akui APBD Medan Mengendap di Bank, tapi Bantah Nilainya Rp 1,8 T

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.