Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sebulan Terakhir, Ada 4 Kasus Kekerasan Pada Jurnalis di Sumut, Pembakaran Mobil hingga Pembunuhan

Kompas.com - 20/06/2021, 17:30 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Marasalem Harahap yang berprofesi sebagai wartawan ditemukan tewas ditembak orang tidak dikenal (OTK), Sabtu (19/6/2021) dini hari.

Saat ditemukan di dalam mobil, korban dalam kondisi berlumuran darah dan ditemukan luka tembak di bagian paha dalam sebelah kanan di dekat area selangkangan.

Kematian pria yang akrab dipanggil Marsal itu menambah panjang daftar kekerasan terhadap jurnalis.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Liston Damanik mengatakan, dalam sebulan terakhir ada empat kasus kekerasan pada jurnalis di Sumatera Utara yakni di Pematangsiantar, Serdang Bedagai, dan Binjai.

Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat Pemred di Sumut, Berawal dari Suara Alarm Mobil, Ada Luka Tembak di Selangkangan

Untuk itu ia meminta Polda Sumut dan Polres Simalungun mengungkap motif dan menangkap pelaku pembunuhan Marasalem Harahap.

Selain itu ia juga meminta proses penyelidikan terhadap kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi di wilayah lainnya di Sumut.

Ia menyebut ketidakpastian hukum dalam kasus kekerasan terhadap jurnalis dapat menjadi preseden buruk yang merugikan dunia pers karena tidak memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan.

"Kondisi ini juga diduga menjadi penyebab semakin tingginya jumlah dan kualitas kekerasan terhadap jurnalis di Sumut," katanya.

Baca juga: Pembunuhan Pemred di Sumut, AJI Medan Sebut Korban Dikenal Kritis Kawal Kasus Kriminal

Pihaknya juga meminta semua elemen masyarakat agar mendukung kebebasan pers dan menggunakan mekanisme yang diatur oleh Undang-Undang Pers dalam penyelesaian sengketa pers.

Liston juga meminta seluruh jurnalis di Sumut untuk mengedepankan profesionalisme dan mengutamakan keselamatan dalam menjalankan kerja jurnalistik.

Berikut empat kasus kekerasan jurnalis di Sumatera Utara pada sebulan terakhir:

1. Percoban pembakaran rumah di Pematangsiantar

Ilustrasi tanda tanyaShutterstock Ilustrasi tanda tanya
Pada Sabtu (29/5/2021), rumah Abdul Kohar Lubis, jurnalis linktoday.com disiram bensin oleh orang tak dikenal.

Pelaku berusaha membakar rumah Abdul Kohar di Jalan Jorlang, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiangantar.

Dikutip dari Tribun Medan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Saat kejadian, pelaku menyiram bensin di depan rumah Kohar dan menyalakan api.

Abdul Kohar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha memadamkan api. Akibat kejadian tersebut, daun pintu rumah terbakar dan lantai serta tiang rumah menghitam.

Kohar mengaku sebelum ada aksi tersebut, ia sempat menerima ancaman melalui ponsel.

Baca juga: Pemred Media Online yang Tewas Ditembak OTK Disebut Kerap Memberitakan Kasus Kejahatan

2. Mobil jurnalis dibakar di Serdang Bedagai

Kekerasan jurnalis juga terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai. Mobil jurnalis Metro TV, Pujianto Sergai dibakar orang tak dikenal pada Senin (31/5/2021) sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat kejadian, mobil yang terparkir di halaman rumah. Untungnya api tak menyambar bangunan di sampingnya.

Saat kejadian, Pujianto beserta istri dan anaknya tengah tertidur lelap di rumah yang berada di Dusun III, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai.

Sang istri kemudian terbangun saat mendengar suara berisik dari halaman depan dan mencium ada bau asap menyengat di luar rumah.

Baca juga: Pemred Media Online Tewas Ditembak OTK di Dalam Mobil, Ini Kata Polisi

3. Rumah orangtuan jurnalis di Binjau dibakar OTK

Ilustrasi tanda tanyaThinkstock Ilustrasi tanda tanya
Rumah orangtua Sofian, jurnalis di Kota Binjai dibakar oleh orang tak dikenal pada Minggu (13/6/2021) dini hari.

Diduga kejadian tersebut ada kaitannya dengan pemberitaan.

Sabarsyah pemilik rumah yang juga mantan jurnalis mengaku saat kejadian ia masih terjaga menonton televisi.

"Saya yakin kalau rumah saya dibakar orang. Pas saya masih nonton, ada suara bunyi yang keras seperti lemparan, saya melihat langsung ada api besar. Spontan saya menjauhkan sepeda motor," ujar Sabarsyah dikutip dari Tribun Medan.

Baca juga: Wartawan Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak, Rekan Ungkap Korban Sempat Bertemu Pengusaha

Sabarsyah sempat menyelamatkan empat orang cucu beserta ibunya yang saat itu sedang tertidur di dalam kamar depan di dekat titik api.

Dia berkeyakinan pembakar rumahnya merupakan preman bayaran dari pihak yang tidak terima diberitakan.

Sofian sendiri kerap memberitakan maraknya perjudian di kota tersebut. Ia juga pernah diteror dengan bom molotov dan tembakan airsoft gun di rumahnya.

Baca juga: Penembakan Wartawan Media Online di Sumut, Jenazah Ditemukan 300 Meter dari Rumahnya

4. Pembunuhan pemred di Simalungun

Kasus kekerasan jurnalis juga terjadi di Simalungun pada Sabtu (19/6/2021). Marasalem Harahap ditemukan tewas dengan luka tembak di selangkangannya.

Kuat dugaan kasus tersebut ada hubungannya dengan pemberitaan yang dibuat Marsal. "Kau ditelusuri lebih lanjut, indikasinya ke arah mengenai pemberitaan. Itu dapat dilihat dari media sosialnya terkait berita yang terakhir kali disharenya," kata Rencana Siregar rekan korban saat ditemui di RS Bhayangkara Tingkat II Medan, Sabtu (19/6/2021).

Baca juga: 2 Buron Wartawan Abal-abal yang Peras Narasumber hingga Rp 17 Juta Ditangkap

Rencana mengatakan sebelum ditemukan tewas, Marsal sempat bertemu dengan seorang pengusaha.

Rencana juga menjelaskan penemuan mayat Marsal berawal saat warga mendengar suara alam mobil yang berbunyi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat di Huta 7, pasar 3 Nagari Karang Anyer, Kabupaten Simalungun.

Saat dicek, Marsal teryata sudah tewas dalam kondisi berlumuran darah di dalam mobil.

Marsal Harahap kerap memberitakan dugaan penyelewengan yang dilakukan pejabat BUMN, maraknya peredaran narkoba dan judi di Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun, serta bisnis hiburan malam yang diduga melanggar aturan.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Dewantoro | Editor : Khairina)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eksekusi Lahan di Ambon Picu Kemacetan Parah, Polisi Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Eksekusi Lahan di Ambon Picu Kemacetan Parah, Polisi Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Regional
Balita Tergeletak di Lantai dengan Kaki Tangan Terikat di NTT, Polisi Tangkap Tante Korban

Balita Tergeletak di Lantai dengan Kaki Tangan Terikat di NTT, Polisi Tangkap Tante Korban

Regional
Polresta Serang Kota Periksa Dito Mahendra karena Mangkir di Sidang Nikita Mirzani

Polresta Serang Kota Periksa Dito Mahendra karena Mangkir di Sidang Nikita Mirzani

Regional
Ganjar Mengaku Banyak Laporan Penculikan Anak Masuk ke WhatsApp Miliknya

Ganjar Mengaku Banyak Laporan Penculikan Anak Masuk ke WhatsApp Miliknya

Regional
Menikah Lagi Tanpa Sepengetahuan Suami, Istri di Lampung Jadi Tersangka

Menikah Lagi Tanpa Sepengetahuan Suami, Istri di Lampung Jadi Tersangka

Regional
Tolak Eksekusi Lahan, Warga di Ambon Adang Alat Berat

Tolak Eksekusi Lahan, Warga di Ambon Adang Alat Berat

Regional
Nasdem Usulkan Wagub Kepri, Wakil Walkot Batam, dan Walkot Tanjungpinang Jadi Anggota DPR

Nasdem Usulkan Wagub Kepri, Wakil Walkot Batam, dan Walkot Tanjungpinang Jadi Anggota DPR

Regional
Percobaan Penculikan Anak di Semarang, Korban Berteriak Saat Hendak Dibawa Pergi

Percobaan Penculikan Anak di Semarang, Korban Berteriak Saat Hendak Dibawa Pergi

Regional
Marak Timbunan Sampah di Kota Malang, DLH Sebut akibat Kurang TPS

Marak Timbunan Sampah di Kota Malang, DLH Sebut akibat Kurang TPS

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Indragiri Riau

Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Indragiri Riau

Regional
Beredar Isu Penculikan Anak, Satpol PP Padang Awasi Sekolah

Beredar Isu Penculikan Anak, Satpol PP Padang Awasi Sekolah

Regional
Detik-detik Balita yang Tangan dan Kaki Terikat Diselamatkan Warga, Polisi: Dia Sendirian di Rumah

Detik-detik Balita yang Tangan dan Kaki Terikat Diselamatkan Warga, Polisi: Dia Sendirian di Rumah

Regional
Dekan MIPA Unila Berikan 'THR: ke Eks Rektor, Uangnya dari APBN

Dekan MIPA Unila Berikan "THR: ke Eks Rektor, Uangnya dari APBN

Regional
Respons Ganjar soal Info Penculikan Anak, Minta Masyarakat Tak Panik

Respons Ganjar soal Info Penculikan Anak, Minta Masyarakat Tak Panik

Regional
Insiden Pipa Sumur Minyak Tua di Siak Meledak Telan Korban Jiwa, Polisi Ungkap Pemicunya

Insiden Pipa Sumur Minyak Tua di Siak Meledak Telan Korban Jiwa, Polisi Ungkap Pemicunya

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.