KILAS DAERAH

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Kompas.com - 09/06/2021, 15:47 WIB
Rumah dokter (dokterswoning) yang kini menjadi cagar budaya di Kota Metro, Lampung. Peninggalan zaman Belanda di kota ini dinilai memiliki potensi menjadi laboratorium sejarah kolonisasi di Lampung.
DOK. Humas Pemkot MetroRumah dokter (dokterswoning) yang kini menjadi cagar budaya di Kota Metro, Lampung. Peninggalan zaman Belanda di kota ini dinilai memiliki potensi menjadi laboratorium sejarah kolonisasi di Lampung.

KOMPAS.com – Wali Kota (Walkot) Metro Wahdi berharap penetapan objek cagar budaya di Kota Metro dapat menjadikan wilayahnya sebagai laboratorium ilmu pengetahuan dan sejarah.

“Dengan melakukan kajian dan penetapan terhadap objek-objek cagar budaya lainnya di Kota Metro. Semoga bisa jadi referensi penelitian bagaimana Lampung ini berdiri," katanya, saat ditemui di Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota, Selasa (8/6/2021)

Hal tersebut, lanjut dia, sesuai dengan visi Kota Metro sebagai kota berpendidikan sehat, sejahtera dan berbudaya.

"Melalui penetapan ini, Metro menjadi daerah pertama di Lampung yang menetapkan cagar budaya," kata Wahdi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Kaji Penerapan Ganjil Genap, Polda Metro Usul Jumlah Transportasi Umum Ditambah

Ia menjelaskan, cagar budaya adalah bukti otentik sejarah perkembangan Kota Metro selama 84 tahun.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Cagar budaya menjadi bukti otentik perjalanan panjang sejarah kota ini. Upaya pemerintah daerah (pemda) dalam menetapkan status bangunan menjadi cagar budaya menunjukkan keseriusan dalam melindungi dan menjaga identitas Kota Metro sebagai kota sejarah," imbuh Wahdi.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro telah menetapkan dua bangunan kolonial di Kota Metro sebagai cagar budaya. Penetapan ini dinilai memiliki embrio kota tersebut menjadi laboratorium sejarah kolonisasi.

Adapun dua bangunan peninggalan zaman Belanda itu, yakni Rumah Dokter Kota Metro (Dokterswoning) di Jalan Brigjen Sutiyoso dan Rumah Sakit (RS) Santa Maria di Jalan Sosro Sudarmo.

Baca juga: Butuh Belasan Orang untuk Angkat 1 Perahu Peninggalan Zaman Belanda di Bengawan Solo

Wahdi mengatakan, penetapan kedua bangunan itu sebagai cagar budaya wajib untuk dilestarikan dan dijaga.

"Tempat tersebut adalah peninggalan sejarah yang sangat berharga. Kami bisa belajar banyak dari peninggalan sejarah ini," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X